
Setelah beberapa jam niko dan Laura sampai di depan pekarangan rumah kontraknya eca, sebuah rumah kecil dengan satu kamar terlihat bersih dan rapi.
tok tok tok
eca yang lagi melamun , terkejut mendengar ketukan dan membuka pinta, hati nya semakin sakit karena melihat dia orang yang telah menghancurkan nya sampai eca lupa apa itu bahagia karena saat dia terpuruk niko yang datang waktu itu, dan sekarang niko kembali menghancurkan nya.
"mau apa kalian " eca kembali menutup pintu namun niko sempat menghalangi nya.
"kita perlu bicara ca " eca tak bergeming
"apa lagi nik yang perlu di bicarakan hah.?apa semua kurang jelas, di saat aku butuh penjelasan kemana kamu, sengaja gak balas pesan ku, sengaja membawa wanita ini , untuk memperkenalkan nya dengan ku, aku gak butuh ini semua nik " dengan gemuruhh di dada nya dan menahan air mata nya eca berusaha kuat tidak menangis dan hanya emosi, kemarahan terlihat di wajah nya.
__ADS_1
"kita bicara di dalam ya ca,, gak enak bicara di depan pintu seperti ini " karena merasa bersalah juga niko bicara dengan nada lembut. eca pun kasih izin mereka masuk dan duduk bertiga saling berhadapan.
"Begini ca, Laura kalian sama sama baik, kalian berdua sama berarti nya dalam hidup ku ,dan untuk masalah hubungan kita ini, aku pikir tidakk akan ada siapa yang harus aku miliki, aku akan mundur tidak akan memilih di antara kalian berdua." kedua wanita di hadapan niko terkejut dengan apa yang di ucapkan niko
"gak bisa gitu sayang, kamu harus tanggung jawab dengan apa yang telah kita lakukan " Laura bicara dengan nada tinggi tidak Terima niko memutuskan hubungan mereka, tidakk degan eca dia merasa lega karena niko juga tidak memilih Laura. namun eca terkejut dengan apa yang di ucapkan Laura,,
"wanitaa liarr rupa nya ,pantas saja kamu selingkuh nik" gumam eca
"gimana ca kamu setuju " niko bertanya tampa rasa dosa sedikit pun.
"Apa yang membuat aku tidak setuju, kamu pikir aku akan minta dan mengemis cinta kamu, semua sudah selesai nik,, kalian berdua lebih baik pulang, aku rasa sudah cukup dan terimakasih atas kunjungan kalian berdua "
__ADS_1
Niko dan Laura pun pulang karena sudah di usir eca ,walapun secara halus. eca dan Laura pun tidak saling tegur sapa saat itu.
"kami pulang ca... maaf kan aku, jaga diri kamu baik baik " niko mengusap kepa eca namun eca tak perduli dengan kata kata yang di ucapkan niko.
setelah pulang niko dan Laura di mobil tertawa terbahak bahak
"ha ha ha ha aku nahan tawa lo sayang dari tadi, kamu ekting nya bagus banget " Laura bicara tampa sedikit beban menertawakan orang yang telah dia sakiti dengan sengaja
"Sudah sayang , yang penting kamu bahagia saat ini dan selama nya ,kamu akan terus ku buat tersenyum " niko benar benar membuat Laura besar kepala, tampa peduli apa yang sekarang eca rasakan di saat mereka menikmati kemenangan mereka tampa drama panjang begitu mudah melepaskan eca.
sementara eca di kamar nya menangis sekencang kencang nya melepaskan beban yang begitu berat, impian manis yang selama ini dia bangun dengan susah payah, hancur berkeping-keping .
__ADS_1
"niko, alex kenapa aku harus mengenal kalian, kenapa aku menaruh harapan sebesar ini untuk kalian, hingga akhirnya aku sudah tidak mampu lagi bertahan dengan kondisi seperti ini. aku lelah ..." gumam eca