
Ujian akhir sekolah telah selesai,tinggal menunggu hasil dan perpisahaan kelas 3.
Eca yang merasa tidak nyman lagi satu kelas dengan alex sering nongkrong di kelas lain ,dan biasa main sama Nadine sampai bsa melupakan alex , Eca sdh terbiasa tampa alex.
Di depan pintu kelas dea berteriak...
"Ca ke kelas yukk di cari in alex " eca mlongo dan memutar mata nya sambil berjalan keluar kelas Nadine.
"ke kelas dulu ya din besok lagi aku main kesini " nadin mengangguk kan kepala.
sampai depan pintu eca dan dea berjalan menuju kelas mereka, setelah masuk terlihat alex duduk di bangku eca,.
"ngapain tu anak ? dea mengangkat bahu tanda tidakn tau
" Datangin aj sana, cape ca dari tadi nyuruh nyuruh nyari in kami, pke maksa lagi "eca tertawa dan menepuk bahu dea.
" makasih de, km emang bestie aku , aku datangin tu bocah dulu , mau apa lagi dia?" sampai ny dibangku .
"minggir ini tempat duduk aku " dengan ketus
"galak amat "alex pun pindah ke kursi nya eca sambil mencolek hidung eca
__ADS_1
"Ca aku ada kabar baik " dengan muka sumringah alex menatap eca yang nampak cuek.
" kabar baik apa ? " eca bicara namun tidak menatap alex scra langsung, alex tidak marah karena alex tau sifat mantan kekasih nya ini, apa lagi akhir akhir ini eca sering menghindar dari nya.
"liat ini ca, aku sudah dapat formulir pendaftaran akpol ! " sambil memperlihatkan kertas formulir. eca pun terseyum
"Selamat ya lex semoga dimudahkan urusan nya sampai tercapai cita cita nya, dan jangan lupa Juga sholat berdoa. " mata eca sambil berkaca kaca, entah apa yang di pikirkan eca, yang jelas eca tidak tau kapan lagi bisa bertemu alex setelah ini. alex yang melihat eca terlihat mau menangis, meraih tangan eca dan menggenggam nya.
"Tunggu aku ca , kamu melanjutkan apa setelah ini? " eca menggeleng kan kepala nya karena sedikit pun eca tidak terpikir untuk meneruskan kuliah, karena eca bukan orang yang mampu jadi tidak ingin memaksakan diri untuk sekolah sampai tingkat SMA pun sdh Alhaamdullah.
" sudah jam pulang sekolah, aku antar pulang ya "setelah beberapa bulan ini alex tidak pernah mengantar eca pulang . eca menggeleng kan kepala nya, dengan menahan air mata nya eca berdiri tapi alex dengan sigap menarik tangan eca dan memeluk nya.
Eca dan Alex pun pulang bersama di tengah jalan alex memutar motor nya , bukan ke arah jalan pulang rumah Eca,
" kita kemana lex " alex tak menjawab tapi tangan terus mengusap tangan eca yang melingkar di perut nya.
tiba tiba di perjalanan ada motor lain yang sedang mengikuti mereka dan eca melihat itu karena jarak nya dekat tapi tidak mengenali siapa karena memakai masker.
"lex di belakang siapa, seperti nya mengikuti kita " belom juga alex menjawab motor itu sudah mendahului mereka dan menyapa.
"heyy bocah pulang sekolah bukan nya pulang,, mau bawa anak orang kemana " alex seketika menoleh karena mengenali suara itu dan tersenyum, mampus aku gumam alex.belom juga alwx menjawab laki laki itu yang ternyata ayah nya alex sudah melakukan motor nya mendahului alex dan eca,
__ADS_1
"Ayah ca,, " eca pun terseyum tidak menyangka ketemu ayah nya alex di jalan, tidak lama mereka sampai di sebuah taman dan alex memarkirkan motornya lalu mengajak eca turun dan duduk di sebuah kursi panjang di bawang pohon besar di tengah taman itu,
"mau minum apa ca "
"apa aj lex " alex pun beranjak meninggalkan eca untuk membeli minuman yang tidak jauh dari mereka ada pedagang yang menjual berbagai macam minuman. setelah membeli minuman alex kembali dengan membawa dua kaleng minuman fanta kesukaan mereka berdua.
"ini ca minum dulu " eca meraih minuman itu dari tangan alex
"makasih lex "
"iya sama sama" jawab alex sambil memandangi wajah eca yang terlihat murung tidak seceria dulu lagi.
"ca setelah lulus nanti kamu jaga diri baik baik ya ca, aku tidak bisa jaga in kamu lagi, mungkin dengan waktu yang lama kita tidak bisa bertemu lagi "
Eca pun terseyum sambil menatap laki laki yang selama tiga tahun ini bertahta di hati nya, walapun selama kelas 3 ini mereka pilih untuk berpisah namun hati mereka sama sama tidak bisa melupakan satu sama lain.
"aku sudah besar lex kamu jangan khawatir "
"justru kamu sudah besar aku takut pas sudah selesai pendidikan kamu sudah di lamar orang duluan " eca kaget mendengar ucapan allex dan tertawa terbahak bahak
"ha ha ha ha mikir nya kejauhan lex " tidak terasa sudah jm 5 sore alex dan eca memutuskan untuk pulang, mereka menghabiskan waktu berdua di taman itu sambil bercanda dan membicarakan hubungan mereka ke depan nya, karena beberapa hari lagi perpisahan sekolah, itu arti nya mereka sudah tidak dapat bertemu setiap hari seperti biasa nya, walaupun cuma melihat tidak bertegur sapa, namun itu saja sudah cukup bagi kedua nya yang lagi menjaga jarak. eca yang sempat patah pelan pelan bisa menerima perpisahan mereka.
__ADS_1