
Aku masih menatap wajah Rio dari depan kelas seakan tak percaya kalau aku bisa sekolah ditempat elit bahkan 1 kelas dengannya.
Jantungku berdegup ketika guru ku memintaku untuk memperkenalkan diri dan duduk di sebelah Rio karena memang hanya disitu lah ada kursi yang kosong.
Setelah memperkenalkan diri aku beranjak ke tempat yang di tunjuk guruku yaitu di sebelah Rio.
Aroma tubuhnya harum tercium ,membuatku berkhayal terlalu jauh tiba-tiba aku dikagetkan dengan tepukan keras di pundakku.
" Hey aneh ,kenapa kamu senyum-senyum sendiri", perkataan Rio membuat wajah ku merah padam .
"kalau ditanya tuh jawab dunk ,dari awal kalau di tanya cuma nunduk ",ucap Rio datar.
Aku melirik kearah nya melihat wajahnya dari samping, terlihat lesung pipit ketikan dia sedang memainkan bibirnya,huft manisnya batinku aku berfikir tidak akan bisa fokus belajar jika harus bersebelahan dengan Rio .
***
Bel istirahat berbunyi semua murid berhamburan keluar begitupun aku dan Rio.
Dia meninggal kan ku begitu saja tanpa sepatah katapun.
Rio begitu dingin batinku , sudah lah lagi pula siapa aku yang berhak mendapat perlakuan baik dari anak majikan ,aku mencoba belajar tahu diri untuk tidak berharap terlalu jauh.
Sekolah ini memiliki taman dan bunga-bunga yang indah dan beragam ,aku melihat-melihat koleksi bunga yang ada di taman sekolah tanpa ku sadari aku menabrak seseorang dari belakang.
__ADS_1
"Ma...maaf ,saya tidak sengaja",sambil sedikit membungkuk dan menunduk.
"Bunga siswi baru ya,aku Danil teman sekelas mu salam kenal ya",sambil tersenyum lebar .
"Iya salam kenal juga,"tiba - tiba suara keroncongan perut ku yang lapar terdengar dan membuat wajah ku merah padam malu sekali.
"Ha ha ha ,jadi kamu lapar ya ",ucapnya padaku.
"Iya ,kamu tahu dimana kantin ?"sambil mengelus perutku yang sudah sangat lapar
"Baiklah , ayo ikut aku,"sambil menarik tanganku , membuatku terperangah dan satu hal yang dapat kulihat darinya dia memiliki mata yang indah .
Sepanjang jalan memalui koridor kelas kami menjadi tontonan sekilas terlihat seperti sepasang kekasih .
"Hei lepaskanlah tanganku ,kita di lihat banyak orang",ucapku sambil mencoba melepaskan tangannya.
"Danil tolong lepaskan tanganku sekarang", ucapku sambil menengok ke kiri dan ke kanan.
Dia menunjukan satu penjual makanan yang menurut nya enak dan mengajak ku makan di sana .
"Kita makan disana saja,"tanpa menunggu jawabanku dia kembali menarik tanganku,
Akhirnya Danil melepaskan kembali tanganku kemudian dia menggeser bangku agar aku dapat duduk ,serasa di restoran yang aku dan ibu Maya pergi , digeser kan bangku batin ku.
__ADS_1
"Mbok,mie ayam spesial 2 ya gak pake lama", perkataan Danil kepada ibu-ibu penjual mie ayam.
"Siap den Danil",ucap ibu penjual mie ayam kepada Danil,
Setelah matang ibu penjual mengantarkan mie ayam kepada kami serasa tersenyum kepadaku dan bertanya kepada Danil,
"wah cantiknya,siapa den pacar mu ya hehehe",ucap ibu penjual kepada Danil sambil tersenyum-senyum.
"Hust apa sih mbok ,ini Bunga murid baru disekolah kita yang mungkin nanti akan jadi pacar ku",ucap Danil serasa tertawa dan berhasil membuat ku salah tingkah.
"Udah makan , senyum-senyum terus nanti kering dech tuh gigi", ucap Danil menggodaku.
Aku menuangkan sambal sebelum makan dan kulihat Danil sedikit tersedak ketika melihat ku menuangkan sambal.
"Astaga ,itu sih sambel dikasih mie ,gak salah Bung,gak takut diare apa?",ucap Danil sambil memukul-mukul pelan dadanya.
"Gak kok Dan ,enak lho,aku dibiasa dan menurut ku kurang enak kalau gak pedes", ucapku.
"Ya tapi gak satu mangkok sambelnya dituang semua ,"dengan memandang isi mangkok ku dengan heran.
***
Setelah makan kami kembali ke kelas saat sampai di pintu kelas Danil kembali memegang tanganku sehingga seisi kelas melihat kami dan kulihat ada seorang siswa cantik yang menatap ku tajam.
__ADS_1
Saat aku mencoba untuk tersenyum ramah kepada nya ,dia justru memalingkan wajahnya dari ku.
Siapa dia?apakah dia pacar Danil batinku.