
Kring sebuah notif muncul di lancar gawai ku ,'Danil' saat layar gawai menyalah,apa Yang dia inginkan batinku .
Kulihat sebuah pesan di aplikasi hijau ku,
Danil : "gw minta nomor bunga dunk ,cepet bales ga pake lama".
Pesan singkat yang aku lihat dari aplikasi hijauku.
Berani sekali dia meminta nomor bunga padaku dan lagipula tahu dari mana dia kalau aku akan memiliki nomor bunga batinku.
Aku abaikan pesan singkat itu dan aku melanjutkan aktivitas aku.
Kulihat keluar jendela dan ada bunga yang sedang memberi makan ikan-ikan .
Rambutnya berantakan saat hembusan angin kencang menerpa wajahnya .
Manisnya, batinku.
Sudah lama aku tidak merasakan perasaan yang tidak dapat aku ukirkan dalam sebuah kata , setelah kepergian gina seseorang wanita yang pernah mengisi hatiku dahulu.
Ingatan aku kembali ke masa-masa saat aku dan gina masih bersama.
__ADS_1
Gina adalah anak dari seorang rekan kerja papahku dia anak yang begitu cantik dan kedua orang tua kami pun seolah senang dengan kedekatan kami.
tidak dapat kusangkal,aku sangat menyukainya.
Dia selalu dapat membuat aku mengagumi nya.
Sampai saat dimana dia mengkhianati aku.
Masih teringat dikepalaku saat dia berani melakukan hubungan intim dengan pria yang tidak aku tahu siapa dia.
Siapapun dia mereka membuat ku jijik dan muak,meski sampai saat ini aku tidak menceritakan nya kepada kedua orang tua ku
Karena perbuatannya sikapku berubah dan tidak dapat lagi tersenyum untuk nya dan sekarang aku mulai bisa memaafkan nya tapi tidak dapat kembali seperti dahulu.
Entah karena keberadaan Bunga saat ini atau memang aku sudah mulai bisa melupakan nya,aku sudah bisa melakukan semua aktivitas kembali dengan penuh semangat.
Saat aku melihat keluar , kulihat Bunga yang terpeleset dan tercebur di kolam.
Dengan sangat panik aku berlari keluar untuk memastikan keadaan nya .
Kulihat dia menangis seperti anak kecil sambil mengusap-usap matanya.
__ADS_1
Antara kasian campur lucu melihat nya seperti itu.
Aku menggendong nya dan membantu nya keluar dari kolam ikan .
Aku melihat nya dari kepala sampai kaki untuk memastikan dia baik-baik saja dan aku pun berkata kepadanya ,
Aku :" Untungnya ga apa-apa ", kulihat bibirnya tersenyum dan wajahnya memerah,aku melanjutkan kata-kata aku
"Untung nya ga apa-apa ikan-ikan nya ,kalau sampai ada yang mati ,Lo harus ganti rugi", ucapku menggoda nya ,entah kenapa aku memiliki hobi baru akhir-akhir ini ,yaitu menggoda nya itu seperti candu bagiku.
Kulihat wajahnya berubah ,bibirnya mengerucut dan aku mencoba menahan tawaku saat melihat nya.
"Terimakasih dan kalau nanti ikan nya ada yang mati nanti aku ganti, dikampung aku tuh banyak ikan-ikan model begini di sungai",ucap nya sambil berlalu pergi meninggalkan aku.
Melihatnya membuat aku semakin tidak sanggup menahan tawa,dia gadis yang polos dan pemalu itu yang dapat aku lihat dari bunga.
Entah kenapa melihat nya selalu membuat aku tersenyum dan dia selalu bisa membuat aku tertawa secara natural tanpa dibuat-buat.
Aku melihat nya pergi menjauh meninggalkan aku dan saat dia sudah tidak terlihat aku tertawa sejadinya.
kulihat ada sebuah kalung yang bermata sebuah benda bulat dan saat aku buka ada sebuah foto bunga dengan seorang lelaki yang bisa dibilang jauh lebih tua darinya ,fikiran aku pun menerawang jauh dan bertanya- tanya siapa pria itu.
__ADS_1