
"Eh, sudah bangun rupanya, baru mau panggil kalian sudah datang? . Ya sudah, ayo duduk kita sarapan bersama ? ".
"Iya ,Ma . "
"Iya, Kak . "
Mereka pun duduk di kursi masing-masing, tak lama Ayah dan Ibu Bintang juga sudah keluar kamar .Setelah semua berkumpul mereka pun makan bersama, saat makan tak ada yang bicara hingga mereka selesai sarapan.
Satu persatu meninggalkan meja makan untuk melanjutkan aktivitas masing-masing. Karena hari ini weekend Bintang tak banyak kegiatan di luar, jadi Bintang bisa membantu Mamanya mencuci piring dan bersih-bersih rumah.
"Ma, Bulan ingin main ke lapangan apa boleh? "izin Bulan kepada Bintang saat ia sudah selesai sarapan.
"Iya boleh. Tapi jangan nakal dan bertengkar dengan teman? . Dan ingat bila mau main ke tempat lain izin dulu agar Mama tidak khawatir bila kamu tidak ada di lapangan ? " pesan Bintang kepada anaknya.
"Oke, Komandan . Prajurit izin ke lapangan dulu ,Assalamualaikum ? "jawab Bulan dengan hormat ala-ala prajurit kepada atasannya.
"Wa alaikumsalam "balas Bintang.
Saat izin sudah di tangan Bulan langsung berlari keluar rumah untuk pergi bermain ke lapangan. Sedangkan Bintang melanjutkan pekerjaannya membersihkan meja makan kemudian mencuci piringnya.
Bintang juga sudah tak khawatir saat anaknya bermain di luar karena tadi Bulan sudah izin terlebih dulu mau main ke mana.
__ADS_1
Bintang bukannya mengekang aktivitas anaknya hanya saja Bintang masih trauma ketika dulu Bulan main bersama teman tidak izin terlebih dahulu sehingga membuat Bintang sangat khawatir saat itu.
Dulu pernah Bulan belum pulang saat makan siang sudah lewat, karena khawatir anaknya makin telat makan siangnya. Maka dari itu Bintang mencari anaknya untuk pulang makan siang. Tapi, saat Bintang sampai di lapangan ia tidak melihat anaknya ada di sana. Bintangpun menyisiri seluruh lapangan untuk mencari anaknya tapi setelah lama mengelilingi lapangan tetap tidak ada juga terlihat anaknya, batang hidungnya saja tidak terlihat sama sekali.
Tak lama Bintang melihat salah satu teman anaknya, mengambil sepedanya di lapangan mungkin tadi sepedanya tertinggal saat ia asyik bermain dengan teman-temannya.
Bintang pun mendekati untuk bertanya apakah ia ada melihat anaknya.
"Permisi, kamu temannya Bulan ya ?".
"Iya ".
"Ada, tadi kami sempat main bersama ".
"Terus sekarang Bulannya di mana ? ".
"Sekarang aku tidak melihat ke arah mana perginya Bulan. Tapi, tadi aku dengar temannya Bulan membawainya untuk maik ke rumahnya ".
"Ooh,makasih infonya ? Maaf jadi ganggu? ".
"Iya sama-sama. Tidak apa-apa kok tidak ganggu ".
__ADS_1
Setelah mengetahui di mana pergi anaknya Bintang langsung pergi ke salah satu teman dekat anaknya. Karena seingat Bintang hanya ia teman Bintang yang selalu membawa Bulan pergi ke rumahnya. Tak memerlukan waktu lama Bintang sampai ke rumah temannya Bintang.
Deg,,,
Sesampainya di sana Bintang di buat jantungnya terasa tak berdetak lagi saat melihat keadaan anaknya. Yang mana saat itu Bintang bersama teman sedang bermain sepedaan di jalan raya mana jalannya memiliki tikungan tajam bila tidak hati-hati akan bisa kecelakaan.
...π π π π π...
Bersambung....
...πΌ πΌ πΌ πΌ πΌ...
Terima kasih karena kalian masih mau mampir dan menunggu karya Author !
Sambil nunggu Author up lagi jangan lupa baca juga karya Author yang lainnya !
Happy reading semua !!!!!
Follow Ig Author @ienuy_1718 , kita berteman ya ?βΊ
Lebih baik kita banyak teman buat silaturrahmi, daripada banyak musuh benar gak reader ?βΊ
__ADS_1