
Dia menoleh ke arahku setelah turun dan dekat dengan ku dan berkata " Kau bicara padaku?" dengan wajah datar tanpa senyuman dan lagi - lagi aku hanya menunduk tak tahan melihat pesona wajahnya yang begitu tampan.
" Bunga " ,ibu memanggil ku untuk menghampiri nya , tanpa berlama-lama didekat anak lelaki itu aku pergi menghampiri ibu yang sedari tadi memanggil ku.
"Nak ini ibu Maya , majikan ibu,ayo beri salam", perintah ibu kepada ku.
" Bukan majikan anggap aku seperti ibu mu sendiri ya",ucap Bu Maya padaku.
"Alhamdulillah kamu diizinkan tinggal disini nak",ucapan ibu terdengar gembira.
" Kamu juga akan saya sekolah kan ditempat anak saya yang tadi kamu lihat di tangga",ucap ibu Maya.
Aku terkejut tak dapat membayangkan dapat bersekolah di tempat elit tentunya, membayangkan nya saja membuatku ingin tersenyum menangis bahagia.
Entah rasa apa ini yang berkecamuk di hati antara bahagia serta cemas yang membaur menjadi satu tak dapat kubayangkan betapa beruntungnya aku tapi tidak dapat ku sangkal pula apabila nanti aku akan berkemungkinan susah untuk bergaul
'Huft,aku menghela nafas panjang, entahlah mungkin itu semua hanya pikiran burukku.
Ibu Maya menunjukkan kamar kami dan mengizinkan kami untuk beristirahat dahulu sebelum memulai pekerjaan,baiknya ibu Maya batinku.
" Bunga besok kamu ikut pergi dengan saya ya",ucapnya sambil ketika hendak pergi dan berbalik lagi karena lupa menyampaikan hal itu padaku.
"Ba...baik Bu,"jawabku gugup,dia kembali tersenyum manis padaku seraya mengusap kepalaku,wajahku memerah menahan malu tak kusangka ibu Maya memiliki sifat yang lembut serta penyayang ,hal itu yang membuat ku malu mengingat saat akan ikut ke tempat ini membayangkan jika ibu Maya orang yang galak .
Keesokan harinya kulihat ibu Maya sudah berdiri didepan pintu seraya berkata kepadaku "kamu sudah siap Bunga ?",kupandangi ibu Maya dari kepala sampai kaki betapa takjubnya aku melihatnya dia begitu cantik bahkan beliau terlihat muda mungkin jika berjalan berbarengan kita akan dikira seumuran.
Terlintas aku akan anak lelakinya Rio,pantas dia begitu tampan ucapku dalam hati .
__ADS_1
Ibu Maya berjalan kearah mobil yang sudah siap di depan rumah ,"Silahkan Bu",sambil membuka kan pintu mobil untuk ibu Maya.
Karso adalah supir pribadi di rumah ibu Maya dan sudah bekerja disini lumayan lama.
"Ayo non",ucap pak Karso membuyarkan lamunanku ,sambil membuka pintu mobilnya untuk ku.
"Terimakasih pak ,duh sampai dibukakan pintu,jadi gak enak saya",ucapku pada pak Karso
Dalam perjalanan ibu Maya banyak bercerita berbagai hal juga tentang perihal anaknya Rio .Dia bilang Rio anak keduanya dan memiliki kakak perempuan yang sekarang sedang berkuliah diluar negri.Tapi entah kenapa saat menceritakan sikap Rio ibu Maya mendadak murung,dia bilang dahulu Rio periang tapi suatu hari saat berjalan-jalan ke sebuah mall dia berubah.
Sesampainya kami di mall yang dituju ,ibu Maya mengandeng tanganku sontak aku kaget karena merasa tidak layak diperlakukan baik seperti ini .
" Bunga , siapapun yang bekerja di rumah ibu semua ibu anggap anak atau saudara saya,dan begitupun kamu,kamu sudah saya anggap sebagai putri saya sendiri ,jadi berhentilah bersikap sungkan padaku",kembali memberikan senyumnya yang manis dan membelai kepalaku.
Kami berhenti di tempat penjualan sepatu,saat kulihat satu sepatu yang menurut ku bagus terlihat kertas harga yang tercantum,"Astaga" ,ucapku panik dan dengan saat takut membuat sepatu itu lecet aku meletakkan nya kembali ketempat nya.
"Kalau kamu suka ambil saja Bunga dan jangan pikirkan harganya",sambil menutup mulutnya menahan tawa karena melihat ku tadi.
Setelah selesai membelikan perlengkapan sekolah untuk ku ,kami makan di sebuah restoran kembali ibu Maya menutup mulutnya menahan tawa ketika melihat ku ,entah apa yang dia tertawakan ,"kamu gak mau makan,Bunga?" tanyanya padaku .
"Saya lihat kamu hanya bengong dan membolak-balik kan makanan dihadapan mu",
ucapnya yang kemudian mulai makan
"Ini Bu, saya gak bisa pakai kayu makannya dan ini apa ya Bu,hijau bulat-bulat", ucapku pada ibu Maya
Ibu Maya tersedak karena ingin tertawa saat sedang makan,"ini namanya shusi dan kayu yang kamu bilang tadi itu namanya sumpit",dia tertawa lepas .
__ADS_1
Saat tiba di rumah aku melihat semua barang-barang pemberian ibu Maya,bagus dan berharga mahal .
Ibuku menghampiri ku dan kaget melihat banyaknya barang yang ibu Maya berikan untuk sekolah ku besok.
"Banyak banget bung,gak salah ini harganya bikin ibu merinding",ucap ibuku yang berhasil membuat ku tertawa
"Iya Bu aku pikir juga begtu tapi ibu Maya memaksa dan akupun diajak makan ke tempat yang makannya pakai kayu Bu", ucapku pada ibuku.
"Ya sudah sekarang kamu tidur besok pagi kan kamu mulai sekolah", perintah ibu
'Baik ibuku sayaaang ',jawabku manja
Pagi menjelang ,aku sudah mulai bersiap ke sekolah dan saat aku hendak berangkat ibu Maya memanggil ku.
"Bunga ,kamu kesekolah bareng Rio aja ya,"
pinta ibu Maya padaku
"Iya Bu,"jawabku sambil menunduk
Kulihat Rio sedang menghampiri pak Karso dan duduk di kursi depan ,aku menyusul nya .
Sesampai nya di sekolah Rio langsung pergi tanpa bicara apapun padaku ,aku yang masih biru bingung mencari ruang administrasi.
Setelah selesai dengan administrasi aku diantarkan ke ruang kelas nya.
Saat di persilahkan masuk ,tak ku sangka aku sekelas dengan Rio.
__ADS_1