Si kembar

Si kembar
lahirnya si kembar


__ADS_3

Sepasang suami istri Pak Darmo dan bu Ambar. "Pak perut aku terasa sakit mungkin aku mau melahirkan" sambil memegangi perut nya. "Ya sudah klau gitu kita kerumah sakit bu" kata pak darmo.


"tapi kita tak punya biaya pak ?" bu Ambar sambil menahan perut nya yang semakin terasa sakit.


"Soal biaya kita pikirkan nanti bu, yang penting kamu dan anak km selamat" sahut pak darmo.


Mereka bergegas langsung menuju rumah sakit. Saat sampai nya di rumah sakit bu Ambar langsung d tangani oleh dokter. Dan betapa senang nya hati mereka saat tau anak mereka kembar. Dan setelah itu datang lah seorang suster" Keluarga bu Ambar?" suara suster yang baru keluar dari ruangan.


"iya bu saya suaminya" katak pak Darmo.


"silahkan bapak menyelasaikan ke ruang administrasi"


Sesampai nya di sana betapa terkejut nya pak Darmo dengan biaya yang harus dia bayar. " ya Alloh sepuluh juta! dapat dari mana aku uang segini banyak nya" wajar jika biaya nya banyak karna bu Ambar melahirkan secara sesar. Pak Darmo bingung dan sambil mondar mandir, hingga menabrak seorang pri


Bruuakk !!!


"maaf pak maaf saya tidak sengajak" ucap pak Darmo.


"lain kali hati2 ya pak" kata pak Roma yang sedang berdiri dihadapan pak Darmo.


"iya sekali lagi saya minta maaf"


"Sepertinya bapak sedang bingung, kalau boleh saya tau bapak kenapa. Ada yang bisa saya bantu." ucap pak Roma.


"saya lagi bingung pak, istri saya baru melahirkan secara sesar dan kami harus membayar biaya sepuluh juta. sedangkan saya tak punya biaya sama sekali. saya bingung harus gimana. sedang kan bayi perempuan kami sangat lucu, dia kembar" kata pak Darmo.


"bolehkah saya membatu ?" sambil senyum ke pak Darmo.

__ADS_1


"apa! bapak mau bantu saya? kita kan baru ketemu pak, bahkan saya belum tau nama bapak" pak darmo sangat terejut .


"oh iya ya saya lupa memperkenalkan nama saya" kata Pak Roma sambil tertawa .


"perkenalkan pak' nama saya Roma dan ini istri saya Ani." Sambil memeluk pahu Ani dan Ani pun tersenyum. Ani yang dari tadi hanya memilih untuk diam karna dia lagi gak enak badan.


"ohh saya Darmo pak" jawab pak darmo. Akhirnya pak Darmo dan pak Roma saling berjabat tangan.


"Gimana pak Darmo apa mau menerima bantuan dari kami, tapi dengan sya


rat pak!"


Pak Darmo pun terkejut dan bertanya tanya dalam hati. Kenapa orang ini mau membantu saya dan syarat apa yang akan dia ajukan.


pak Darmo terus berpikir dan pak Roma pun menepuk bahu pak Darmo.


Pak Darmo pun tersenyum dan bertanya. " Memang syarat apa yang bapak berikan?" kata pak Darmo sambil merasa cemas.


"bolekah satu putri kembarmu untuk kami ! kami sangat mengingin kan anak perempuan, tapi Alloh memberi kami anak laki laki semua hehehe."


"iya pak Darmo, kami sangat mengingin kan anak perempuan" sahut Ani yang dari tadi hanya diam dan baru membuka suara.


"pak Damo gk usa kawatir saya akan merawat putri bapak dengan baik, dan kami akan menganggap putri bapak seperti anak kami sendiri" kata pak Roma sambil memegang bahu pak Darmo dan berharab pak Darmo mau menyetujui syarat nya.


"baiklah' saya setuju." jawab pak Darmo.


Lalu mereka pergi ke ruang administrasi dan melunasi semua biaya nya. Seperti perjanjian mereka, pak Darmo harus memberikan salah satu putrinya ke pak Roma.

__ADS_1


Dan beberapa hari kemudia keadaan bu Ambar sudah membaik dan diperboleh kan untuk pulang. Dan pak Darmon pun menceritakan semuanya ke pada istrinya. Dan bu Ambar pun setuju.


"apa boleh buat pak, kita memang tak punya biaya. ya sudah lah kita masih punya satu putri. iya kan Hamidah sayang" kata bu Ambar sambil mengecup putri cantik nya yang ada dalam gendongan nya.


Sesampainya di penginapan Roma dan Ani di sambut ke tiga putra nya.


"Gimana Pa keadaan Mama? apa Mama baik baik saja" kata Agus putra pertama Ani dan Roma.


" tenang Gus mama kamu baik baik aja gak usa panik gitu" jawab Papa nya.


"trus bayi yang ada dalam gendongan Papa itu siapa lucu banget" kata si Dody putra ke dua Roma.


Dody sangat senang sekali dengan bayi kecil itu, dia menciumi pipi si bayi. Begitu pula dengan si Adi putra ke tiga Roma dan Ani.


Dari dulu Adi sangat mingingin kan seorang adik dan akhir nya sekarang ke sampain juga.


"nama nya siapa Pa?" tanya si Adi


"oh iya ya Mama sampai lupa kasi nama" jawab si Ani sambil menepuk jidat nya.


"gimana kalau Azizah" kata Agus sambil melihat ke mama nya.


"boleh juga, tu nama yang bagus" jawab Roma sambil tersenyum ke arah si bayi.


Keluarga Roma sedang liburan ke kota Malang dan karena Ani merasa kurang enak badan karena kecapekan Roma membawanya ke rumah sakit untuk berobat. Sampai pada akhir nya mereka pulang dengan seorang bayi cantik dan lucu.


Setelah Ani merasa sudah sehat mereka memutuskan untuk kembali ke Jakarta.

__ADS_1


__ADS_2