Sisi Lainku Yang Tersembunyi. ..

Sisi Lainku Yang Tersembunyi. ..
Daffin Danendra


__ADS_3

Karena terlalu larut dengan cerita dari buku yang sedang dia baca, pria Itu belum sadar jika ada orang lain di sana selain dia.


Cahaya yang baru saja melihat wajah pria itu dengan jelas tanpa sadar menatap dan menelisik penampilannya 'Tampan' satu kata yang langsung muncul di benaknya ketika melihat pria Itu.


Karena terlalu asik menatap wajah pria itu dia tidak sadar jika orang yang dari tadi dia tatap kini berbalik menatap nya.


Serasa tersadar cahaya langsung membalikkan wajah sambil merutuki kebodohannya yang terlalu larut menatap wajah pria itu.


"Bodoh bodoh bodoh" rutuk cahaya pelan sambil memukul kepalanya sendiri.


Pria itu melihat tingkah cahaya sambil mengernyitkan keningnya dengan bingung.


"Dasar gadis aneh" kata pria itu dalam hati sambil tetap melanjutkan bacaannya.


Daffin Danendra adalah nama pria itu, dia biasanya di Panggil Daffin. Pria yang tampan, cuek, kaya dan populer.


Namanya tidak asing lagi terdengar di telinga para mahasiswa yang berkuliah di sana karena selain penampilan nya itu dia juga pintar, dan juga playboy.


Yah playboy, mungkin karena dia tau dia populer jadi dia terkadang memanfaatkan wanita wanita yang tergila gila padanya, dan dengan bodohnya wanita wanita itu juga tetap mau Walaupun, dia tau jika Daffin tidak pernah serius dengan mereka dan hanya ingin bermain main.


Walaupun begitu, Daffin biasanya hanya mendekati wanita wanita yang menurut dirinya cantik, dan jika sudah bosan dia akan mencampakkan mereka dan tak ingin berurusan lagi dengan mereka.


Tak jarang ada wanita yang terus mengganggunya karena tidak ingin mengakhiri hubungan mereka begitu saja, tapi Daffin tetap tidak peduli dengan mereka.


Tak terasa waktu berlalu dengan cepat hingga akhirnya cahaya memutuskan menyudahi kegiatan belajarnya dan pulang ke rumah.


Saat perjalanan keluar kampus dia tidak sengaja melihat pria yang di perpustakaan tadi berjalan bersama wanita yang ternyata adalah laras, lalu mereka masuk ke mobil mewah yang cahaya duga milik pria yang tadi itu.


Cahaya lalu melihat penampilan nya sendiri dari atas sampai bawah yang Jauh berbeda dengan laras,


"Tentu saja pria tampan pasti menyukai wanita yang cantik juga, memangnya apa yang kau fikirkan cahaya? Dasar bodoh" rutuk cahaya pada dirinya sendiri.


" Laras memang wanita yang cantik dan juga bertubuh indah jadi tidak heran jika pria sedingin itupun menyukainya" fikir cahaya dalam hati.


Cahaya berjalan sambil terus berbicara untuk menyadarkan dirinya sendiri agar tidak terlalu berharap dan bermimpi ketinggian tentang Daffin.

__ADS_1


Dia berjalan melewati beberapa mahasiswa yang menatapnya dengan tatapan aneh sambil berbisik bisik melihat cahaya.


" yah lihat si cupu " kata salah satu wanita dari mereka kepada temannya


"kenapa? " tanya yang lainnya


"Dia dari tadi terus bicara sendiri " kata wanita tadi


"Apa dia sekarang mulai gila juga? " sahut wanita lainnya sambil tertawa mengejek kepada cahaya


Cahaya yang melewati mereka tentu saja mendengar apa yang mereka katakan, tapi dia tetap berjalan seakan akan tidak mendengar apa apa.


Lalu saat cahaya berjalan dia melihat tiga pria yang sedang duduk bersama di kursi yang tak Jauh dari situ.


Mereka menatap cahaya dari atas sampai bawah dengan tatapan yang Sulit di jelaskan, lalu salah satu dari mereka bertanya.


"Dia siapa? " katanya


" Yang mana? Kata temannya


"ohh si cupu" kata temannya


"Kenapa? Kau menyukainya? " kata temannya sambil menggodanya.


"Aku hanya bertanya Karena tidak pernah melihatnya " kata pria itu dengan kesal.


"Aku fikir kau menyukainya " kata temannya sambil tertawa.


"Heehh" kata pria itu sambil menghela nafas.


"Jadi, dia anak kampus sini? " kata pria itu lagi


"Iyya dia anak kampus sini " kata temannya


"Kalau kau menyukainya akan ku kenalkan " kata temannya lagi.

__ADS_1


"memangnya kau mengenalnya? " tanya pria itu.


" yah engga lah nan " jawab temannya,


Pria yang di Panggil nan Itu menatap temannya kesal.


"Jadi bagaimana? Mau atau tidak?" Tanya temannya lagi ke pria yang di Panggil nan tadi


"Aku hanya Penasaran " jawab pria yang di Panggil nan tadi dengan kesal Karena terus di goda temannya


Pria Itu tertawa melihat eksperesi temannya yang kesal.


"karena si Adnan Nggak mau, bagaimana kalau dengan mu saja win" kata temannya lagi sambil menatap pria di sebelah Adnan.


"Dia bukan tipe ku" sambil melihat penampilan cahaya yang berjalan tak jauh dari mereka


"Bahkan tidak mendekati "katanya lagi


"yah santai, aku hanya bercanda " katanya sambil tertawa


"kenapa tidak dengan mu saja dit" kata pria yang di Panggil win ke pria yang dari tadi menggoda teman temannya.


"yang benar saja, bahkan tubuhnya tidak berbentuk begitu" sambil menatap cahaya dengan pandangan menelisik.


Cahaya yang berjalan tidak Jauh dari mereka tentu saja masih bisa mendengar percakapan mereka, dan merasa risih saat mereka menatap penampilannya apa lagi tubuhnya.


Jika kalian bertanya kenapa aku tidak marah?


Aku marah tentu saja marah, rasanya ingin ku beritahu ke mereka semua bahwa mereka tidak tau apa apa tentang ku tapi bertingkah seakan mereka tau semuanya.


aku berusaha untuk mengabaikan mereka, Karena sekali lagi ku fikirkan berdebat dengan mereka tidak ada gunanya Sama sekali dan malah akan menambah masalah bagiku.


Dan menunjukkan klau aku marah malah akan mewujudkan keinginan mereka yang ingin melihat ku menderita jadi sebisa mungkin aku abaikan saja.


Cahaya tetap berjalan cepat keluar gerbang untuk mencari angkutan umum untuk pulang tapi entah kenapa perjalanan sampai keluar gerbang saja terasa Sangat Jauh.

__ADS_1


Tolong di vote dan komen yah untuk menambah semangat author lanjutin ceritanya😊😊


__ADS_2