Si Gadis Berpita Ungu

Si Gadis Berpita Ungu
SGBU Eps - 2


__ADS_3

"ayo, aku antar "


"gak perlu aku bisa sendiri" ucapku dan menuruni kasur UKS.


Pria itu dengan kesal menarik tanganku dan mendorongku ke dinding.


"awwhh kau mau apa sih ?" kagetku.


"gak usah betingkah jadi cepat pakai sepatumu" ujarnya dingin dengan membawa tasku dan berjalan keluar.


" cih nih orang baru juga jumpa dah ngeselin banget " kesalku sambil memakai sepatuku.


"CEPATLAH" teriaknya dari luar.


Aku pun keluar dengan wajah yang kesal dan berjalan begitu saja.


" ck cewek ini bener - bener yah, dah dibantuin ke uks dan dibawai lagi tasnya malah main tinggal aja" ujarnya dengan nada yang penuh amarah.


Misha yang berjalan didepan pria itu sama sekali tak melihat sedikit pun kearah belakang.


" aku harus cari tau tentang pria ini, dia sangat mencurigakan" batin misha.


"siapa yang dimaksud gadis ini mirip dengan gerakanku tadi, aku harus cari tau tentangnya aku yakin dia pasti ada kaitannya sama monster itu " gumamnya pelan.


"dan aku yakin kekuatan cahaya tadi itu pasti darinya"


Sesampainya dikelas gadis itu langsung mengambil tasnya dan masuk ke kelasnya dengan sopan, namun mengabaikan pria itu yang terdiam diluar dengan wajah yang sangat kesal.


"kalau saja bukan gadis ini yang-" dengan wajah yang penuh amarah.


"ah sudahlah, sabar ezra sabar " sambil menenangkan diri.


.


Dring...


.


"hallo"


📞 ...


"aku masih dikampus"


📞 ...


"baiklah, sampai jumpa di cafe"


📞 ...


"aku sudah dapat info tentangnya"


📞 ...


"baiklah" katanya lalu menutup telponnya dan sekilas melihat ke jendela.


Disisi lain misha yang di dalam kelas masih terus memikirkan pria itu.


"sebenarnya siapa sih tuh orang, perasaan kok aneh banget gitu yah" gumamku pelan.


Jarum jam tepat di pukul 2 siang yang mana menandakan mata kuliah kami telah selesai.


" misha kau langsung pulang?" tanya teman sebangkuku.


"ah iya kamu duluan aja"


"gapapa?"


"ya, gapapa dong"


Aku langsung keluar kelas saat kelas sudah mulai kosong.


"aku harus pastikan pria tadi itu siapa " ujarku melihat sekeliling.


" maaf kak, mau tanya kenal kak ezra semester 3 ?"


"kenal, kenapa dek ?"

__ADS_1


"kalau boleh tau kakak itu dimana ya kak ?" tanyaku sopan.


" biasanya sih dia di aula soalnya kan kakak itu ketua BEM disini "


"makasih ya kak"


"iya sama - sama dek "


Aku langsung berlari mencari aula dan menjauh dari mereka.


"siapa bro, pacar lo yah ? "


" bukan, tadi nyari si ezra biasalah "


" gue ?" ucap seseorang dibelakang mereka yang membuat mereka berdua memutar tubuhnya melihat pemilik suara itu.


"loh kau disini ezra "


"siapa yang mencariku ?" tanyanya.


"aku gak tanya siapa namanya tadi cuman dia kayaknya anak baru "


" cewek ?"


"iya"


"kemana dia ?"


"mungkin dia di aula sekarang "


"apa gadis itu lagi" batinnya.


"terima kasih" katanya lalu berlari pergi dari sana.


Aku yang berada di aula pun masuk secara hati - hati dan melihat sekeliling di aula yang cukup luas.


"wah ternyata di kampus ini aulanya besar juga "


.


Ceklek...


.


"kau sedang apa ?"


"kak ezra" batinku.


"ahh a-aku mau bilang terima kasih sama kakak karena udah bantuin aku tadi "


"terima kasih ?"


"iya kak" ucapku berusaha tenang.


"kalau begitu aku permisi ya kak " ujarku yang hendak pergi.


"aku ada izinkan kau pergi rupanya ?" Ucapnya langsung menahan pintu yang hendak dibuka cewek itu.


"issh... Merepotkan betullah nih orang" batinku.


"kalau begitu saya izin pulang ya kak" kata misha berusaha tenang.


"gak" ucapnya tegas.


"hah? kenapa?"


"Kau masuk tanpa izin dan kau bilang kau mau pergi ? Dan yah ucapan terima kasihmu sama sekali gak tulus"


" lagian kan ini aula kak jadi semua mahasiswa disini boleh dong keluar masuk tanpa izin, dan soal ucapan terima kasih kalau kakak gak nerima ucapan terima kasihku ya gak masalah setidaknya aku sudah punya inisiatif mau ngucapin makasih"


"Jadi kalau ada yang hilang kau berani tanggung jawab "


" tentu saja, apa kau kira aku takut"


"gadis ini cukup berani juga ternyata" batinnya.


"oh iya aku masih penasaran soal kekuatan tadi karena aku yakin kekuatan tadi pasti dari cewek ini dan sepertinya ini waktu yang tepat" batinnya lagi.

__ADS_1


" jadi minggirlah!! Aku mau pulang" sambung gadis itu.


"Gak... ck, kau sama sekali gak sopan yah padahal aku katingmu" ujarnya yang langsung mengkunci pintunya


"Sialan nih orang banyak tingkah merasa tua pula"


" kau bilang apa ? Sialan ? Aku ?"


"Iya kau!! sialan.. minggir!!" kesalku.


" si..a..lan ? Nona sepertinya kau cukup berani ternyata yah, disini hanya kita berdua kau gak takut ku apa -apain" katanya dengan tatapan yang berubah serius.


"Kau kira aku takut, lagian aku bisa teriak nanti"


"Teriak? Cobalah siapa yang akan mendengarnya"


"Oh iya ini kan waktunya pulang pasti dah sunyilah. Mampuslah aku dia gak bakal mau bunuh aku kan" batin gadis itu.


Misha melihat ezra yang mulai mendekatinya dengan spontan ia menghindar dari pintu mencari tempat aman, ezra yang melihat itu langsung cepat menahannya sehingga membuat gadis itu mundur sampai terduduk di atas meja.


"Kalau gini sepertinya lebih enak"


"Enak apanya ? Dengar jangan macam - macam denganku atau aku akan membunuhmu"


"Cobalah, aku ingin tau bagaimana kau akan membunuhku " bisiknya dan perlahan menyentuh pinggangnya.


"Yah menjauhlah sialan!!" Teriakku sambil menghempas tangan pria itu.


Ezra mengeluarkan kekuatannya untuk mengikat gadis itu dan membuat gadis itu sontak kaget dengan perasaan takut.


"Yah lep-paskan aku" ucapku berusaha melepaskannya.


"Kenapa dia gak mengeluarkannya kekuatannya, apa kurang menakutkan baginya" batin ezra.


"kau gak bisa lepas" ucapnya lembut sambil meletakkan tangan kanan dipinggang gadis itu dan tangan kiri membelai wajahnya.


"Kumohon jangan bunuh aku " mohonku.


"Bunuh ?" gumamnya pelan.


"Dia mikir aku bakal bunuh dia "batinnya.


"Sepertinya gadis ini beneran bodoh" batinnya lagi.


"Menjauhlah!! " kataku yang masih berusaha membuka ikatan dari kekuatan pria itu.


" bagusan aku ancam bakal bunuh dia atau aku goda aja kali yah "batinnya.


"Ku-mohon lep-paskan aku " ujarku meringis kesakitan.


Pria itu bukan melepaskannya malah mengeratkan jeratan ditangan misha.


"baiklah jika kau yang minta aku akan membunuhmu" ancamnya.


"ku moh-hon lep-paskan aku" gugupku takut.


"kalau begitu diamlah"


Gadis itu pun diam tak bergerak sedikit pun dengan rasa gelisah, takut terjadi dalam satu waktu.


"Dia hanya terlihat takut dibunuh tapi dia tidak mengeluarkan kekuatannya sedikit pun atau kugoda aja kali yah mana tau bekerjakan " batin ezra.


"Sepertinya harus begitu, baiklah kita lihat sampai kapan kau bisa menahan kekuatanmu itu" batinnya lagi


Ezra perlahan menyentuh pipi gadis itu dengan lembut . Lalu ia mulai mendekatkan wajahnya ke gadis itu dan menarik tengkuknya perlahan.


Misha yang mendapatkan tindakan secara tiba -tiba itu pun spontan memundurkan wajahnya.


"Kenapa kau takut ?"bisiknya seraya mendekati gadis itu hingga hidung mereka saling bersentuhan.


" KUBILANG MENJAUH" teriak misha yang kaget dengan jaraknya pada pria itu lalu mengeluarkan angin yang kuat hingga membuat pria itu terpental jauh.


"Ahhh" rintih pria itu pelan.


"Hah... huh..." leganya dengan tubuh yang melemah.


Walaupun gadis itu lemah namun ia masih berusaha tetap berdiri dan kabur dari sana.

__ADS_1


" benar dugaanku kekuatan tadi itu miliknya, sepertinya dia belum menyadari kekuatan ini aku harus beritahu kakak sama papa soal ini " gumamnya pelan sedangkan gadis itu sudah keluar dari aula dengan tubuhnya yang tak bertenaga.


__ADS_2