Si Kaya Dan Si Miskin

Si Kaya Dan Si Miskin
Pertemuan pertama


__ADS_3

Aku bunga usiaku saat ini 16 tahun tinggal di perkampungan yang masih asri dan jauh dari kemajuan teknologi saat ini dan hal itu tak pernah membuat ku jenuh tunggal disini.


Aku sangat menyukai kicauan burung-burung dipagi hari,hamparan hijau sawah serta betapa menyejukkan angin yang berhembus ke wajahku di sore hari hal itu membuat ku betah berlama-lama memandang matahari yang kian tengelam pesona alam yang begitu indah tapi suatu hari ibuku meminta ku untuk ikut pindah tinggal di tempat nya bekerja,ibuku adalah seorang janda yang hanya tamatan Sekolah dasar maka dari itu pekerjaan apapun ibuku syukuri asalkan dapat membiayai sekolah ku.


Ibu ingin aku dapat merasakan pendidikan yang tinggi tidak sepertinya dan ibh juga ingin agar masa depan ku lebih baik darinya.


Tak dapat ku pungkiri semangat ibuku yang begitu besar dalam mencari uang untuk pendidikan ku semakin lama ibuku semakin tua kulit wajah nya mulai berkeriput membuat ku tidak tega untuk menolak nya untuk ikut dengannya.


Aku akan membantu pekerjaan ibuku pikir ku saat itu makanya aku bersedia ikut dengannya.


"Bung ,kamu kenapa bengong aja", tegur teman ku budi namanya .


"Ya ampun bud, ngagetin aja",ucapku serasa mengusap dada yang tiba-tiba saja terkaget karena tepukan nya di pundak ku secara mendadak.


"Aku lagi mikir ajakan ibuku untuk tinggal di tempat nya bekerja,aku takut majikan ibuku galak Bud lagian juga dia punya anak sebaya denganku yang kata ibuku sih anaknya pendiam dan gak banyak nyuruh apapun ke ibuku yaah bisa dibilang dia mandiri".


"Terus kenapa kamu galau si bung, Toh majikan dan anaknya aja belum tentu segalak pikiran kamu".ucap Budi sambil menyuap cireng yang aku pegang.


"Iih apaan si Bud main makan aja !" ucapku sambil memukul pelan tangannya.

__ADS_1


"Aaih pelitnya ,cuma satu juga ",mencoba membela dirinya.


Aku bangun dari tempat ku duduk sambil membersihkan rok dari debu tempat dimana aku duduk lalu pergi meninggalkan Budi.


" Bud kalau aku sudah gak disini kamu gak ada temen buat diajak debat hehehe".sambil berlalu meninggalkan nya .Budi hanya tersenyum tipis.


Sesampai aku dirumahnya ku lihat ibu yang sudah selesai berkemas ,sedih ku lihat ketika ibuku mengatakan kalau besok pagi kami sudah harus berangkat.


Aku mencoba memejamkan mata untuk tidur tapi usahaku sia-sia sebab banyak hal yang aku pikirkan tentang besok pagi.


Sambil menatap langit-langit rumah yang terbuat dari bambu aku memberanikan diri bertanya kepada ibuku yang tertidur di sebelah ku.


" Bu,aku sekolah nya pindah juga ya Bu?",tanyaku pada ibu.


"Iya nak,nah sekarang kamu harus tidur karena pagi-pagi kita sudah harus siap berangkat",jawab ibuku.


"Di sana sekolahnya bagaimana Bu?"tanyaku lagi kepada ibu .


" Pertanyaan apa itu nak, tentu saja seperti sekolah pada umumnya,sudah sudah tidur !"

__ADS_1


jawab ibuku di sertai cubitan pelan di pantatku.


Keesokan harinya aku sudah siap untuk perjalanan pertama ku ke stasiun bersama ibuku.Setibanya aku distasiun kulihat banyak sekali orang-orang yang lalu lalang dengan tas besarnya .Aku membayangkan hal yang tidak menyenangkan saat itu terlintas dipikiran ku jikalau majikan ibuku pasti memiliki rupa yang mengerikan begitu pun anak lelaki nya.


" Nak ,ibu panggil diam saja ",ibu menarik tanganku sehingga membuyarkan lamunanku.


Di dalam kereta aku memandangi pemandangan dari jendela serta berkata dalam hati , hidup baru ku baru saja di mulai.


Setelah perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan sudah aku lewati sampailah aku di depan rumah yang memiliki pagar yang tinggi saat masuk kedalam kulihat bangunan yang begitu indah seperti istana dalam sebuah cerita.


"Bu ini istana ya,kok besar banget?" tanyaku pada ibuku.


Ibuku tersenyum lebar " Ini rumah majikan ibu". jawab ibuku singkat.


Sesampai kami didalam kulihat ibu sedang berbicara dengan wanita yang sangat cantik sambil menunjuk kearah ku ,aku yang sadar sedang dibicarakan hanya menunduk .


Pandangan mataku terhenti ketika aku melihat sosok yang begitu tampan yang sedang menuruni anak tangga .


Astaga manusia atau malaikat ucapku pelan .

__ADS_1


__ADS_2