Sistem Kostumisasi Iblis

Sistem Kostumisasi Iblis
[SKI A01] Bab 01 โ€ข Lahir Kembali?


__ADS_3

...๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ...


...[SKI A01]...


...โ†“โ†“โ†“...


...[Sistem Kostumisasi Iblis, Arc 01]...


...โ†“โ†“โ†“...


...ใ€ŽLahir kembali, Dunia lain, dan menjadi Iblis yang sebenarnyaใ€...


...๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ...


Disuatu hari yang cerah, dimana sebuah halaman rumput dengan berbagai macam bunga serta pohon tunggal dengan sebuah ayunan.


Terlihat seorang Wanita berambut hitam sepinggang disisir kesamping kanan yang duduk bersandar di batang pohon dengan seorang Anak Kecil berambut hitam sealis yang duduk dipangkuan Wanita tersebut.


Dengan kedua tangan Wanita tersebut melingkar dileher Anak Kecil itu dengan sebuah buku bersampul kulit yang ada dihadapan Anak Kecil itu, terlihat bahwa Wanita tersebut sedang menceritakan sebuah cerita.


Pada suatu hari, disuatu tempat yang terletak jauh dikedalaman Tata Surya, didalam Alam tersebut ada sebuah sosok yang Agung.


Sosok yang menciptakan maupun memusnakan mahluk fana seperti : Malaikat, Iblis, Naga, Manusia, Elf, Dwarf, Phanteon, Peri, Goblin, Orc, dan lain sebagainya, Dialah SANG PENCIPTA.


Setiap 1.000 tahun sekali, dalam hitungan aliran waktu yang ada di Alam tersebut, SANG PENCIPTA selalu mengadakan rapat untuk membahas, memusnahkan, menciptakan sebuah mahluk fana dan planet-planet.


Diluar pintu Kastil yang megah, datanglah kedua sosok yang membenci satu sama lain.


Trang-


"Fufu~ Lama tidak bertemu, Panglima Balatentara Surga~" Ucap Lucifer dengan nada menggoda sambil menangkis tebasan.


"Cih! Iblis busuk! Ketahuilah tempatmu!" Ucap Mikhael sambil mengayunkan Pedang Agunng-nya, Excalibur.


Keduanya adalah Mikhael - The God Handman, The Arcangel dan Lucifer - The Pride, The Arcdemon.


Di belakang Mikhael, terlihat datangnya 6 Malaikat Agung lainnya, dimana 3 disisi kanan dan 3 disisi kiri, yaitu :


3 Sisi kanan,


Yegudiel - The Glorified God, Gabriel - The God Man, dan Selafiel - The God Prayer


Sedangkan sisi kiri,


Uriel - The God Light, Rafael - The God Healer , dan Barakiel - The God Bless.


"Fufu~ Sudah lama sekali Aku merindukan kalian, 7 Malaikat Agung!" Ucap Lucifer sambil menyetuh bibir bawahnya dengan telunjuknya lalu menjilat biburnya.


Dibelakang Lucifer juga terlihat datangnya 6 Raja Iblis Dosa Mematikan, dimana 3 disisi kanan dan 3 disisi kiri, yaitu :


Disisi kanan,


Mammon - The Greed, Asmodeus - The Lust, dan Leviathan - The Envy.


Sedangkan sisi kiri,


Beelzebub - The Gluttony, Amon - The Wrath, dan Belphegor - The Sloth.


"Cuih! Dasar Iblis busuk! Aku Uriel, The God Light akan memurnikan Kalian segera!" Ucap Uriel dengan nada benci dengan mata bercahaya.


"Ahh~ Wajah manismu yang cantik membuatku ingin memilikinya~" Ucap Mammon dengan wajah memerah dan air liur yang hampir menetes.


"Hmph, Kalian yang paling terburuk yang Dia ciptakan! Kalian adalah simbol yang menodai kehormatan-Nya!" Ucap Yegudiel dengan nada tegas lalu sayapnya merenyang memperlihatkan keindahan bulu sayapnya yang putih bersih berkilauan dengan aura suci.


"Cih! Apanya yang kehormatan! Kami juga ciptaan-Nya! Jangan sombong, dasar mahluk sok suci!" Ucap Leviathan yang benci ketika Yegudiel mempelihatkan sayapnya yang indah.


"Sudah cukup Kalian semua! Bisakah Kalian perhatikan dimana Kalian bertarung dan ribut!?" Ucap Dewan Megaleรญo dengan nada mengancam.


Disisi Dewan terlihat sosok mahluk, dialah Nephilim - The Four Horseman of Apocalypse (Empat Penunggang Kuda Akhir Zaman/Apokalips)


Kuda berwarna Putih, melambangkan Penyesatan.


Kuda berwarna Merah, melambangkan Darah.


Kuda berwarna Hitam, melambangkan Kutukan.


Kuda berwarna Hijau, melambangkan Penyakit.


Beserta sosok yang menungganginya :


Irenus, Sang Penahluk membawa Busur dan Mahkota.


Liafy, Sang Pencipta Perang membawa 9 Pedang dengan bilah yang besar yang mendominasi.


Famino, Sang Kesengsaraan membawa Timbangan.


Liamy, Sang Maut yang membawa Tongkat Sihir.

__ADS_1


"Fufu~ Tenanglah Pak Tua. Itu cuma sambutan hangat untuk sosok yang sudah sekian lama tidak bertemu." Ucap Lucifer yang mundur selangkah lalu menyarungkan pedangnya.


Keduanya berserta lainnya pun diam dan tak berdebat lagi.


Didepan terlihat pintu yang sangat besar dan megah juga terdapat aura suci yang agung. Dibalik pintu tersebut terlihat sosok Pelayan berbentuk siluet putih yang menghampiri mereka.


"Mari Saya antarkan ke ruangan Beliau." Ucap Pelayan tersebut.


Mereka pun tiba disebuah ruangan dengan meja bundar dan sebuah tahta yang tinggi dan megah. Telihat sosok yang tidak berwujud dan tidak bernama, Ialah SANG PENCIPTA.


"Maaf atas keributan yang Hamba perbuat, Yang Mulia." Ucap Lucifer dan Mikhael secara bersamaan yang berjongkok satu kaki menundukkan kepala.


"Saya maafkan Kalian berdua, duduklah." Ucap SANG PENCIPTA yang mengibaskan tangannya dengan mata yang bercahaya.


Suara merdu yang indah dan nyaman Beliau serta kibasan-Nya tersebut membuat udara sejuk disekitar.


'Ahh~ Suara yang indah yang halus dan nyaman... Membuatku merasa ringan tak terbebani.' Ucap Lucifer dan Mikhael dalam batin yang membuat rasa cemas mereka hilang seketika.


"Terima kasih, Yang Mulia." Ucap Lucifer dan Mikhael.


Lalu semuanya pun duduk. Dimeja bundar tersebut, terdapat 4 tahta yang saling berhadapan dan salah satu kursi mewakili salah satu Ras, yaitu : Mikhael The Arcangel, Lucifer The Arcdemon, Dewan Megaleio, dan 1 kursi yang belum di isi oleh siapapun.


Melihat ini membuat ketiganya bingung karena melihat salah satu kursi kosong.


"Maaf atas kelancangan Hamba-Mu ini Yang Mulia... Saya ingin bertanya, mengapa ada sebuah kursi yang belum diduduki?" Tanya Dewan Megaleio.


"Hmm... Baiklah. Mungkin ini saatnya Saya memberitahukan Kalian. Tahta tersebut akan akan diduduki oleh mahluk yang sangat rapuh, itu adalah MANUSIA! Agar alam semesta seimbang." Ucap SANG PENCIPTA sambil memandang Dewan Megaleio.


"...." Seketika seluruh ruangan hening.


"Hamba tidak keberatan jika Yang Mulia menginginkan sebuah keseimbangan. Tetapi, kenapa mahluk rapuh tersebut yang menduduki kursi tersebut?" Ucap Lucifer sambil menggigit bibirnya.


"Suatu saat Kau akan mengerti, Lucifer!" Ucap SANG PENCIPTA menoleh kearah Lucifer.


Lucifer yang mendengar itu pun heran atas ucapan tersebut "Baiklah jika Yang Mulia berbicara seperti itu." Ucap Lucifer dengan lirih.


"Baiklah! Mari Kita ke intinya mengapa Saya memanggil Kalian kesini!" Ucap SANG PENCIPTA yang mengangkat tangan kanannya keatas.


Akhirnya mereka pun memulai perbincangan yang sangat serius.


Selama perbincangan, SANG PENCIPTA memberikan tugas kepada Mereka masing-masing.


Mikhael beserta Alam Surga dan Lucifer beserta Alam Neraka ditugaskan untuk melindungi manusia.


Untuk para Dewan Galileio pun diberi tugas untuk menghakimi para Malaikat dan para Iblis ketika kedua Ras ini tidak menjalankan tugasnya masing-masing.


Perbincangan pun berakhir, dan saat SANG PENCIPTA selesai memberikan tugas untuk mereka bertiga, Beliau pun menghilang entah kemana dan tidak ada satupun ataupun siapapun yang dapat menemukannya.


"Ibu, kenapa SANG PENCIPTA menhilang?" Tanya Rom yang begitu penasaran dengan apa yang terjadi setelah mendengar kisah yang Ibunya kisahkan.


"Hmm... Entahlah? Kita sebagai mahluk fana hanya perlu menjalani hidup yang Ia berikan. Nah, sekarang untuk waktunya tidur, Rom." Ucap Ibu Rom yang membalikkan tubuh Rom yang ada dipangkuannya, mengelus kepalanya dan mencium keningnya.


Saat Ibu Rom mengucapkan 'Sekarang waktunya untuk tidur', pemandangan tersebut langsung pecah layaknya sebuah layar kaca yang pecah yang berakhir dengan hitam kelamnya sekitar.


Perlahan sebuah cahaya pun muncul, dengan sebuah ruangan dengan meja dimana terlihat seorang Pria berambut hitam pendek berpakaian seragam tentara dengan sebuah pangkat-pangkat yang tertempel didada bajunya dengan seorang Anak Kecil dengan rambut hitam selalis yang duduk dikursi samping Pria tersebut.


"Begini... Ayah." Ucap Rom sambil menggoyang lengan Pria disamping kirinya yang sedang menatap laptop didepannya.


"Hmm... Ada apa, Rom?" Tanya Pria tersebut yang mana Ayah Rom dengan menoleh kearah Rom.


"Kenapa Ayah selalu pergi bekerja meninggalkanku?" Ucap Rom dengan wajah sedih menatap wajah Ayahnya.


Pria tersebut yang mendengar pertanyaan Ayahnya pun tersenyum dengan helaan nafas diakhirnya.


"Hmm... Ayah bukannya ingin meninggalkan Kamu, tapi Ayah harus pergi bekerja untuk melindungi Negara, melindungi sesama Manusia." Ucap Ayahnya yang mengacak-acak rambut Rom.


Rom yang diacak-acak rambutnya hanya bisa membiarkan Ayahnya melakukan itu dengan sebelah mata yang terpejam.


"Bukannya itu tugas para Malaikat dan para Iblis yang akan melindungi Kita, para Manusia? Ayah tak perlu repot-repot pergi lagi, ada mereka yang sudah diberi tugas oleh SANG PENCIPTA. Ayah hanya cukup tinggal bersamaku dengan Ibu. Nanti Aku juga akan mengajak Ibu untuk berhenti bekerja agar Kita bersama." Ucap Rom dengan wajah polos. Dimatanya terlihat jejak penuh harapan dan keinginan tertentu.


Pria tersebut pun berhenti mengetik dan menoleh kearah Rom dengan tersenyum indah. Pria tersebut pun mengangkat tubuh Rom dan mendudukannya dipangkuannya dengan saling berhadapan.


"Nak, para Malaikat dan para Iblis tidak selamanya mengawasi dan melindungi Kita. Adapun ucapan yang barusan Kamu bicarakan itu sudah terjadi sejak dahulu kala. Dan sampai sekarang, Malaikan dan Iblis jarang terlihat di dunia ini. Adapun Ayah bekerja, untuk menafkahi Keluarga Kita dengan Kewajiban Ayah dalam melakukan tugas, sama seperti SANG PENCIPTA memberi tugas kepada para Malaikat dan para Iblis. Ibumu pun juga begitu. Ibumu seperti seorang Malaikat yang menyelamatkan nyawa seseorang yang Ia tangani." Ucap Pria tersebut dengan tempo sedang agar Rom yang mendengarnya memahaminya.


Rom yang mendengar perkataan Ayahnya pun diam sejenak untuk mencernanya. Dia pun mengangguk "Itu benar, Ibu seperti Malaikat yang baik dan lembut dan Ayah seperti Iblis yang kuat dan hebat." Ucap Rom dengan tenang.


Pria tersebut yang mendengar perkataan Anaknya hanya tersenyum kecut tetapi menyetujuinya "Itu benar, jadi pergilah ke kamarmu. Ayah akan melanjutkan tugas Ayah ini." Ucap Pria tersebut yang menurunkan Rom dengan perlahan.


"Baik Ayah." Ucap Rom dengan senyum indah dan hangat lalu pergi hendak keluar.


Saat Rom tiba dipintu dan hendak membukanya, tiba-tiba sekitarnya pun pecah layaknya layar kaca dan berakhir dengan hitam kelam lagi.


Perlahan, Rom pun menangis ditengah gelapnya antah-berantah yang Ia tempati. Itu adalah kenangan Rom yang membuatnya tidak bisa melupakannya membuat Rom meneteskan air matanya, lagi, dan lagi.


Rom seperti memiliki mimpi aneh yang tidak pernah berakhir dalam kegelapan yang penuh dengan kabut.


Mimpi yang aneh itu tampak konyol. Alasan mengapa kata 'tampak' digunakan untuk menggambarkannya adalah karena Alam Mimpi tersebut segera menghilang ketika gelombang denyut menghampirinya.

__ADS_1


Deg-deg...


Rom pun terbangun. Saat dirinya terbangun, Dia tak dapat mengingat apapun tentang mimpinya.


Setelah bangun, Roy merasakan ada yang tidak beres dengan lingkungan disekitarnya. Ia merasakan kalau tubuhnya menyusut menjadi bola yang terkuring dalam sebuah wadah dengan ruang kecil dengan udara berbau cairan putih telur, yang mana itu sedikit lengket.


Rom yang menyadari ini pun ketakutan. Dirinya tidak mengetahui apapun sebab tidak ada cahaya disekitarnya. Karena ketakutan yang berasal dari nalurinya, Dia pun tanpa sadar membuka mulutnya dan berteriak. Namun, Dia hampir mati dengan cairan yang Ia hirup.


Rom pun menggerakkan tangannya dan mengayunnya secara membabi buta karena panik seakan dirinya akan tenggelam. Pada akhirnya, tangannya menyentuh sesuatu yang sepertinya adalah lapisan 'dinding'. Dia pun mengulurkan tangannya dengan cepat dan menyentuhnya. Itu terasa hangat dan tipis.


Sudah terlambat untuk memikirkan banyak hal. Rom pun tanpa sadar meninju lapisan 'dinding' tersebut dan menyadari bahwa ada sesuatu yang salah. Dirinya menyadari bahwa kekuatannya tampaknya jauh lebih lemah, bahkan Dia pun merasa tubuhnya tidak seperti yang seharusnya.


Krek-


Untungnya, lapisan 'dinding' tersebut akhirnya pecah setelah Ia dengan berurutan meninju 'dinding' tersebut. Dia mendengar suara retakan dan celah muncul di dinding dengan sedikit cahaya yang membias masuk.


"Berhasil!" Ucap Rom dengan semangat, dan dirinya pun terus mengahancurkan 'dinding' tersebut.


Krak-


Setelah Rom berhasil menerbangkan sepotong 'dinding' tersebut, cairan kental disekitar yang memenuhinya pun ahkirnya menemukan jalan keluar. Cairan tersebut begegas keluar membuat ruang kecil yang tadinya penuh cairan kental kini ada ruang untuk masuknya udara.


Rom yang menyadari bahwa udara masuk kedalam wadah dengan ruang kecil tersebut pun merasa puas dengan pernafasan yang secara naluri Ia lakukan. Dia menarik nafas dalam-dalam, dan paru-parunya pun kemyang akan udara yang mana memberikan kepuasan tersendiri bahwa akhirnya dirinya selamat.


Namun, Rom merasa terkejut dengan suara aneh yang Ia buat setelah dirinya menghembuskan nafas.


Triekt~


Rom tidak tahu, apakah itu karena pita suaranya yang sudah lama tidak digunakan hingga serak dan menghasilkan suara seperti itu, tetapi dirinya pun mengetes kembali dan suara yang Ia hasilkan seperti ini.


Triekt~


'Defak! Apa Aku berubah menjadi monster jelek yang mengerang!?' Rom mengejek dirinya sendiri sebelum dengan mengupas sisa 'dinding' yang retak dengan cepat.


Hal pertama yang dilakukan Rom setelah keluar adalah mendongak kepalanya keatas dan melihat kepangit. Rom tercengang dengan apa yang Ia lihat.


"Ungu!? Ungu... Bulan-Triekt!?" Ucap Rom dengan akhiran suara khasnya dan berhenti merenung sejenak.


Setelah menatap bola ungu yang bersinar dilangit, Rom akhirnya yakin bahwa benda bulat yang memancarkan cahaya keunguan dan terpampang dilangit itu adalah bulan. Dia kemudian menundukkan kepalanya dengan panik dan melihat ketempat dimana dirinya baru saja muncul.


"Apa-apaan ini-Triekt!? Ini sebuah telur-Triekt!" Teriak Rom dengan menggigil.


Rom merasakan firasat buruk ketika dirinya baru saja membebaskan dirinya dari wadah dengan ruang kecil beberapa saat yang lalu. Dia merasa putus asa, seolah-olah dirinya tidak menyangka bahwa setelah menyadari bahwa dirinya sebenarnya menetas dari dalam telur.


Setelah meredakan perasaan putus asa yang Dia hadapai, Rom pun mengulurkan kedua tangannya. Saat Dia berpikir, yang mana seharusnya sepasang tangan manusia yang kapalan sekarang menjadi telapak tangan seukuran bayi.


Kulitnya tidak hanya merah tua, tetapi ada juga garis hitam yang terukir dikulitnya. Dia memiliki kuku hitam yang panjang dan tajam, dan kakinya seperti cakar elang.


Dia menyentuh dan meraba-raba wajahnya, mata, hidung, dan mulutnya masih ada, tetapi Ia meraba diantara kepalanya dan merasakan dua tonjolan didahinya.


'Apa ini sepasang tanduk?' Ucap Rom dalam hatinya.


Dia menyentuh kebelakang dan menemukan ekor dengan ujung berbentuk mata anak panah berwarna hitam.


"Sial-Triekt! Monster macam apa Aku ini-Triekt!? Akan lebih bagus jika ada sebuah cermin-Triekt...." Ucap Rom yang mengeluh.


Rom pun memikirkan sesuatu yang membuat dirinya pun panik. Ekspresinya pun pulih semula saat dia menundukkan kepalanya dan melihat selangkangannya. Rom pun menghelakan nafas.


'Untung Pipa Agung-ku masih ada, kalau tidak ada bakal gawat.' Batin Rom yang memejamkan matanya sambil mengelus-elus dadanya.


...๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ...


...๐Ÿ…‘ ๐Ÿ…” ๐Ÿ…ก ๐Ÿ…ข ๐Ÿ… ๐Ÿ…œ ๐Ÿ…‘ ๐Ÿ…ค ๐Ÿ… ๐Ÿ…–...


...๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ๐Ÿ”ณ...


Terima kasih sudah membaca :


...๐Ÿ’  Sistem Kostumisasi Iblis ๐Ÿ’ ...


Jika ada Kesalahan dalam Penulisan atau Typo, berikan Saran dan Kritikan Anda di kolom Komentar.


โ„น๏ธ Dukung terus novel Sistem Kostumisasi Iblis dengan cara :


โ€ขLike ๐Ÿ‘


...โ€ขKomen ๐Ÿ’ฌ...


^^^โ€ขVote ๐ŸŽซ^^^


โ€ขHadiah ๐ŸŽ


...โ€ขFavorit โค๏ธ...


^^^โ€ขBagikan ๐Ÿ‘ฅ^^^


...----------------...

__ADS_1


...๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ โงผ R'56 โงฝ ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ...


...----------------...


__ADS_2