
Bu Ambar begitu bersedih jika melihat Hamidah. Dia mengingat kembaran Hamidah yang harus rela di kasi kan orang.
"Bu !! kenapa ibu melamun, tak baik Bu" Pak Darmo mengerti jika istrinya telah memikirkan kembaran Hamidah.
"sudahlah bu jangan di pikirkan terus, bapak yakin jika anak kita disana pasti bahagia. Dan kelihatan nya Pak Roma dan Bu Ani itu orang baik.
"iya pak ibu tau, tapi bagai mana pun juga aku merasa sedih pak, ibu mana sih yang gak sedih jika kehilangan putri nya. Apa lagi itu anak pertama kita"
"iya bapak tau, tapi kalau ibu sedih terus kasian juga Hamidah bu, pasti kesedihan ibu itu ngaruh sama dia!! coba lah untuk mengikhlas kan nya."
Sulit mungkin untuk mencoba ikhlas. Apa lagi itu anak pertama mereka. Tapi apa boleh buat , keadaan mereka yang serba kekurangan harus rela memberikan putri mereka untuk orang lain.
"Pak smoga ya suatu saat nanti kita bisa bertemu kembali dengan anak kita ya Pak???."
"iy bu semoga saja yaa. Kita berdo'a saja sama Alloh. siapa tau Alloh memberika keajaiban nya pada kita" Pak Darmo mencoba menenangkan hati istrinya yang lagi sedih, dia tau betapa sedih nya hati istrianya.
"oh ya bu, tadi sore bapak ketemu sama temen bapak di jalan. Katanya dia mau ngajak bapak kerja di pabrik, yaa gaji nya lumayan sih. Paling nggak kita dapat penghasialan yang tetap tiap minggu nya"
__ADS_1
"alhamdulillah...,, bagus itu pak. Mungkin ini rejeki anak kita" Ambar begitu bahagia mendengar suaminya mendapat kan pekerjaan yang layak. Memang sih kerja jadi buruh tani itu gajinya gak seberap, paling cuma cukup buat makan sehari hari. Apa lagi sekarang mereka sudah di karuniai seorang anak. Pasti kebutuhan pun juga bertambah. Di zaman sekarang semua serba mahal. Kalau gak pandai ngatur bisa-bisa hancur hidup nya.
Keesokan pagi nya pak Darmo di datangin sama temen nya yang kemaren bertemu di jalan.
"assalamualaikumm....???
terdengar suara seorang laki laki dari luar rumah Pak Darmo
"siapa itu Bu,. coba lihat..!!" Siapa ya yang bertamu pagi pagi begini. Pak Darmo bertanya tanya dalam hati nya
Ambar pun menghampirinya sambil membuka pintu.
amabar melihat ke arah laki laki tersebut. Sepertinya dia belum pernah melihat laki laki ini.
"Maaf bu,,, saya Pak Lukman. temen nya Pak Darmo!!. Pak Darmo nya ada???"
"ohh ada pak, mari silahkan masuk" Ambar mempersilahkan orang tersebut dan segera memanggil suami nya.
__ADS_1
"ehh pak Lukman.." Pak Darmo menjabat tangan pak Lukman.
"gini pak Darmo semalam saya sudah menghubungi bos saya. Dan katanya besok pak Darmo sudah bisa mulai bekerja di pabrik."
"ohh gitu ya pak... alhamdulillah makasih ya pak atas bantuan nya. saya senang sekali."
Pak Darmo begitu bahagia mendengar kabar dari pak Lukman. Akhir nya mulai besok pak Darmo sudah bisa kerja di pabrik.
"ya sudah kalau gitu saya pergi dulu ya pak!!! jangan lupa besok masuk jam 07.30. jangan sampai terlambat.
"iya pak pasti saya akan datang tepat waktu"
Pak Darmo begitu bahagia. dan dia langsung memberi kabar gembira ini pada istrinya.
"Loohh pak tamu nya mana, baru saja saya buatin minum" Ambar sudah membawa secangkir kopi ke ruang tamu. tapi tamu nya malah uda gak ada.
"Pak Lukman uda pergi Bu mungkin dia juga buru buru mau pergi kerja.!!!"
__ADS_1
"ohh itu temen bapak yang bapak ceritain kemaren tohh,???"
"iya. itu yang kemaren nawarin bapak untuk kerja di pabrik. Dan alhamdulillah mulai besok bapak sudah bisa mulai bekerja"