Singel Mom Mencari Cinta Sejati

Singel Mom Mencari Cinta Sejati
SMMCS 11


__ADS_3

Di ruang tamu


Bulan dan Biru asyik bercanda sambil bercerita, tak menyadari ke datangan Bintang.


"Bulan, buku pelajaran sudah di siapkan sebentar lagi berangkat sekolh nanti telat "kata Bintang .


Suara Bintang menghentikan canda tawa sepasang anak dan ayah ,yang lagi asyik bercerita tentang keseharian mereka ketika mereka tak bersama.


"Sudah siap Ma,tinggal berangkat sekolah saja lagi" jawab Bintang.


"Kalau sudah , Bulan ambil tasnya baru berangkat ,ini sudah jam 06:30 hari ini kan upacara pagi terlebih dulu" ucap Bintang mengingatkan Bulan kalau hari ini ,adalah hari senin.


"Oh,,,iya Bulan lupa Ma.Makasih Mama sudh ingatkan Bulan.Pa, Bulan mau ambil tas ke kamar dulu "pamit Bulan kepada Papanya.


"Iya, nanti berangkatnya Papa antar ya ?"balasnya.


"Emang Papa tidak sibuk ? "tanya Bulan.

__ADS_1


Ia tak ingin kembali di berikan harapan palsu oleh Papanya dulu Papanya selalu berjanji akan meluangkan waktunya untuk bertemu dengannya. Namun, apa yang Ia dapat Papa tak pernah datang menepati janjinya. Bila menunggu tanpa kepastian akan sakit. Betul tidak readers, pasti sakit kantor menunggu tanpa ada kepastian ?


Begitu juga yang di rasakan Bulan, Ia menunggu janji Papanya untuk menemuinya tapi tak datang-datang juga. Malah Ia sudah meluangkan waktunya untuk menghabiskan waktu dengan Papanya. Tapi apa yang Ia dapat rasa kecewa yang di rasakan seorang anak kepada orang tua. Rasa kecewa itu tak akan begitu terasa sakit, bila ada pesan atau kepastian tapi ini tak ada pesan atau kepastian bahwa hari ini tak usah menunggui Papa datang Papa lagi sibuk. Namun, ini tak ada sama sekali pesan hingga seharian menunggu Papanya tak pernah datang juga. Akhirnya sampai sekarang Bulan tak ingin terlalu berharap dengan ucapan Papanya.


"Papa tidak sibuk, karena hari ini Papa libur Papa memang ingin bertemu anak Papa yang cantik ini "jawab Biru sambil memcubit gemezz pipi bapau anaknya.


Memang lama banget mereka tak bertemu sehingga Biru tak terlalu tahu perkembangan anaknya. Yang mana sekarang badannya terlebih lebih gemuk dari terakhir mereka bertemu. Di tambah pipinya yang seperti bapau membuat siapa saja yang melihat ingin mencubit pipinya karena gemezz.


"Oh, Bulan ambil tas dulu ke kamar !"respon Bulan.


Deg,,,


Bintang tak ingin Bulan mendengar pembicaraan mereka. Bintang takut nanti kalau-kalau pembicaraan mereka membuat Bulan tambah kecewa.


"Ehmmm, Apa kita bisa bicara sebentar ?"tanya Bintang.


Pertanyaan Bintang membuat Biru tersadar dari lamunanya.

__ADS_1


"Boleh, mau tanya apa ? "jawab Biru.


"Kenapa kamu setiap janjian dengan Bulan tak pernah menepati janjinya ? Aku tak masalah kau ingin bertemu Bulan. Tapi jangan juga sesuka hatimu mengingkari janji dengan anakmu sendiri. Kalau kamu tak bisa menepati janjinya seenggaknya kasih kabar dulu agar tak membuat Bulan menunggu lama tanpa kepastian. Aku sedih melihatnya setiap kali kamu berjanji dan tak juga datang, Bulan sedih setiap aku tanya Bulan baik-baiknya. Hatiku sakit melihatnya walau Bulan bilang Ia baik-baik saja. Tapi hatinya begitu sakit di buat kecewa oleh Papanya sendiri orang yang menjadi cinta pertama anaknya . Bulan tak pernah melihatkan kesedihannya kepada ku, mungkin Ia tak ingin aku juga sedih bila melihatnya sedih. Apa kamu pernah mikirkan bagaimana perasaanku saat melihatnya sedih, sakit, sangat sakit hati ini ? Bayangkan umur sekecil Bulan memendam semua rasa kecewanya sendiri dan selalu bahagia di hadapan orang lain ? Pasti sangat sakit, tapi lihat Bulan bisa memendamnya rasa kecewanya terhadapmu selama ini. Ia tersenyum saat bersamanya dan bersikap ceria seperti biasanya. Hik,,, Hik,,. Bulan......,,, Hik,, hik ,,begitu apek menutupi rasa kecewanya dengan senyumannya selama ini. Hik, Hik,, " Kata Bintang mengeluarkan unek-uneknya selama ini yang Ia simpan untuk Biru.


Deg,,,,


...🌸🌸🌸🌸🌸...


Bersambung...


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Maaf baru Up ya readers soalnya lagi cari kerja yang cocok untuk seperti Author ini ?


Susah ya di umur 27 tahun mencari kerja ?


Ya sudah lah jalani saja seperti ini dulu Allah SWT yang tahu terbaik untuk kita. Mungkin belum waktunya aku dapat kerja ?

__ADS_1


Wassalammu alaikum readers


__ADS_2