Si paling SugarDaddy

Si paling SugarDaddy
si paling SugarDaddy 25


__ADS_3

Syifa hari ini membantu Tante nya yang baru keluar dari rumah sakit karena di rawat beberapa hari yang lalu.


Tante nya sudah bersiap diri dengan membayarkan nya memakai uang tabungan terakhir nya karena biaya perawatan yang beberapa hari ini sudah cukup membengkak total-an nya tapi di luar duga-an Syifa malah dengan tanpa bimbang dan ragu langsung membayar semua biaya administrasi nya secara tunai, di tempat.


Tante nya sangat teramat kaget saat Syifa juga selanjut nya malah menebus obat-obatan paten dengan harga yang mahal untuk sang tante.


Kita pasti masih ingat kalau Syifa memang punya uang yang di beri Tuan Aby sebanyak dua kali dengan nominal yang sangat besar.


Syifa fikir ia berulang kali selalu di suruh Tuan Aby untuk menggunakan nya, sekarang dengan Syifa memberikan untuk tante nya maka itu adalah hal yang lebih baik, lebih berguna dan bermanfaat besar..karena bagaimana pun bagi Syifa tante nya ini adalah orang yang sangat berjasa pada diri nya.


"Syifa...ini uang dari mana?" Tante nya kaget bukan kepalang karena Syifa juga memberikan uang yang sangat banyak kepada nya


Tante nya berfikir.. Syifa barusan sudah bayar biaya administrasi rumah sakit yang jumlah nya sangat membengkak itu, terus menebus obat super paten dengan harga selangit di apotik rumah sakit, lalu sekarang malah memberikan uang yang sangat banyak pada nya? bagaimana tante nya ini tidak merasa bingung?


"tante ambil saja, ini uang Syifa sendiri kok" kata Syifa jujur..membuat tante nya semakin bingung


Tante nya tau kalau Syifa memang gadis yang suka bekerja keras namun syifa tidak mungkin bisa memiliki uang sebanyak ini dalam waktu yang sangat singkat bukan?


tante bukan nya tak percaya pada Syifa, ia memang sudah kenal keponakan nya ini lama sekali,sejak Syifa kecil. namun tetap saja sebagai orangtua pengganti ia tetap cemas pada gadis belia satu ini.


"Syifa..kamu nggak macem-macem kan?" selidik tante nya dengan tatapan yang risau


"ya nggak lah tan.." jawab Syifa tanpa beban


ia tahu kemana arah pertanyaan tante nya ini. dengan uang sebanyak ini bukan tak mungkin Syifa jual diri, begitulah


Syifa sangat mengerti kalau tante nya sangat mengkuatir kan nya.


"tante jangan takut ya, Syifa masih tau kok mana yang tidak boleh dan mana yang boleh di lakukan.." tawa Syifa renyah


"tante tenang aja,Syifa kan udah gede jadi pasti tau mana yang baik dan mana yang buruk. Syifa janji gak bakalan ngecewain tante deh" janji Syifa mantap agar tante nya tidak berfikiran terlalu jauh tentang nya.


tante nya hanya bisa menghela nafas seraya tersenyum lega menatap Syifa sang keponakan yang sudah ia anggap seperti anak nya sendiri ini. Jika Syifa bisa jaga diri dengan baik hingga sekarang maka itulah yang tante nya harapkan.

__ADS_1


Saat Syifa akan pulang di perjalanan ia malah tak sengaja bertemu dengan Tuan Aby.


pria dewasa tampan menawan ini juga tak menyangka kalau ia malah bertemu Syifa, karena Tuan Aby baru saja pulang survey dari salah satu bengkel nya yang berada di pinggiran kota dan ternyata malah melihat Syifa


"Syifa kamu kok di sini..?" Tuan Aby suprise setelah membuka kaca mobil nya, menatap pada gadis di trotoar


Syifa langsung menoleh, mengenali pria yang ada di dalam mobil alphard tersebut, Tuan Aby


"eh iya Dadd..aku baru pulang jemput tante dari rumah sakit.., rumah tante ku tak jauh dari daerah sini..masuk ke gang yang sanaaa itu" Syifa menunjuk agar Tuan Aby mengerti penjelasan nya.


"oh.." Tuan Aby ber-oh mengerti. Pantas saja Syifa keluyuran di sekitar sini..fikir nya.


"gimana keadaan tante kamu?" tanya Tuan Aby mau tahu


"ya sudah mendingan sih Dadd.." jawab Syifa jujur dan juga di barengi dengan seulas senyuman bahagia saat mengingat sang tante sudah lebih baik keadaan nya sekarang.


"makasih ya Dadd.." lirin Syifa kemudian


"kok.." Tuan Aby tak mengerti kok tiba-tiba Syifa malah ngomong makasih?


"jadi ya aku makasih dong sama Daddy, karena kebaikan Daddy aku bisa menyenangkan tante.." kata Syifa lagi


Tuan Aby hanya bisa tersenyum saja, tak tau mau jawab apa dari pernyataan Syifa.


"kamu mau pulang kan?" Tuan Aby segera mengalihkan topik pembicaraan..


"iya nih Dadd.." jawan Syifa yang memang mau menuju halte terdekat.


"ayok sama Daddy aja, Daddy antar sampe kost kamu" ajak Tuan Aby


"nggak ngerepotin?" tanya Syifa yang merasa ragu kalau-kalau Tuan Aby berada di sini karena urusan pekerjaan.


"kerjaan Daddy udah selesai kok, sekarang kebetulan Daddy juga mau pulang" Tuan Aby menepikan keraguan di hati Syifa

__ADS_1


akhir nya Syifa pun setuju dan segera naik ke mobil Tuan Aby.


"kamu udah makan?" tanya Tuan Aby saat mereka sudah sama-sama di dalam mobil dan Tuan aby mulai menjalankan mesin mobil nya dan mulai melajukan nya...


"udah Dadd, tadi aku beli makanan. Jadi sekalian makan bersama tante deh " jawab Syifa jujur


"Daddy sudah makan?" Syifa balik nanya


"sudah.." jawab Tuan Aby juga dengan jujur


"oh.." Syifa kira Daddy ini seperti Ferryandi yang suka minta di temani makan.


"kalau Daddy belum makan aku bisa temenin,nanti biar aku pesan minum aja nungguin sampe Daddy selesai" Syifa fikir Tuan Aby tak enak mengatakan nya


"enggak Syif, Daddy udah makan kok tadi" kata Tuan Aby meyakin kan Syifa lagi bahwa tidak ada yang sedang lapar di sini.


"terus kenapa Daddy nanyain saya barusan. soal nya kalau Ferryandi nanya begitu pasti itu bahasa isarat nya dia yang berarti minta di temenin makan" ujar Syifa mengingat-ingat kelakuan konyol Ferryandi.


"ha ha ha.." Tuan Aby sampe tertawa


"kamu kok samain Daddy dengan si pangeran drama itu?" Tuan Aby menyebut putera nya dengan candaan.


"ha ha.." Syifa ikut tertawa


"Daddy cuma nanya aja, siapa tau kamu belum makan, biar Daddy temenin kamu makan" kata Tuan Aby di sela tawa nya


"dih, anak nya suka di temenin ehhh Daddy nya malah mau nemenin" kekeh Syifa


Tuan Aby tertawa..


"memang nya Ferryandi suka minta temenin makan?" tanya Tuan Aby penasaran


"beuh sering banget Dadd..malah kadang sarapan aja minta di temenin..he he" cerita Syifa

__ADS_1


Tuan aby juga ikut tertawa mendengar pelakuan putera nya pada Syifa yang terhitung belum lama saling kenal itu.


__ADS_2