
Para dewan guru dan kepala yayasan menonton video yang Syifa kirim kan di situ jelas sekali kalau Tuan Aby tidak begitu baik kondisi nya, itu saja situasi nya sudah tidak memungkin-kan seperti yang di jabarkan di akun tak di kenal itu.
mereka melihat dalam video, dua orang yang bersama Syifa juga ada lah sosok mahasiswa-mahasiswi kampus mereka. dua orang itu adalah Ferryandi dan Lola Amaria.
"apa hubungan mu dan dua mahasiswa di dalam video ini?" tanya kepala yayasan, karena Syifa jelas tidak satu angkatan dengan dua orang ini
"Ferryandi itu putera Tuan Aby yang di isu kan dengan ku di akun itu,bu.." Syifa menunjuk si Tuan yang terbaring di sofa dalam video.
"oh.." ketua yayasan langsung mengerti, para dewan guru juga terlihat berbisik-berbisik berbicara satu sama lain.
Mereka fikir jika sudah begini keadaan nya. sudah pasti akun tak di kenal itu memiliki dendam pada Syifa jadi nya ingin mengotori nama gadis ini, apalagi akun nya tidak di kenal, artinya orang si pemilik akun adalah pembohong yang tak berani unjuk batang hidung nya sendiri.
"baik lah, ibu akan ambil video ini, kami akan membantu membersihkan nama mu dan kampus ini.." kepala yayasan tersenyum
para dewan guru terlihat tersenyum.sesuai harapan mereka akhir nya.., pada hakikat nya mereka juga tak mau mahasiswa sebaik dan sepintar Syifa harus berada di situasi dan permasalahan yang tak mengenakkan ini
"kenapa kau punya fikiran sampai harus merekam semua ini?" tanya seorang guru penasaran
"karena aku juga tau siapa orang nya" kata Syifa
"kau punya musuh?" tanya guru itu
"lebih tepat nya siangan cinta bu.." jawab Syifa jujur dan apa ada nya
beberapa dewan guru langsung tergelak, dan sebagian lagi hanya mesem-mesem dan tersenyum saja termasuk kepala Yayasan. Kalau begitu masalah nya tak heran lagi sesama perempuan dengan ego tinggi sangat suka saling menjatuhkan secara main belakang seperti ini.
"baik lah, panggil teman mu yang merekam kalian di gedung club. ibu ingin meminta bantuan nya dan juga konfirmasi dari nya" pinta kepala yayasan..
"siap bu.." jawab Syifa..
tak lama Mika pun datang dan membenarkan cerita di malam itu. Ferryandi dan Lola juga ternyata menyusul nya, sejak tadi pagi mereka mendengar berita menggemparkan hingga hampir tidak fokus mengikuti kelas pagi
"jadi ini maksud kak Syifa merekam semua nya?" tanya Lola yang teringat perkataan Syifa tadi malam pada nya
__ADS_1
"begitulah..." jawab Syifa
setelah berbincang sebentar dengan kepala yayasan dan dewan guru mereka pun segera keluar dari kantor.
seperti nya kepala sekolah akan mengusut siapa orang nya dan menuntut nya.apalagi jika sudah terbukti begini Syifa sama sekali tidak bersalah.untung nya gadis ini sudah jaga-jaga fikir kepala yayasan. Jika tidak maka habis lah gadis itu bisa di keluarkan oleh pihak departemen dan juga yayasan mereka akan tercoreng juga nama nya.
saat ini mungkin Miss Diah tidak sadar kalau dia bisa-bisa akan di tuntut ke pihak yang berwajib, perihal kelakuan nya memposting kebohongan yang imbas nya bisa merugikan banyak pihak.
"siapa kira-kira si pemilik akun tak di kenal itu ya..?" Ferryandi tak habis fikir
"mommy mu" jawab Syifa tanpa alang-alang
"hanya dia yang melihat kami tadi malam, aku tau dia sedang mengintip dan hanya dia yang berada di belakang kami.." kata Syifa dengan pasti
bagi Ferryandi meskipun itu ibu kandung nya namun ia juga tak bisa membenar kan kelakuan mommy nya.
semalam saja mereka sangat kerepotan mengurus sang Daddy akibat di cekoki Mommy nya itu dengan serbuk perang-sang lucknut itu.
Ferryandi berfikir bisa-bisa nya mommy? Mau nya apa sebenar nya ya? mommy sendiri yang ninggalin Daddy, sekarang malah dia sendiri yang mau menginginkan Daddy kembali secara gila. Beberapa tahun ini sejak Ferry di sekolah menengah Daddy nya benar-benar di puncak kesuksesan.., Mommy mulai cari-cari Daddy. Saat Ferryandi kelas sembilan dan hampir lulus akan masuk highschool saat itu lah mommy nya semakin gila-gilaan mengejar Daddy, jadi ini terhitung kurang lebih 4-5 tahunan.
"dasar gila tante Diah ini.." gumam Lola
ia memang tak ingin memanggil Miss Diah dengan panggilan Mommy seperti Ferryandi suami nya. Karena bagi nya Miss Diah sudah jahat menelantarkan Ferryandi, ia tidak suka.
"ya udah kak Syifa, kami mau cabut dulu, sebentar lagi ada tugas kampus yang menunggu.." kata Ferryandi
"maaf ya kak Syifa, mommy sudah menyusahkan mu, jika sekali lagi mommy menganggu kak Syifa aku tak akan memaafkan nya" lanjut Ferryandi mantap.
"iya, asal kamu saja yang jangan memiliki sifat ego dan tak mau kalah seperti itu..kamu anak baik" senyum Syifa..
Ferryandi senang sekali, mommy nya bahkan tak pernah berkata seperti ini pada nya.
sejak dulu hingga kini mommy nya memang tak pernah tulus pada nya. hingga sekarang ini pun sang mommy mendekati Ferryandi hanya untuk mendapatkan Daddy kembali.. Itu saja.
__ADS_1
"tenang saja kak Syifa, aku akan selalu membuat nya menjadi anak yang baik" tawa Lola
"iya kak Syifa percaya lah pada sayang-ku ini" Ferryandi menyenggol Lola..
Syifa ikut-ikut tertawa sama ulah pasutri muda ini.kemudian setelah Ferryandi dan Lola pergi..Syifa pun segera menyusul Mika yang sudah lebih dulu kembali ke kelas nya
"Mika, nanti kita ngobrol..ku traktir makan siang di kantin yuk?" ajak Syifa
"wah boleh tuh.." Mika tampak senang
"kamu semalam gak pulang ke kosan ya Syif..?" tanya Mika
"nggak.." jawab Syifa jujur
"kerepotan kami ngurusin Daddy nya Ferryandi..,kita sampe ketiduran di sofa malang-melintang gak jelas.." tawa Syifa mengingat kejadian tadi malam
Syifa tertawa seraya menepuk-nepuk pelan jidat nya karena lagi-lagi ia merasa lucu sama kejadian tadi malam..
"memang ada apa sih..?" Mika penasaran sama tawa Syifa yang terdengar berderai..
"nanti gue ceritain pas makan siang, tuh pak Kemal udah masuk.." tunjuk Syifa pada dosen mereka yang baru saja tiba
"ups.." hampir saja Mika tak menyadari nya.
"sana...sana duduk yang bener.." dorong Syifa bercanda..
Mika pun tertawa seraya mencubit kecil lengan Syifa..
"ih gak ada isi nya" ledek Mika karena lengan Syifa memang sangat ramping
"ngeledek, dah ah gak mau temanan lagi" Syifa pura-pura merajuk
"iya dehhh maaf cipa.." kata Mika
__ADS_1
mereka pun segera mengambil tempat duduk dengan tertib untuk menerima pelajaran yang akan di berikan pak Kemal.