Sistem Kostumisasi Iblis

Sistem Kostumisasi Iblis
[SKI A01] Bab 02 • Sistem Kostumisasi Iblis!?


__ADS_3

Rom merasa beruntung dengan Pipa Agung-nya yang masih ada yang mana jenis kelaminnya tidak berubah. Kalau tidak, itu akan gila dan menyuramkan.


Mengesampingkan ingatannya sebagai manusia biasa berjenis kelamin laki-laki selama 20 tahun dan belum merasakan namanya 'Pacaran' dan 'Kenikmatan Surgawi' pun membuat Rom menghela nafas.


Menilai bagaimana dirinya sekarang yang menetas dari telur dan menjadi Perempuan, bukankah itu berarti dirinya harus mengeluarkan telur ketika dirinya berkembang biak di masa depan? Adegan ini tidak lazim baginya yang hidup menjadi laki-laki menjadi monster betina.


Rom yang memikirkan ini pun terlintas sebuah Euforia dimana dirinya menjadi monster betina dewasa yang mana saat berkembang biak dan bertelur. Hal ini membuat dirinya jijik dengan dirinya sendiri dan terlintas kengerian diwajahnya. Akan tetapi, Rom juga penasraan bagaimana rasanya menjadi Perempuan? Tetapi, Rom segera menepis pemikiran tersebut.


Rom pun menggeleng-gelengkan kepalanya setelah menepis pemikiran tersebut lalu Ia memilah-milah ingatannya.


Tidak ada yang istimewa dikehidupan Rom, walaupun dirinya Jenius disekolahnya, Ia tetap menjalani hidup mandiri dan biasa saja. Bahkan dirinya yang masih kuliah di Universitas, Ia juga kadang bekerja paruh waktu untuk menambah uang sakunya. Yah, walaupun Ibunya memberinya uang saku yang lumayan banyak tapi dirinya terkadang sedikit boros.


Hobi favoritnya adalah bermain Game, membaca Novel dan Komik, dan menonton Anime. Dia juga terkadang mengikuti teman-temannya berkumpul dan makan-minum bersama jika situasi ekonominya memadai, kadang bercanda-ria dan saling curhat kepada teman-temannya, tentu itu tentang 'Percintaan' dan 'Pasangan Hidup'.


Ditengah kesendiriannya yang mana tinggal sendiri jauh dari Orangtuanya yang sibuk bekerja, Rom lumayan pandai mengisi kesendiriannya dan menghibur diri. Tujuan hidupnya adalah mempunyai kekayaan yang banyak dengan usaha sendiri, membeli rumah yang besar dan mencari Wanita pendaping hidupnya dan hidup bahagia. Lalu dirinya tidak akan lagi digoda oleh Ibunya. Tentu dirinya akan mengundang Keluarga-nya dan tentu saja Orangtuanya lalu hidup bahagia. Cukup sederhana.


Jika orang-orang memikirkan hal ini, Rom sangat biasa. Yang mana semua orang memimpikan kekayaan yang banyak serta teman hidup semati dan hidup bahagia.


Ingatannya pun terlintas dimana dirinya yang setelah menyudahi percakapan jarak jauh melalui Smartphone dengan Ibunya. Saat itu, Rom mati. Alasannya, karena ledakan Bom yang terpasang dilantai dasar Apartemen dimana dirinya meninggal dunia. Hal ini adalah satuan penyesalannya terhadap Orangtuanya, terutama Ibunya.


Mereka pasti berduka setelah mengetahui kematian dirinya. Rom pun menjadi sedih ketika dirinya memikirkan hal ini.


Rom pun menghela nafas. Setelah memberikan Penghormatan dalam hatinya terhadap Orangtuanya maupun orang lain, Dia pun menyesuakan kembali pikirannya dan mengangkat kepalanya yang sebelumnya menunduk lalu mengamati lingkungan sekitar.


Apa yang dilihat Rom membuatnya lumayan terkejut.


Dia seperti di pantai. Namun, berbeda dengan ekspetasinya yang mana langit biru dan awan putih terpampang diatas. Pasir dipantai ini berwarna merah kehitaman, layaknya bentuk kerikil dan batu padas, berbagai bentuk partikel pasir tersebut, seperti bara yang disiram air.


Terlihat pasir tersebut mengeluarkan asap keunguan yang menyebabkan udara penuh dengan jelaga. Terlihat pasir tersebut yang mana semakin jauh terlihat, semakin merah pasirnya. Disisi lain, semakin dekat dengan laut, semakin hitam pasirnya terlihat.


Bahkan air yang seharusnya berwarna biru, kini terlihat seperti genangan darah yang bergelombang.


Rom melihat ada sebuah titik yang mendekat kearah tepi pantai, dan tatapan Rom berhenti dari tepi pantai hingga kedaratan seterusnya yang membuat dirinya tercengang.


Telur!


Ada banyak sekali telur-telur yang terkumpul disatu tempat yang berserakan disekitar. Telur-telur tersebut bervariasi ukurannya, paling tidak seukuran telur burung unta. Setidaknya, kurang lebih setengah panjang tubuh manusia dewasa.


Warnanya juga bermacam-macam. Satu-satunya yang sama adalah kondisi hangat dan lembab dari pantai yang sunyi ini yang mana lingkungan ini sangat cocok untuk menetaskan telur-telur ini.


'Tampaknya tempat ini menjadi tempat penetasan alami. Jadi, dari mana asalnya telur-telur ini?' Batin Rom sambil berpikir.


Rom pun menoleh dan melihat ombak yang menyapu tepi pantai. Rom ingat sebuah titik yang terlihatnya sebelumnya. Ternyati itu sebuah telur yang dibawa ombak laut menuju tepi pantai.


Intesitas ombak tersebut tidak teratur yang mana kadang rendah maupun sebaliknya, yang membuat beberapa telur terdorong lebih cepat jauh dari tepi pantai sementara yang lainnya tersebar ditepian pantai.


Di pantai yang lebih dekat dengan laut, air laut menyapu pasir magma, menyebabkan suhunya turun dengan cepat. Sebaliknya, pasir yang semakin jau dengan laut dapat menahan panas untuk waktu yang lebih lama yang mana menyebabkan beberapa perbedaan kecepatan telur menetas.


Rom bisa melihat banyak telur bergetar dan bergerak-gerak di wilayah bersuhu lebih tinggi didepannya, sementara wilayah bersuhu lebih rendah dibelakangnya sangat sunyi.


Rom tidak bisa menahan keterkejutan sekaligus kegembiraan. Untungnya, Dirinya berada dalam telur yang mendarat di darat. Jika tidak, mungkin Dirinya termasuk salah satu dari mereka yang memiliki keberuntungan yang buruk. Tentu Rom tidak mau menetas saat dirinya terambang di laut merah tersebut seperti telur-telur lainya yang terambang tak kunjung terdorong ke daratan.


Lautan ini, lingkungan sekitar, dan pemandangan aneh didepannya membuat Rom panik dengan tanda tanya muncul dalam benaknya.


'Kini Aku berada dimana? Lingkungan yang bersifat represif dan kejam ini...' Rom yang memikirkan ini membuatnya merasa tidak enak.


Tiba-tiba, perasaan lapar yang ganas yang hadir dalam dirinya membuat Rom lengah.


Perasaan hampa seperti lubang hitam dalam perutnya yang terus menghisap hingga perutnya mengempis, merangsang mulut Rom untuk mengeluarkan banyak air liur. Tubuhnya sedikit bergetar dan jari-jarinya bergerak-gerak. Tetesan air liurnya jatuh ke tanah, menimbulakan korosi dan mengeluarkan asap berwarna hijau keunguan.


Cangkang telur yang berserakan disekitar Rom memancarkan bau yang mengatakan 'Aku Enak!' yang memancing nafsu Rom.


'Aku bisa makan camgkang ini, bukan? Pasti begitu, bukan? Bukannya beberapa mahluk memakan kulit telurnya saat menetas?' Batin Rom saat melihat cangkang telurnya yang berserakan yang rusak, jelak dan hitam tersebut.


Rom tak bisa memikirkan hal lain yang bisa menghilangkan rasa laparnya. Dengan air liur yang menetes-netes dan sekumpulan asap hijau keunguan yang muncul bahkan tidak dapat mengganggu Rom.


Jadi, dirinya tak peduli lagi. Rom pun mengambil sepotong kulit telur, Ia bisa mencium aroma yang enak mengunggah selera. Ia pun memasukkan seporong kulit telur tersebut ke dalam mulutnya, dan mengunyahnya dengan penuh semangat.


Krak-Krak...


Kacha-Kacha...


Tanpa diduga, Rom pun tahu kalau rasa kulit telur tersebut biasa-buasa aja. Layaknya sebuah kerak nasi yang digoreng, karena perasaan lapar yang melanda Rom, itu bahkan terasa enak. Dirinya tidak tahu apakah itu karena pasir magma, terlihat kulit telur tersebut seperti dipanggang dan itu lezat.


Kulit telur yang Rom kunyah akhirnya pun ditelan membuat sebagian rasa lapar diperutnya menghilang. Namun sebelum dirinya senang dan melanjut makan lagi, sebuah ingatan dan informasi aneh tiba-tiba muncul dibenaknya, membuat Rom terkagum.


"Apa ini-Triekt?" Ucap Rom sambil menyaksikan ingatan tersebut.

__ADS_1


Memori ingatan tersebut ternyata sebuah warisan dari cangkang telur. Itu singkat dan hanya memberitahu dirinya satu dua hal tentang identitasnya, dan yang lainnya tentang namanya.


Rom tercengang karena mengetahui dari memori ingatan yang mana warisannya bahwa identitas dirinya adalah IBLIS!


'Lah!? Kenapa Iblis?' Batin Rom dengan muka jelek "Ini-Triekt... Triekt, sangat sulit untuk menerima fakta ini-Triekt...." Ucap Rom dengan lesuh.


Rom bahkan tidak berpikir ke arah Iblis saat dirinya menyadari kondisi tubuhnya yang aneh sebelumnya. Dia masih menebak-nebak apakah dirinya terlahir seperti monster seperti Rodan atau Godzilla dalam filmnya, yang membuat cukup frustasi tapi terlihat hal yang baru dan cukup keren.


Sekarang, mau bagaimana pun,situasinya lebih buruk dari yang Rom bayangkan....


'Defak!? Aku lahir kembali jadi Iblis kecil dengan tubuh aneh? Dan... Apakah ini Neraka!? Kenapa Neraka? Bukan Surga!?' Batin Rom dengan marah sambil memakan beberapa potong kulit telurnya.


Krak-Krak...


Disisi lain disaat yang bersamaan, Rom berpikir 'Apakah mereka salah pilih, dimana seharusnya Aku ditempatkan!? Sial, Aku bahkan tidak melakukan hal paling buruk dan sangat minim dalam melakukan hal buruk dalam kehidupanku sebelumnya! Bahkan Saya sering melakukan kebaikan baik kepada Teman maupun Orang lain. Seharusnya Saya ke Surga, memiliki sayap putih yang indah dan telihat gagah, mendapat Wanita cantik yang mana seorang Malaikat yang cantik dengan tubuh yang seksi dan mempesona. Setidaknya, Saya harus diberikan kesempatan lain dengan hidup yang lebih baik!'


Rom mengutuk dalam hatinya tetapi hal tersebut tidak menghasilkan apapun dan sia-sia. Rom tidak memiliki kekuatan untuk memperbaiki kesalahan ini meskipun ada yang tidak beres. Lalu, kilasan ingatan dari warisannya pun muncul dalam benaknya.


"Ischyrós Megálos Katakyriévo Aiónios... Zmor Roseros...."


Nama panjang muncul dibenak Rom saat Dia melahan kulit telur. Ini pasti nama Iblis aslinya jika Dia tidak salah menebak.


Menurut ingatan yang Rom dapat dari warisan, setiap Iblis kecil yang menetas dari telur akan mendapat nama setelah melahap cangkang telur mereka.


Nama ini adalah nama Iblis yang sebenarnya, dan itu adalah nama Iblis yang tercetak di jiwa Iblis yang tidak boleh diungkapkan kepada siapapun. Jika perlu, Mereka biasanya dapat mengambil satuan nama dari nama panjangnya.


Alasan mengapa nama Iblis sejati haris dirahasiakan adalah setelah diketahui orang lain, maka orang itu dapat menyebabkan kerusakan yang tak terhapuskan kepada Iblis melalui cara khusus. Pengungkapan nama Iblis yang sebenarnya merupakan ancaman besar bagi kelangsungan hidup mereka. Itu adalah kelemahan umum diantara semua Iblis.


Itu seperti menggunakan sebuah Smartphone dan membuat sebuah Dokumen. Dimana program secara otomatis akan menandai Dokumen dengan sebuah Kategori Jenis dan Nama yang terurutkan dengan sebuah Nomor. Setelah Anda mengetahui nama lengkap dokumen tersebut, bahkan jika ada ribuat atau jutaaan Dokumen yang ada dalam Smartphone, Anda bisa menemukan Dokumen tersebut secara akurat. Nama sebenarnya dari Iblis itu adalah sebuah 'Tanda' yang diberikan oleh pembuatnya! Itu secara akurat dapat menemukan Jiwa Iblis.


Sekarang setelah Dia mengerti akan hal ini, Rom tidak akan menyebutkan nama aslinya lagi. Selain itu, hanya orang gila yang akan membaca nama yang begitu panjang, walaupun namanya terlihat 'Meng-Keren!'. Rom pun masih akan memakai nama yang Dia miliki di kehidupan sebelumnya.


Namun, kejadian ini membuat Rom waspada.


Dirinya telah menjadi Iblis adalah fakta yang tak terbantahkan yang tidak dapat diubah begitu Dia memiliki nama Iblis aslinya. Hal pertama yang harus Dia lakukan di lingkungan yang tidak di kenal dengan dunia yang tidak di kenal adalah beradaptasi dengan transformasi ini. Dia tidak harus mengenal dunia ini dengan pikiran manusianya. Jika tidak, mungkin Dia mati tanpa mengetahui bagaimana jika Dia tidak berhati-hati.


Hanya Mereka yang pernah mati yang tahu seberapa hoki dan beruntungnya bisa dilahirkan kembali. Siapa tahu Dia akan diberi kesempatan lahir kembali jika Dia mati lagi.


Oleh karena itu, baik sebagai Manusia maupun Iblis, sangat penting bagi Dirinya untuk menghargai hidupnya sendiri.


Area permukaan cangkang telurnya tidak terlalu besar, dan Rom melahap semuanya dalam waktu singkat. Tepat ketika Dia menelan potingan terakhir kulit telur tersebut dan merasakan sedikit kepuasan dalam perutnya, sebuah suara muncul dalam benaknya lagi.


Rom kaget dengan suara yang muncul dalam benaknya 'A-Apa ini!?' Batinnya.


Sebelum bereaksi, sebuah gambar yang samar muncul dipandangannya.


Apa yang muncul dihadapan Rom adalah sebuah Panel! Panel hologram! Ditengah panel, ada sebuah mata yang aneh. Itu berkedip kepada Rom dan membuat suara 'Cekrek!' Suara itu mengingatkan Rom pada suara sebuah Kamera yang dibuat oleh Smartphone-nyas saat Dia berfoto.


Setelah bekedip, mata itu perlahan menghilang. Yang menggantikannya adalah gambar diruang kosong tepat ditengah panel hologram.


Panel tersebut memperlihatkan Iblis kecil yang berjongkok dengan kulit merah tua dan telinga runcing. Selain sepasang tanduk runcing yang baru keluar, Dia memiliki rambut bayi berwarna hitam yang berantakan. Dia tampak sangat imut dan lucu.


"A-Apakah ini penampilanku sekarang-Triekt?" Ucap Rom menatap foto dirinya dengan mata melebar.


Baiklah, kesampingkan apakah dirinya terlihat manis atau tidak, Rom memperhatikan bahwa ada beberapa opsi dibagian atas panel.


Opsi pertama adalah 「KMR」 yang mana kepanjangannya adalah Kostumisasi, Modifikasi dan Realisasi.


Itu pun dibagi menjadi beberapa bagian diantaranya adalah 「Gambar」,「Rincian」,「Efek Spesial」,「3D」,「After Effect」,「Filter」,「Tulisan」,「Warna」,「Kolase」,「Save」 dan lain sebagainya. Rom sedikit pusing melihat opsi yang ada dipanel tersebut. Dia mencari di semua sudut panel hologram dan akhirnya menemukan seluruhnya.


'Sial! Sistem Kostumisasi Iblis apa ini!? Opsi semuanya seperti Menggambar dan Menganimasikan. Ini terlihat sama dengan sekumpulan beberapa perangkat lunak sepeeti IbisPaint atau Clip Paint Studio, PS, 3DSMax, dan AE? Defak, Aku sedikit pandai menggambar, tapi kalau buat Animasi?' Batin Rom yang panik.


Kalian tahu, setiap 'Main Character' yang ada di Novel, Komik, ataupun Anime, mereka terlahir dengan sebuah Sistem 'Cheat' yang bagus dan keren. Tapi, ada apa dengan kemampuan aneh ini? Ini adalah kemampuan seni!


Pada saat yang sama saat Rom menggerutu mengutuk Sistem yang Ia dapat, panel atribut muncul disamping foto Rom.


...----------------...


...[ Nama : Rom Steven ]...


...[ Ras : Iblis ]...


...[ Garis Keturunan : Setidaknya ada 4 jenis ]...


...[ Nama Iblis : Ischyrós megálos katakyriévo aiónios... Zmor Roseros ]...


...[ Kondisi : Baru Lahir (Prematur) ]...

__ADS_1


...[ Derajat : Terbawah dari paling rendah ]...


...[ Atribut Elemen : Gelap ]...


...[ Kekuatan : 15 ]...


...[ Kecepatan : 13 ]...


...[ Energi Sihir : 9 ]...


...[ Stamina : 12/13 ]...


...[ Bahan yang digunakan : Tidak ada ]...


...[ Keterampilan : Tidak ada ]...


...[ Kemampuan Bakat 1 : Automatic-Soul Detector ]...


...↓↓↓...


...(Penjelasan : Setelah mahluk hidup mati, Anda dengan mudah dapat menemukan lokasi jiwa mereka)...


...[ Kemampuan Bakat 2 : Demon Culture ]...


...↓↓↓...


...(Penjelasan : Ras Iblis itu haus darah dan suka berperang. Sangat mudah bagi Anda untuk mengamuk setiap kali Anda memasuki pertempuran. Selain itu, darah Iblis memberi Anda afinitas yang lebih baik dengan energi negatif)...


...[ Kemampuan Bakat 3 : Lust for Soul ]...


...↓↓↓...


...(Penjelasan : Sifat Iblis untuk melahap dan bermain dengan jiwa. Ini mengacu pada kesenangan dan ekstasi yang pada jiwa yang dilahap. Menyebabkan kecanduan terhadap jiwa)...


...[ Barang : Tidak ada ]...


...[ Jumlah Jiwa yang dimiliki : 0 ]...


...[ Evaluasi : Kompleksitas Garis Keturunan Anda membatasi batas potensi Anda. Anda bahkan tidak mendapatkan kekuatan bakat dari Garis Keturunan Anda, dan kelahiran Prematur Anda membuat Anda menjadi eksistensi terlemah diantara Mereka yang berada di level yang sama. Makanan terlemah! ]...


...----------------...


Setelah melihat Evaluasi dari Sistem ini, Rom tidak tahu harus berkata apa-apa.


Dia merasa senang saat menyadari bahwa dirinya terlahir kembali wlaaupun menjadi Iblis kecil yang imut. Tetapi, Rom tidak berharap kalau dirinya begitu lemah! Bahkan diantara mereka dilevel yang sama dengannya. Hal ini membuat Rom tidak dapat menerimanya dan mengutuk Mereka yang telah menempatkan dirinya ditempat asing ini apalagi membuatnya terlahir begitu lemah. Rom menggerutu tak jelas.


'Prematur? Defak! Saya bayi Iblis prematur!? Pantas saja telur lainnya tidak bergerak. Ini pasti keinginan Surga yang ingin menyiksa dan menghancurkan-ku karena menetas lebih awal!' Batin Rom yang mengutuk Surga sambil melihat panel statusnya.


Evaluasi Sistem mengatakan kalau Rom tak punya harapan, tetapi Rom tetap berjuang. Dia akan bertahan hidup dengan apapun yang Ia miliki. Apapun Ia lakukan agar dirinya dapat bertahan hidup. Benar, 'Hidup seperti Larry!'


...🔳🔳🔳🔳🔳🔳🔳🔳🔳🔳🔳🔳🔳🔳🔳...


...🅑 🅔 🅡 🅢 🅐 🅜 🅑 🅤 🅝 🅖...


...🔳🔳🔳🔳🔳🔳🔳🔳🔳🔳🔳🔳🔳🔳🔳...


Terima kasih sudah membaca :


...💠 Sistem Kostumisasi Iblis 💠...


Jika ada Kesalahan dalam Penulisan atau Typo, berikan Saran dan Kritikan Anda di kolom Komentar.


ℹ️ Dukung terus novel Sistem Kostumisasi Iblis dengan cara :


•Like 👍


...•Komen 💬...


^^^•Vote 🎫^^^


•Hadiah 🎁


...•Favorit ❤️...


^^^•Bagikan 👥^^^


...----------------...

__ADS_1


...🇮🇩 ⧼ R'56 ⧽ 🇮🇩...


...----------------...


__ADS_2