
" baiklah, karena kita udah menemukan gadis itu kita jalani rencana yang sebelumnya"
"Baik pa"
" tapi pastikan keselamatan gadis itu terlebih dahulu, kau paham ?"
"Ya pa" ucapnya paham dengan ucapan papanya.
Disisi lain misha dan raynard masih dalam masalah dengan monster itu.
"Terpaksa aku harus mengeluarkan kekuatanku" gumamnya lalu mengeluarkan jurusnya dan memancarkan cahaya biru sehingga mengenai monster itu dan membuatnya menjadi abu lalu menghilang.
"AKKKKHHHHH"
Monster satu telah dimusnahkan namun timbul beberapa monster yang membuat raynard harus kembali melawannya hingga tubuh pria itu mulai melemah.
"Sial, ini pasti markas mereka"
Misha melihat semua monster itu terus bertarung dengan raynard sampai pria itu membunuh beberapa monster dan menyisahkan 3 monster lagi. Namun sudah cukup banyak ia membunuh monster yang membuat tenaganya dan sekujur tubuhnya melemah.
"Raynard" gumamku pelan saat melihat pria itu ditusuk dengan kuku monater itu yang tajam.
Pria itu yang sudah terbaring lemah dengan beberapa luka di tubuhnya siap untuk disantap monster itu.
"AKKKHHHH" teriak monster itu yang terbang menjauh dari pria itu.
Terlihatlah seorang wanita dengan topeng hitam dimatanya dan jubah serba hitam dengan pita ungu di rambutnya yang hitam.
"Siapa gadis itu? Dia juga punya pita yang sama dengan gadis tadi, ada apa ini bukannya hanya satu orang " Ujar pria itu yang masih terbaring lemah.
Gadis itu bertarung sengit dengan monster itu lalu mengeluarkan jurusnya dengan telapak tangannya dan membuat semua monster langsung berubah menjadi abu dan menghilang.
Gadis itu mendekati raynard dan mengobatinya dengan kekuatan, semua luka di tubuhnya hilang begitu juga dengan rasa sakitnya.
"Siapa anda ?" Tanyanya.
Gadis itu bukannya menjawab ia langung menghilang begitu saja.
"Heii tung-"
"Raynard!!" Panggil seseorang dibalik semak.
"Gadis itu disini, itu berarti dia orang yang berbeda" batinnya.
"Kau baik - baik saja ?"
" ya, kau ? "
"Aku juga, tapi siapa gadis tadi ?"
"Kau melihat gadis tadi ?"
"Iya tapi... aku gak melihat wajahnya karena dia menggunakan sesuatu yang menutup matanya kayak... topeng gitu kalau gak salah " jawabnya.
"Itu berarti gadis ini juga melihatnya" batinnya.
"Sudahlah, ayo aku antar dulu kau"
"Ga usah, aku sen-"
"Apa kau mau dibunuh sama tuh monster" potongnya yang membuat misha bergedik ngeri.
"Gak mau kan? yaudah jalan cepat"
"Ck, santai aja kali dah kayak rentenir nagih hutang aja "
"Apa kau bilang?"
__ADS_1
"Gak ada, ayo jalan"
"Ishhh... gadis ini!!" Kesalnya.
Mereka pun berjalan bersama sampai di rumah misha.
"Baiklah rumahku dah sampai sekarang pergilah"
"Kasih minum dulu gitu atau suruh masuk istirahat padahal dah ku tolongin kau dari monster itu. Sakit nih badanku kasih makan atau minum dulu"
"Gak ada, dah sana pergi" usirnya.
"Misha" panggil seseorang dari dalam rumah.
"Ibu"
"Siapa?"
"Saya raynard tante tadi misha pingsan dijalan dan sepedanya rusak gak sengaja saya tabrak"
"Misha kamu gapapa?" Khawatirnya.
"Gapapa bu, lagian dia tadi udah bawa aku kerumah sakit. Sebwnarnya itu salahnya misha soalnya tadi misha pusing banget waktu pulang naik sepeda"
"Syukurlah kalau gapapa, makasih ya nak"
"Ya tante, gapapa"
"Jadi kalian kemari naik apa ?"
"Naik mobilnya" ucapnya seraya menunjuk pria itu.
"Mobil? Lalu mana mobilnya ?"
"Ada disimpang sana tante"
"Simpang? Jadi kalian jalan dari simpang sana ?"
"Iya tante " jawab pria itu.
"Kenapa gak lewat dari jalan besar aja?"
"Emang ada jalan besar disini tante?"
"Ada dong, jalan besar itu tembusnya nanti ke jalan itu dan segala mobil bisa lewat dari situ"
"Jadi nih orang ngerjain aku" batin raynard.
"Awas... aja kau ya" kesalnya.
" pasti kalian capek yah ? Dah masuk dulu gimana?"
"Nggak usah bu dia masih ada urusan lain jadi harus cepat pul-"
"Boleh tante, kalau gitu saya masuk dulu ya tan"
"Lang, ishh nih orang lebih bagus pulang aja dah kesel aku "
"Dahlah nak ayo masuk, ibu udah masak makanan enak kamu lama banget pulangnya. Kamu ngerjain dianya yah pulang lewat jalan simpang itu"
"Habisnya tuh orang mencurigakan jadi gak salah dong aku ajak jalan - jalan sebentar"
"Ishh... kau ini ingat lain kali jangan begitu gak baik tau"
"Iya bu" ucapnya lalu masuk bersama ke dalam rumah.
Di dalam rumah itu mereka makan dan minum bersama dengan canda dan gelak tawa membuat suasana terasa hangat.
__ADS_1
"Bahkan hanya makan saja mereka bisa tertawa sepuas ini " batinnya tersenyum melihat keluarga itu.
Beberapa menit setelah makan raynard pun berpamitan pulang dengan keluarga itu.
"saya pulang dulu ya terima lasih atas makanannya"
"Iya sering mampir yah"
"Hah? Bu kayaknya gak per-"
"Iya tante" katanya sopan.
"Iya" Ejek misha.
"Misha" tegur ibunya.
"Maaf bu"
"Maaf ya nak raynard anak ibu emang suka usil tapi sebenarnya orangnya baik kok "
"Iya bu gapapa kalau gitu saya permisi dulu ya bu"
"Ya nak, hati - hati yah"
"Iya bu, assalamualaikum" dengan mencium punggung tangan ibu dan neneknya misha.
"Waalaikumsalam" jawab mereka dengan senyuman kecuali misha dengan wajah datarnya.
Ia pun pergi dari rumah itu sedangkan keluarga misha masuk ke dalam kecuali gadis itu, ia menatap pria itu dari kejauhan hingga beberapa menit pria itu berjalan ia langsung menghilang.
"Ehh? Mana tuh orang gila cepat bang-"
"Ohh iya dia kan punya kekuatan pasti dia hilang pakai jurusnya itu" sambungnya lagi lalu masuk ke dalam rumah.
Sesampainya dirumah raynard langsung menemui papanya.
"Pa ada yang mau kutanya?"
"Tentang?"
"Ada berapa gadis yang menggunakan pita ungu itu?"
"Satu, kenapa?"
"Ciri -cirinya?"
"Dia punya dagu tebelah dan ada tanda lahir pelipis matanya, itu yang papa ingat"
"Papa yakin dia hanya satu ?"
"Iya, kenapa kau bertanya soal itu ?"
"Tadi aku mengantar gadis itu pulang dan kami tak sengaja melihat satu monster di tengah jalan tapi saat kubunuh tiba -tiba monster lainnya bermunculan bahkan aku sampai terluka dan saat aku hampir dibunuh oleh monster itu, ada seorang wanita datang dengan topeng di wajahnya dan pita ungu dirambutnya"
"Dagunya?"
"Sama persis seperti misha tapi soal tanda lahir aku tak bisa melihatnya karena topeng itu menutup area matanya kecuali kedua bola matanya"
"Kau yakin ?"
"Iya pa, aku yakin "
" apa dia punya kembaran ?"
"Kalau itu aku kurang tau pa karena saat aku ke rumahnya aku melihat keluarga mereka hanya ada 4 dan difoto keluarga mereka juga ada 4, adik perempuannya yang masih kecil, neneknya, ibunya dan gadis itu"
"Bagaimana bisa ? " bingungnya.
__ADS_1
"panggil ezra, Kita harus bahas soal ini" titahnya.