
Tahun ajaran telah tiba eca dan teman teman ny termasuk alex sudah menduduki kelas 3 , entah karena keberuntungan apa bagi eca dan alex kembali berkumpul di kelas yang sama. tapi beda dengan tahun lalu eca dan alex merasa senang ketika mereka di kumpulkan satu kelas kali ini mereka masuk kelas tampa tegur sapa !
Hari hari pun berlalu sudah tidak terasa hampir dua bulan Eca duduk di kelas tiga, hari ini eca kelihatan lesu, ketika berjalan di Koridor sekolah eca di kagetkan dengan pemandangan tidak terduga.
"Alex... "gumam eca, namun eca tidak perduli berlalu melewati alex dengan seorang wanita yang lagi ngobrol di Koridor sekolah, yang eca tau gadis itu anak kelas dua, sebenarnya hari ini eca mau minta penjelasan atas sikap alex selama ini berubah tidak mau bertegur sapa dengan nya, tapi kali ini eca mengurungkan niat nya bahkan sudah mengerti kena alex berubah.
Di kelas
"caaa ,,, " teriakkk dea ketika eca masuk kelas
" Apa si de teriak teriak "eca meletakan tas dan duduk di samping dea dan tiba tiba menangis.
" Ca kamu melihat alex di depan? " eca mengangguk sambil sesugukan menangis, dea pun memeluk eca.
"Sudah ca mungkin kalian butuh waktu, ini fase kalian sama sama sudah jenuh,, di mana alex seperti nya sudah tau cewe, kalo dulu dia masih tergantung sama kamu dengan sifat kekanakan nya "
" Dea aku cuma butuh penjelasan dari alex "
"heyy penjelasan apa lagi, yang kamu liat diluar sana apa kurang jelas hah " dea sdh mulai marah dengan sikap sahabat nya ini, karena semua teman teman nya pun tau gimana selama ini eca dan alex selalu bersama dan saling membantu dalam hal apa pun termasuk masalah pelajaran.
Bel masuk kelas berbunyi, tidak lama guru kelas masuk bersama an murid murid lainya. mereka mengikuti pelajaran tampa suara sedikit pun karena males dengan guru agama yang setiap kali masuk harus setor hapalan surah.
" ca.. " eca melirik dea yang dari tadi sibuk komat kamit menghapal
"apa sihhh de ntar habis ini kamu lo yang di suruh kalo bikin berisik "
"aku kebelet pipis temani ijin keluar yukk " eca membelalakan mata nya
"What... izin keluar ? "
"ayoo lah ca ,,, pasti bapa kasih izin " dea pun mengangkat tangan ✋
"iya dea, ada apa ?" tanya pa husen
__ADS_1
"boleh izin keluar sama eca kebelet pa ? "
"Boleh , tapi jangan lama setelah balik kamu maju, tidak ada alasan lagi untuk tidak hapal , kalo tidak bapa akan menghukum mu "
"galak amat sih " dea ngomong pelan tapi di dengar pa husen
"Barusan ngomong apa dea? " pa husen menatap eca dengan muka menakutkan
"Gk ada pa kita keluar dulu ya " dea pun menarik tangan eca untuk keluar kelas "
"dea dea cari mati kamu, kaya gak tau pa husen ja " dea cuma senyum senyum menanggapi eca.
Setelah dari toelet eca dan dea pun masuk kelas , di kelas sudah gak ada lagi pa husen, karena teman teman nya bilang pa husen bergegas mengakhiri pelajaran setelah menerima telepon.
eca dan dea pun duduk kembali, tidak lama alex menghampiri mereka.
"dea bisa bicara sebentar gak sama eca " "huhhh kebiasaan" celutuk eca sambil pergi, karena sudah biasa alex mengusir dea ketika lagi bersama eca.
Eca terlihat biasa saja tidakk bertanya apa pun dengan alex, liat muka nya aj males rasa pengen menghilang seketika itu
"Terus aku harus apa leex" alex sejenak terdiam dia tau kekasih nya ini lagi marah
"kita harus bicara ca "
"udah bicara aj,, kenapa harus bertele, kalo gak, aku mau keluar " ancam eca, karena kekesalan nya sudah memuncak melihat alex saja sudah murka , hubungan masih terjalin malah asik di depan umum dengan wanita lain
"kita udahan yaa ca " bagai di sambar petir eca mendengar ucapan alex, dengan mudah nya berbicara tampa di pikir dulu, walaupun eca bakalan tau apa yang akan terjadi dengan hubungan mereka namun eca tidak menyangka alex ngomong tampa beban, mungkin benar apa yang di katakan dea,,sudah tidak ada perasaan karena bosan kelamaan pacaran.
eca cuma bisa menangguk tidak bisa berkata kata lagi entah apa yang di pikirkan eca namun hati nya sudah hancur berkeping-keping , alex mengusap kepala eca
"kamu pasti bisa ca tampa aku, kita mulai dari awal lagi, kita berteman ya " eca kembali bungkam, bibir nya kelu tidak mampu ber ucap sepatah kata.
lagi lagi alex bingung harus ngomong apa lagi dia pun sebenarnya sakit melihat mantan kekasihnya ini, elex tau dia jahat tapi dia harus membiasakan diri tampa eca, bukan karena orang ketiga namun alex setelah lulus mau masuk akpol, alex kembali meraih tangan eca namun eca kembali bergeming tampa aba aba lagi alex memeluk eca tidak perduli dengan teman teman yang ada di kelas.
__ADS_1
"kita akan terbiasa ca, aku janji setelah lulus sekolah, dan aku lulus akpol nanti , orang pertama yang ku temui adalah kamu "
eca tidak mampu berkata kata , menangis ber urai air mata,, alex menghapus air mata eca,,, dan mencium bibir eca sekilas, sebenarnya alex takut kebablasan karena tidakk bisa menahan hasrat nya bila terus bersama eca terus menerus sedangkan dia akan melanjutkan pendidikan akpol nya.
"lex wanita tadi " ucapan eca terputus tidak mampu lagi mengucapkan pertanyaan
alex terseyum,, "kenapa cemburu? " eca tak bergeming , tiba tiba melepas pelukan alex
"Gk... aku gk cemburu buat apa ! " eca memalingkan muka ny, alex malah semakin gemes dan terus menggoda eca yang terlihat begitu cemburu.
"ayoo laah ca,, sebelum mengambil kesimpulan jangan pernah prasangka tidak baik, selama ini pernah kah aku jalan sama cewe lain. tadi itu tetangga aku ca,, gak liat apa masih bocil gituu, d cemburu in! " alex terkekeh namun eca masih cuek.
"iya maaf " hanya bisa ngomong maaf karena eca sudah merasa bersalah telah berpikir alex menjauh karena wanita lain
"Sudah jangan marah lagi cantiknya hilang, kita sama sama menjaga hati kita ca setidak nya setelah pendidikan nanti ,bila kita berjodoh kita akan bersama lagi " alex bicara serius menatap eca dengan mata sembab eca hanya bisa diam, alex kembali memeluk kekasih nya.
"Aku akan selalu merindukan mu sayang " tangis eca kembali pecah membuat teman teman nya melihat seperti lagi nonton sinetron indosiar.
eca mengangguk
"aku juga selalu merindukan mu, aku cuma bisa mendoakan mu, setidaknya nya beberapa bulan ini sebelum kelulusan aku masih bisa melihat mu " alex mengusap pundak eca
"sudah pulang, aku antar ya " eca menggeleng
"Aku harus terbiasa pulang sendiri lex kamu Jangan kasih perhatian apa pun lagi karena membuat ku sakit " alex terdiam dan meninggalkan eca
"Tunggu aku, ngambil tas dulu " setelah membereskan buku buku dan memasukan nya ke dalam tas, eca berdiri dan melangkahkan kaki ny keluar kelas, namun dengan cepat alex menarik tangan eca
"Dasar bandel ku bilang tunggu aku " eca bingung dengan sikap alex, baru saja menyudahi hubungan tapi masih posesif, gumam eca, di saat itu di kelas cuma mereka berdua, teman teman yang lain sudah pulang. alex kembali memeluk , ******* bibir eca dengan penuh nafsu, tangan alex sudah masuk dibalik seragam eca ******* ***** dua gunung kembar kesyangan nya. eca tidak bisa menolak karena jujur eca juga merindukan alex.
Tidak sadar hampir setengah jam Alex dengan eca bercinta, alex pun menyudahi nya dengan membantu merapikan seragam eca.
"jangan pernah melakukan ini dengan laki laki lain " eca mengangguk.
__ADS_1
eca dan alex pun pulang, di saat sekolah sudah sepi hanya ada beberapa murid yang masih berada di sekolah.