Sisi Lainku Yang Tersembunyi. ..

Sisi Lainku Yang Tersembunyi. ..
LUKA 1


__ADS_3

Author POV


Cahaya menatap pantulan dirinya sendiri di cermin, dia terdiam agak lama sambil terus menatap pantulan dirinya sendiri. Cahaya tersenyum samar dengan wajah yang sendu.


Berbagai emosi yang tergambar di wajahnya, banyak hal yang sebenarnya ingin dia utarakan tapi entah kenapa semua itu tidak bisa dia katakan siapa pun termasuk orang tuanya sendiri.


Tidak ada siapa pun yang ingin hidup dengan menutupi wajah, tubuh, dan segala hal tentang dirinya kepada orang lain sedangkan memperlihatkan hal yang palsu di depan mereka.


dia sadar jika penampilannya sekarang Sangat berbeda dari penampilan hari harinya yang kebanyakan orang tau.


Yang orang tau tentangnya dia adalah wanita yang biasa biasa saja malah terkesan jelek bagi teman temannya,rambut yang selalu di kepang, memakai baju over size yang menyembunyikan bentuk tubuh indahnya, wajah tanpa make up yang sebenarnya jika di perhatikan tetap memancarkan kecantikannya tapi sayangnya tidak ada yang sadar karena mereka lebih fokus dengan penampilan luarnya. Dan jangan lupakan juga kacamata besar yang menempel di mata indahnya.


Jika saja mereka memperhatikannya lebih lama, mereka mungkin akan tau jika ada paras yang sangat cantik yang tersembunyi di penampilan biasa Itu.


Cahaya bukanlah dari keluarga yang kurang mampu, dia adalah putri dari keluarga yang kaya, bahkan almarhum kakeknya adalah salah satu pengusaha yang memberikan dana terbesar untuk kampus tempat dia kuliah, dan sekarang ayahnya masih melanjutkan Itu.


Jika kalian bertanya kenapa dia bersusah payah melakukan ini semua? Semua yang dia lakukan bukanlah tanpa alasan.


Dia takut kejadian masa lalunya akan terulang kembali jadi sebisa mungkin dia menjauhi semua hal yang bisa membuatnya mengalami hal yang serupa.


Jika biasanya wanita sangat suka di perhatikan dan di puji cantik, berbeda halnya dengan cahaya dia benci dan juga takut saat orang orang mengagumi wajah cantik dan tubuh indahnya karena dia tau tidak ada di antara mereka yang serius. Mereka hanya ingin bermain main dengannya,dan itu mengingatkan dia dengan peristiwa kelam di masa lalunya.


Tidak ada satu pun orang yang tau kejadian itu bahkan orang tuanya pun tidak dia beritahu, dia tidak berani mengatakannya kepada mereka dan memendam semuanya sendiri.


Kejadian itu bermula saat dia masih berumur 15 tahun saat dia bersekolah di sebuah SMA.


Dulu Cahaya adalah gadis yang sangat berbeda dari sekarang. Dengan Wajahnya yang cantik, tubuh yang indah, berprestasi, santun dan selalu ceria dia menjadi gadis yang populer di sekolahnya, banyak pria yang menyukainya tapi itu tidak menjadikan dirinya sombong akan semuanya.


Jika biasanya gadis yang populer tidak di sukai banyak teman wanitanya tapi berbeda dengan cahaya, dia punya banyak teman wanita. Mungkin karena dia selalu memperlakukan mereka dengan baik jadi orang orang sangat nyaman di dekatnya.


Jika orang melihatnya dari luar, pasti mereka berfikir kehidupan sekolahnya sangat indah. Tapi, asal kalian tau jika ada hal yang selalu dia tutupi dengan senyuman.


Kejadian itu bermula saat.....


Flashback ....


Jam pulang sekolah telah tiba, banyak siswa yang berlalu lalang meninggalkan sekolah, cahaya sengaja menunggu sebagian siswa berlalu karena sifatnya yang pemalu dia tidak suka jika terlalu banyak orang di sekitarnya jadi sambil menunggu dia berbincang dengan beberapa temannya yang juga masih di kelas.


Saat merasa jika sebagian siswa sudah pulang jadi cahayapun bersiap untuk pulang juga, teman temannya menunggu di depan kelas saat cahaya merapikan buku bukunya dan menyimpannya di dalam tas.

__ADS_1


Tapi tanpa cahaya duga segerombolan siswa pria yang cahaya tau mereka adalah kakak kelasnya datang dan langsung masuk menghampirinya. Tentu saja cahaya bingung dengan apa yang terjadi, dia meyakinkan dirinya untuk tetap tenang dan semuanya akan baik baik saja.


"Ada apa kak? " tanya cahaya sambil menatap mereka.


Tapi mereka tidak menjawab dan salah satu dari mereka tetap menatap ke arah cahaya sambil terus memperhatikan tubuhnya dari atas ke bawah dengan tatapan yang entahlah bagaimana menjelaskannya. Mereka berbisik bisik sambil tersenyum tersenyum yang membuat cahaya semakin bingung.


Cahaya berusaha menghindari mereka dengan cara berjalan cepat menuju pintu untuk keluar kelas tetapi, salah satu dari mereka dengan cepat menarik tangannya dan memeluknya erat yang membuat cahaya sangat terkejut.


"kak, lepaskan " sambil berusaha melepaskan diri.


Teman teman pria itu juga sama terkejutnya dengan cahaya karena bukan niat mereka melakukan itu.


"yah agus apa yang kau lakukan? Ini tidak seperti kesepakatan kita tadi " kata salah satu dari mereka sambil berusaha melepaskan pelukan temannya itu.


"bagaimana jika ada yang melihatnya " seru temannya yang lain.


"kak aku mohon jangan begini "kata cahaya sambil terus memberontak hingga pria tadi melepaskan pelukannya.


Saat pelukannya terlepas cahaya tanpa sadar langsung berjalan mundur karena pria itu semakin mendekatinya.


"tutup pintunya" kata pria yang bernama agus itu kepada temannya yang lain.


"TUTUP" kata agus dengan sedikit kurasa sambil berbalik menatap mereka.


Karena agus terkenal menakutkan jadi tidak ada yang berani mengacuhkan perintahnya.


Setelah pintu tertutup, cahaya makin ketakutan. Teman temannya yang tadinya di luar lebih dulu keparkiran sesaat sebelum agus dan teman temannya datang, mereka sepertinya sudah merencanakan itu saat melihat teman teman cahaya pergi.


Agus semakin mendekat hingga akhirnya dia bisa melihat wajah cantik cahaya di depannya.


"cantik" katanya sambil mengelus wajahnya dengan tangan..


Cahaya merasa tubuhnya menjadi kaku karena takut bahkan suaranya tidak bisa keluar, dia hanya berdoa semoga saja ada yang bisa membantunya.


Saat agus akan melanjutkan menyentuh cahaya tapi tiba tiba salah satu dari temannya berkata.


"Gus ada satpam, kayaknya dia mau ke sini"


Kata salah satu dari mereka.

__ADS_1


"aissshh menganggu saja" kata agus sambil kesal.


"OK cantik, nanti kita ketemu lagi" kata agus lagi sambil menyentuh pipi cahaya.


Saat mereka semua keluar dari sana cahaya langsung merosotkan tubuhnya sambil menunduk, perasaan takut, terkejut, sedih dan kesal semua bercampur aduk menjadi satu. Tapi salah satu dari mereka mendekat dan berkata


"cepat keluar dari sini jika kau tak ingin mereka kembali " kata pria itu dengan dingin sambil membantu cahaya berdiri dan kemudian pergi,


Sebenarnya pria itu yang memberitahu agus jika ada satpam padahal sebenarnya satpam itu tidak ada.


"Terima kasih kak" kata cahaya sesaat sebelum pria itu pergi.


Cahaya kembali ke rumah dengan murung tetapi saat bertemu orang tuanya dia langsung tersenyum ceria seperti biasanya.


Cahaya kembali bersekolah seperti biasanya dan berjanji untuk tidak mengingat kejadian itu lagi, dia lebih banyak berdiam diri di kelas dari pada tempat lainnya karena takut bertemu mereka lagi.


Saat jam istirahat di mulai, cahaya merasa sangat lapar jadi dia memberanikan dirinya untuk pergi ke kantin dan mengajak salah satu temannya yaitu Susi untuk menemaninya, dia memilih kantin yang agak sepi karena takut bertemu mereka lagi.


Saat sampai di kantin tidak ada siswa di sana kecuali dua orang guru pria yang sedang makan sambil bercengkrama, cahaya bernafas lega saat melihatnya.


Cahaya dan Susi memberi salam kepada guru guru tersebut, ke dua guru itu biasanya di panggil pak wahyu dan pak Rahmat.


"Selamat siang pak" kata cahaya dan Susi


" Siang, kalian mau makan juga di sini? " kata pak wahyu kepada mereka berdua.


" Iyya pak" kata cahaya dan Susi .


"kalau begitu duduk di sini saja" kata Pak wahyu itu lagi


"tidak usah pak, kami duduk di sana saja" kata cahaya menolaknya dengan halus.


" sudah duduk saja di sini " kata pak Rahmat.


Cahaya dan Susi saling berpandangan lalu memutuskan duduk di sana, guru guru tadi duduk saling berhadapan jadi cahaya dan Susi duduk bersebelahan dengan masing masing guru di sebelah nya. Susi duduk di sebelah pak wahyu , sementara cahaya duduk di sebelah pak Rahmat


Mereka makan sambil berbincang bincang tentang pelajaran dan yang lainnya karena mereka di kenal sebagai guru yang humoris jadi banyak siswa yang mengidolakan mereka. Saat masih berbincang, cahaya merasa ada sebuah tangan yang meraba punggungnya, cahaya yang terkejut refleks menggeser sedikit posisi duduknya tapi sentuhan tangan itu datang lagi dan meraba punggungnya dan semakin turun hingga cahaya seperti tersadar dia langsung berdiri.


"Maaf pak, sepertinya saya harus ke kelas dulu karena masih ada tugas yang belum selesai" kata cahaya sambil mengkode Susi untuk pergi.

__ADS_1


Susi yang mengerti langsung mengiyakan perkataan cahaya. Sebelum pergi cahaya melirik pak Rahmat guru yang tadi di dekatnya, eksperesinya biasa biasa saja seakan akan tidak ada yang terjadi dan itu membuat cahaya sedih dan merasa terhina oleh guru yang sudah dia aggap sebagai orang tuanya.


__ADS_2