Si Gadis Berpita Ungu

Si Gadis Berpita Ungu
SGBU Eps - 3


__ADS_3

...*** Di cafe ***...


"pa sebenarnya apa yang terjadi kenapa papa mencari gadis berpita ungu itu"


"waktu itu..."


Di suatu hari misha dan adiknya bermain di suatu taman bermain dekat rumah mereka, misha dan adiknya yang bernama desty berjarak 5 tahun tapi walaupun begitu kami sangat akrab satu sama lain tidak seperti adik dan kakak pada umumnya yang saling bertengkar.


“baiklah aku yang jaga kamu sembunyi, oke?”


“oke kak”


“tapi ingat jangan jauh – jauh dari sini, paham?”


“iya kak”


“baiklah aku hitung yah lima... sepuluh... lima belas...”


“sembilan puluh lima... se- ratus.... oke aku cari yah” lalu melihat sekeliling.


“cepat sekali tuh bocah sembunyinya”


“AHHHHH”


“suara siapa itu? Jangan... jang-an” ucapku lalu berlari mencari sumber suara itu.


“perasaan tadi dari sini suranya”


“tol-long... siapapun tol-long aku”


“AKKHHHH TAK ADA YANG BISA MENOLONGMU HAHAHA....”


“woi!!! Sini kau monster buruk” ejekku.


“AKKKKHHHHH BERANI SEKALI KAU AKHHH....” ucapnya lalu mengejarku.


Aku berlari sekuat tenagaku agar tak dapat ditangkap oleh monster itu namun, apa daya monster itu kini sudah di depanku.


“sial” batinku berusaha kabur.


“ahhh” ucapku tersandung.


“HAHA..... SEKARANG KAU GAK BISA KABUR DARIKU “


“apa ma-maumu?” ucapku takut.


“TENTU SAJA KAU, AKKKKHHHH” ucapnya mendekatiku


“awas kau!!” teriakku.


“HAHA... AKU LAPAR SEKARANG WAKTUNYA MAKAN”


“AHHHH” teriakku memalingkan wajah saat monster itu dikerumuni asap hitam dengan mata yang merah dan membuka mulutnya yang sangat lebar dengan taring yang panjang.


Lalu aku datang menolongnya dan melihat gadis itu memiliki dagu dan tahi lalat dipelipisnya sangat mirip yang dibilang kakekmu itulah mengapa aku yakin kalau dia adalah anak itu"


"begitu rupanya baiklah aku akan mencari detail informasi dari gadis itu"


.


Dring...


.


"halo"


"loadspeaker" ucap orang tua itu.


📞 aku menemukan gadis itu


"siapa?"


📞 gadis berpita ungu


"kau yakin ?"


📞 iya, sekarang kami di rumah sakit


"ngapain kau dirumah sakit"


📞 dia tadi pingsan pa dijalan


"baiklah kami kesana"


Mereka pun mengakhiri telponnya dan langsung pergi ke tempat tujuannya.


...*** Di rumah sakit ***...


"aww... Kepalaku sakitnya"


"kau dah sadar?" tanya pria dengan pakaian kantor san jas berwarna grey.


"eugnh, maaf anda siapa?" tanyaku sopan.

__ADS_1


"kak" ucap pria yang tiba -tiba saja masuk.


"kau?" ucap kami serempak.


"kalian saling kenal ?"


"kak raynard dia adalah gadis yang ku- maksudku dia adik kelasku" ucapnya tiba - tiba tenang.


"ezra kau yakin dia orangnya?"


"iya kak"


"yah!! Apa sebenarnya yang kalian rencanakan awas aja kalian kalau macam- macam " ucapku lalu menuruni tempat tidur pasien.


"kau mau ngapain?" ucap mereka serempak.


"diam!! Jangan mendekat " kata misha dengan mengeluarkan kekuatan dari telapak tangan dan menutup matanya takut.


"aneh kenapa aku gak bergerak sedikit pun" batin ezra.


"ada apa ini ? Aku gak bisa bergerak sedikit pun" batin raynard.


"ehh orang ini beneran mendengarkanku " ujarku saat setelah membuka mataku memandang mereka terdiam kaku.


"bodoh amatlah aku harus kabur" ujarku lalu pergi dari ruangan itu.


"uwah..." serempak mereka saat tubuh mereka kembali normal saat gadis itu beberapa saat keluar dari ruangan itu.


"kak ada apa ini ? Kenapa kita tadi bisa gak bergerak sedikit pun "


"ntahlah tapi sekarang lebih baik kita cari dulu dia" lalu pergi dari ruangan itu.


Sedangkan misha yang kini sudah di luar rumah sakit merasa bingung.


"dimana sepedaku? Ahhh pasti pria itu tadi ahh..." ujarnya frustasi.


"ada apa nak ?" ucap pria paruh baya yang berada tepat disampingku.


"gak ada kok pak, saya hanya sedang mencari sepeda saya" ujarnya sopan.


"ada apa dengan sepedamu ? Apa tidak ada diparkiran ini ? " tanyanya lembut.


"papa " teriak seseorang yang berlari mendekati kami.


"kalian lagi" ujar misha.


"kau?"


"dia perempuan yang kubilang tadi pa"


"oh jadi kamu orangnya ya"


"ada apa ini?" batinku.


"maaf ya nak jika anak saya membuat anda tidak nyaman"


"gapapa kok pak" ucapku canggung.


"lalu sepedamu?"


"oh sepedamu tadi kayak ketinggalan disana dan sepertinya dah diambil orang juga sih" ucapnya santai.


"siapa namamu?"


"raynard"


"yah !!! Raynard kau gila itu sepedaku satu- satunya kalau gak ada sepeda itu aku jadi ke kampus naik apa ?" kesalku.


"maaf"


"wah santai sekali anda"


"nanti ku ganti"


"ahh sudahlah" ucapku yang hendak pergi.


"tunggu kau mau kemana ?"


"pulanglah "


" naik ?"


"sampan!!" ucap gadis itu ketus.


"aishh... Gadis ini" batinnya menahan kesal.


"pa aku luan yah" pamitnya lalu menarikku memasuki mobil berwarna grey.


"woi.. Kau mau bawa aku kemana? Woii lepaskan tanganku"


"diamlah!!" ancamnya padaku.


Aku pun diam dan masuk kedalam mobilnya dengan perasaan takut, gelisah menjadi satu.

__ADS_1


"kau mau bawa aku kemana ?" tanyaku.


"maumu?"


"jawab dulu, kan aku duluan yang nanya"


"ngantar kau pulang"


"emang kau tau rumahku?"


"gak, dimana alamat rumahmu?"


"astaga, itu persimpangan belok kanan berhenti disitu saja"


" maaf apa kau bisa buka kaca jendelanya aku merasa mual"


"mual?"


"eungh"


"kau mabuk naik mobil ?"


"iya"


Pria itu pun membuka kaca jendela dan angin nan sejuk pun masuk kedalam mobil.


"disini?"


"iya"


"lalu rumahmu?"


"kenapa?"


"gapapa, aku hanya pastikan kau selamat aja sampai rumah"


"aku dah sampai sini dah selamat lah dah sana pergilah"


Pria itu bukannya pergi malah turun dari mobilnya lalu mendekati gadis itu.


"ehh kenapa kau turun"


"ayo, dimana rumahmu biar kuantar"


"gak perlu"


"baiklah kalau begitu aku akan tetap disini"


"isshh... Nih orang bawel banget sih"


misha pun berjalan diikuti oleh pria itu.


"apa gadis ini tinggal disini tempatnya gelap dan dia mau berjalan sendiri tadi, ck cukup berani juga nih cewek"


.


Brak


.


"apa itu?"


"diamlah" ujar pria itu pelan.


Kami pun berjalan perlahan mendekati sumber suara, sungguh mengagetkanku saat melihat seseorang berlumuran darah.


"itu monster ya waktu itu" kataku pelan.


"kau pernah melihatnya?"


"pernah, aku melihatnya saat di kampus dan ezra yang menolongku"


"AKKHHH... HAHA TERNYATA KAU LAGI" ucap monster itu yang sudah di depan kami.


"dengar tetaplah dibelakangku" ucapnya menarikku kebelakangnya.


Monster itu pun mulai menyerang kami dan dengan sigap pria itu membawaku terbang ke udara menghindari serangan monster itu.


Pria itu menurunkanku lalu mengeluarkan kekuatannya.


"tetaplah disini jangan keluar, kau paham ?" ujarnya dengan wajah serius, aku pun mengangguk paham.


Pria itu pun menyerang monster itu dengan cepat dan gesit, pria itu merentangkan tangan kanannya lalu keluarlah pedang dan menyerang monster itu kembali.


"gerakan pria itu"


"pria ini juga punya gerakan sama seperti ezra dan pria waktu itu" ucapku dibalik semak.


Saat melihat setiap gerakan pria itu membuat gadis itu kembali mengingat kejadian masa lalunya.


"pria ini pasti ada hubungannya sama pria waktu itu"


"aku harus menyelidiki siapa mereka sebenarnya"

__ADS_1


__ADS_2