Singel Mom Mencari Cinta Sejati

Singel Mom Mencari Cinta Sejati
SMMCS10


__ADS_3

..."Menurihkan luka itu sangat mudah...


...Tapi mengobatinya memerlukan waktu yang cukup lama...


...Mengatakan janji itu sangat mudah...


...Tapi kadang yang membuat janji itu sendiri...


...Sering melupanya janji itu"...


...🍁 🌼 🌼 🌼 🍁...


FLASHBACK OFF


Klik,, (suara pintu terbuka)


"Waalaikumsa.....?" balas salam Bintang terputus setelah melihat siapa tamunya.


Bintang membukakan pintu, betapa terkejut saat mengetahui siapa yang bertamu sepagi ini . Saat Bintang mengharapkannya Dia malah tak datang , namun saat Bintang tak mengharapkan kehadirannya Dia malah hadir.


Sudah bertahun-tahun Bintang menutup luka di hatinya ,tapi saat ini kehadiran Biru membuat luka yang lama di pendam kembali terbuka lagi. Iya, yang bertamu pagi-pagi adalah Biru, mantan suami Bintang.


"Waalaikumsalam Wb, Wb. Ada apa ya ? "Kata Bintang setelah mengontrol keterkejutannya atas kedatangan Biru.


"Bukannya ada"jawab Biru.


"Ada lagi sarapan mau saya panggilkan Bulannya ? "tanya Bintang.


"Boleh "balas Biru.


"Kalau begitu tunggu di ruang tamu, Saya panggilkan Bulannya sebentar "Kata Bintang.


Bintang pun mempersilahkan Biru masuk untuk menunggu Bulan selesai sarapan. Setelah Biru masuk ,Bintang tidak menutup pintu agar warga tak berpikir macam-macam dengan adanya lelaki masuk ke rumah Bintang. Memang orang-orang tahu siapa Biru yaitu ayahnya Bulan,dulu memang Biru suaminya tapi kini status itu berganti jadi mantan. Sekarang Biru orang asing bagi Bintang tapi untuk Bulan, Biru tetaplah ayahnya tak ada kata mantan.


Tak ada kata mantan anak, ketika orang tuanya mereka berpisah. Anak ya anak ,karena ikatan anak dan orang tuanya tak bisa terpisahkan. Ikatan itu selalu ada tak akan lepas begitu saja. Anak bukan seperti pasangan saat kita pacaran terus putus jadi mantan pacar. Jangan samakan anak dengan mantan pacar setelah putus di lupakan. Maaf Author jadi curhat kita lanjut ceritanya ya readers ?

__ADS_1


"Mau minum apa ? "tanya Bintang.


Setelah Biru duduk nyaman di ruang tamu Bintang menanyakan Biru mau minum apa sambil nunggu Bulan selesai sarapan.


"Tidak perlu, nanti merepotkan ?"balas Biru .


"Tidak merepotkan ku "Kata Bintang.


Bagaimanapun Biru adalah ayahnya Bulan dan tamu di rumahnya, sebisa mungkin Bintang menjamu tamu dengan baik.


"Baiklah, minum kopi saja ?"jawab Biru.


"Tunggu sebentar Saya buatkan dan panggilkan Bulan , mungkin Bulan sudah selesai sarapan "ucap Bintang.


"Iya "jawab Biru.


Bintang pun ke dapur meninggalkan Biru di ruang tamu untuk membuatkan kopi dan memanggil Bulan.


Di Meja Makan


"Sayang, sudah selesai sarapannya ? "tanya Bintang setelah dekat meja makan.


"Sudah, Ma "jawab Bulan.


Bulan selesai meminum susunya bertepat Bintang mendekati meja makan, jadi setelah Bintang sampai Bulan sudah selesai.


"Kalau begitu Bulan temui Papa Bulan di ruang tamu, Mama mau buatkan Papa kopi dulu ?"Kata Bintang meminta Bintang menemui Papanya.


"Papa ? "ulang Bulan memastikan ucapan Bintang barusan tentang Papanya ada di ruang tamu.


"Iya, Papa Bulan datang untuk menemui Bulan " jawab Bintang.


"Benarkah Papa datang untuk menemui Bulan, Ma ?"tanya Bulan.


Memang selama ini Bulan jarang ketemu Papanya, sekarang Papanya menemui hatinya Bulan bahagia karena lama tak bertemu. Tapi, selama ini Bulan telah lama menunggu Papanya untuk menemuinya ,dulu Biru berjanji akan selalu menemuinya saat tak sibuk. Tapi apa yang Bulan tunggu selama ini Papanya tak pernah menemuinya dan menepati janjinya. Sekarang saat Bulan tak menunggui lagi Papanya datang ingin menemuinya.

__ADS_1


Bintang mendengar pertanyaan Bulan, sangat mengerti bagaimana perasaan Bulan yang selalu menunggu kedatangan Papanya yang berjanji akan selalu menemuinya saat tak sibuk.


"Benaran, di ruang tamu ada Papa Bulan. Mama, ngerti perasaan Bulan selama ini Bulan menunggu Papa untuk memenuhi janjinya. Mungkin dulu Papa sangat sibuk jadi tak bisa menemui Bulan. Karena hari ini Papa tidak sibuk jadi bisa luangkan waktunya untuk bertemu Bulan "Kata Bintang memberikan pengertian kepada Bulan.


Kenapa selama ini Papanya tak bisa menepati janjinya. Bintang mengatakan semua itu , agar Bulan tidak membenci Papanya yang selama ini tak pernah menepati janjinya .


"Hemz, ya sudah Bulan temui Papa sebentar sebelum berangkat sekolah " jawab Bulan dengan pasrah.


Setelah merapikan pakaian sekolah yang sedikit berantakan Bulan langsung menuju ruang tamu untuk menemui Papanya.


Melihat punggung Bulan tak terlihat lagi Bintang membersihkan meja makan terlebih dahulu baru membuatkan Biru kopi.


Bintang menanyakan itu untuk memberikan ruang kepada Bulan dan Biru untuk melepas rindu karena lama tak bertemu.


Dua puluh menit selesai dengan pekerjaannya, Bintang pun menuju ruang tamu menemui Bulan dan Biru sambil membawa kopi dan cemilan.


Sampai di ruang tamu Bintang melihat Bulan sedang asyik bercanda bersama Biru. Walau tadi di meja makan Bulan sempat tak semangat untuk bertemu Papanya tapi saat sudah bertemu Papanya, Bulan bisa tertawa dan bercanda bersama Papanya . Bulan begitu baik menyimpan rasa kecewanya terhadap Papanya, Bulan menutupinya dengan menampilankan senyuman bahagia di hadapan Papanya.


Bintang melihat kebersamaan Bulan dan Biru terus bisa bercanda bersama ikut tersenyum juga. Walau Bintang mengerti kekecewa Bulan begitu dalam kepada Biru. Namun, Bulan menutupi semuanya rasa kecewa itu dengan , menghabiskan waktu yang ada untuk bersama Papanya. Belum tentu suatu hari nanti apakah Papanya masih ada waktu untuknya lagi.


Bintang cukup bahagia melihat Bulan bisa memiliki kenangan bersama Papanya . Walaupun tak lama kebersamaan itu tercipta namun cukup menutupi rasa rindu yang lama mereka simpan saat tak bertemu.


... 🐼 🌹 🌹 🌹 🐼...


Bersambung....


...🌼 🐦 🐦 🐦 🌼...


Maaf telat update ya readers ?


Semoga suka kelanjutan cerita Bintang ?


Jangan bosan nunggu ceritanya Author ?


Kalau kalian mau bertemu dengan Author follow saja instagram Author @ienuy_1718@

__ADS_1


__ADS_2