Si Kaya Dan Si Miskin

Si Kaya Dan Si Miskin
Gadis misterius


__ADS_3

Aku duduk di tempat ku sambil mencari-cari dimana Rio saat ini karena jam pelajaran hampir saja dimulai.


Ketika ku dengar ada suara langkah kaki ,aku berfikir guru akan datang dan memulai belajar tapi aku keliru ternyata itu Rio yang masuk ke kelas dan menuju ke sebelah ku.


Aku lihat wajah Rio seperti sangat mengantuk karena sesekali kulihat dia menguap lalu menutup mulutnya.


Kumerasakan gawai Rio bergetar,lalu kulihat dia mengeluarkan gawainya lalu membuka nya,tak sengaja kulihat dari layarnya foto wanita cantik yang sedang tersenyum manis .


Seperti tersambar petir disiang hari , perasaan apa ini ,mengapa hatiku begitu terasa sedih kecewa dan marah disaat yang bersamaan.


Disisi lain aku mencoba mencerna apa yang telah kurasakan ,apa aku menyukai Rio?ucapku dalam hati .


"Hei ,"perkataan Rio mengejutkan Ku


"Iya , kenapa?" jawabku


"Bisa lepasin tangan gw gak?" ucap Rio sambil melirik kearah tangannya yang tanpa kusadari aku genggam.


"Ya ampun maaaf Rio ,aku gak sengaja ,kok aku bisa tiba-tiba pengang tangan kamu ya?"wajahku memerah dan aku tidak habis fikir kenapa aku bisa menggenggam tangannya tanpa sengaja.


"Jangan ulangi lagi dan berhenti memandang wajah gw diam-diam", ucapnya tanpa melihat sedikit pun kearahku.


"Hei ! ," ucap Rio seraya membenturkan siku tangannya ke siku tanganku yang sedang menopang daguku sehingga membuat kepala ku tersentak.


"Denger gak tadi gw ngomong apa ?",ucap Rio menegaskan.


"Apa sih ,ya ampun siapa sih yang suka lihat diam-diam,kamu aja yang baper,"jawabku sedikit kesal.


Ku rasakan nafas nya begitu dekat di telinga ku,aroma mint yang wangi , membuat ku melihat ke samping dan benar saja wajahnya begitu dekat denganku .

__ADS_1


Merasa tak nyaman di dekatnya membuat ku sedikit menggeser kursi ku .


Rio menarik kedua bahuku dengan kedua tangan nya dan mengatakan sesuatu yang membuat ku tak sanggup menatap matanya


"kalau gw denger lu bilang gw baper,gw cium u di depan umum !",


***


Jam pelajaran dimulai dan ada seorang guru wanita yang masuk ke kelas kami dan kami diminta untuk membuat kelompok sebanyak 3 orang untuk membuat tugas dari nya.


Aku ragu dapat ikut dengan kelompok karena mengingat aku belum memiliki teman disini .


"Hei ,tulis nama lu di kertas ini ,gw ga mau ribet," ucap Rio yang menyodorkan kertas yang telah dinamakan kelompok 1 dengan dia sebagai ketuanya.


"Iya ", jawabku singkat dan mulai menuliskan namaku di no urut 2 setelah namanya.


tiba-tiba Danil menghampiri ku ,


"Sudah Danil tapi masih kurang satu orang , kalau kamu mau bergabung kelompok kami akan pas ," jawabku pada Danil.


"Gimana Rio?,bolehkan Danil ikut?", tanyaku pada Rio yang sedari tadi mendengar kan musik lewat airphone .


Rio hanya mengangguk tanda menyetujui pertanyaan ku.


Saat Danil kembali ketempat nya kulihat ada gadis itu yang menghampiri nya , entah apa yang dia bicarakan tapi sekilas kudengar dia mengajak untuk sekelompok dengan Danil tapi Danil menengok kearahku.


Kucoba tersenyum kembali kepada gadis itu tapi gadis itu kembali tidak membalas ku ramah,dia malah menatapku tajam seolah aku mangsanya.


***

__ADS_1


Bel berbunyi dan kami bersiap untuk pulang


aku berjalan keluar gerbang sekolah dan dikagetkan suara klakson motor ,saat aku menoleh Danil tersenyum dan mengatakan ,


" Bunga ,ayo naik,biar aku akan kamu pulang ya?",sambil memberikan helm nya kepada ku .


Lalu tiba-tiba saja gadis itu muncul lagi sambil mengambil helm yang akan diberikan Danil kepadaku dan dia mengatakan kepada Danil.


"Dan gw nebeng u ya?" supir gw sakit,please",


"Gak bisa gw mau bareng bunga ! ",jawab Danil, Lalu tiba-tiba saja tangan ku di tarik oleh Rio .


"Kemana aja sih ,kasian pak Karso nungguin kita lama di parkiran ! " ucap Rio sambil beranjak pergi meninggalkan Danil dan gadis misterius itu.


Kulihat mereka melihat kami dengan wajah yang bingung.


Sesampai nya di parkiran kulihat pak Karso dengan wajah khawatir.


" Ya ampun non, kemana aja ,saya takut non nyasar ",ucap pak Karso sambil mengusap kening nya yang bercucuran keringat.


"Saya tadi di depan pak,bunga saja pak jangan panggil non,kita kan sama pak", ucapku pada pak Karso.


"Udahlah bahasnya di rumah aja !, panas neh ,ucap Rio dari dalam mobil.


***


Sesampainya kami di rumah kulihat Rio langsung menuju ke kamar dan aku hanya dapat melihatnya dari jauh .


Apa dia membenci kehadiran ku di rumah ini batin ku sikapnya begtu dingin dan perkataannya selalu kasar kepadaku jangan tanya lagi kelakuan nya terhadap ku,huft aku membuang nafas panjang dan merebahkan tubuh ku diatas kasur memandang atap langit-langit kamar dan aku tertidur.

__ADS_1


Bruk suara buku-buku yang di banting kebawah mengejutkan ku dan kulihat Rio ada dikamar ku.


__ADS_2