
Alkisah, terdapat pasangan suami istri yang baru saja telah melaksanakan pernikahan di tengah terik matahari di dalam sebuah bangunan.
Rendi adalah seorang suami yang berasal dari keluarga yang kekurangan sedangkan istrinya yaitu Alice yang berasal dari keluarga yang serba berkecukupan. Namun, keduanya telah lama membina cinta dan Alice bisa menerima kondisi suami beserta keluarga nya.
"Istriku, bolehkah saya tinggal di rumah kamu?" ucap Rendi.
Kemudian Alice menoleh ke orang tua, " Bagaimana nih yah ... bu ... ?"
Kemudian orang tua Alice menoleh ke dia, "Ya sudah. Kami sudah menyiapkan tempat tinggal untuk kamu!" ucap Bapak Alice.
"Oke." ucap Alice sembari mengacungkan jempol.
Kemudian Alice mengembalikan pandangan ke suami, "Baiklah suamiku, kamu bisa tinggal di rumah saya ya ..."
"Terima kasih." ucap Rendi.
"Kalau begitu, mari kami antar kalian langsung ke lokasi nya!" ucap Bapak Alice.
"Baiklah." ucap Rendi dan Alice.
Kemudian Rendi menghampiri orang tua lalu menyalimi nya, "Kalau begitu, Rendi pamit terlebih dahulu yah ... bu ..."
"Ya sudah. Hati-hati di jalan ya nak!" ucap kedua nya.
"Baik."
"Ini barang kamu," ucap Ibu rendi sembari memberikan sebuah koper roda ke dia.
"Oke." Sembari menerima koper tersebut.
Kemudian mereka meninggalkan orang tua Rendi lalu menuju ke sebuah mobil yang terparkir dari tadi.
******!* Tombol gembok terbuka di tekan melalui kontak mobil oleh Bapak Alice.
*Tut..* Kedua spion mobil terbuka dengan perlahan.
Kemudian bapak Alice menuju ke bagasi mobil, *Duk!* pintu tersebut di buka lalu menoleh ke Rendi, "Rendi, koper nya bisa langsung taruh di sini!"
"Baik." ucap Rendi.
Kemudian dia menghampiri nya, *Krik ...* pegangan koper nya diturunkan lalu *Duk!* memasukkan nya ke bagasi tersebut.
Sementara Istrinya langsung duduk di kursi depan sebelah sopir sedangkan Alice duduk di belakang dia.
*Duk!* Pintu bagasi mobil ditutup kembali oleh bapak Alice.
Kemudian dia menghadap ke Rendi, "Kamu bisa langsung duduk di kursi belakang saya!"
"Baiklah"
Kemudian keduanya menuju ke kursi mobil, *Duk!* pintu mobil dibuka dari luar oleh keduanya lalu memasuki nya dan tidak lupa menutup kembali.
Di mobil, bapak Alice langsung duduk di kursi kemudi sementara ibu Alice menoleh ke keduanya "kalian duduk di belakang ya!"
"Oke."
*Duk!* Pintu mobil dibuka dari luar oleh mereka lalu ditutup kembali.
Kemudian bapak Alice menoleh ke belakang, "Apakah kalian sudah siap?"
"Sudah."
Kemudian dia mengembalikan pandangan, "Saatnya berangkat ...".
*Brem ...* Mesin mobil dinyalakan. Kemudian mereka berangkat ke rumah Alice yang sudah disiapkan sebelumnya.
Beberapa menit kemudian, *Crit ...* Mobil berhenti di depan sebuah rumah sederhana dengan garasi di samping dan halaman taman yang luas.
__ADS_1
*Clik ...* Tuas gigi dipindah ke parkir lalu *Krik!* Hand ram ditarik oleh bapak Alice.
Kemudian dia mengambil gantungan kunci dari jok mobil lalu menoleh ke kaca dalam, "Ayo kita turun!"
"Baik." ucap mereka.
*Dug!* Pintu mobil dibuka dari dalam oleh mereka lalu ditutup kembali. Kemudian Rendi mengambil koper nya di bagasi mobil lalu kembali.
*Kreng!* Gembok pagar besi dengan rantai melilit dibuka lalu *Krek..* Pagar tersebut digeser oleh bapak Alice.
Kemudian mereka menuju ke pintu rumah tersebut, *Klik!* Kunci pintu dibuka oleh bapak Alice kemudian mereka memasuki nya.
Di dalam, "Mari kami antar kalian berkeliling!" ucap bapak Alice.
"Oke." ucap keduanya.
Kemudian mereka mulai berkeliling di setiap sudut ruangan. Terlihat beberapa perabotan rumah yang tertata dengan rapi dan sudah siap untuk digunakan.
Beberapa menit kemudian, mereka keluar dari rumah tersebut lalu menuju ke mobil yang tadi di parkir.
Kemudian bapak Alice menghadap ke anaknya, "Ini Alice kunci nya," Sembari memberikan gantungan kunci ke dia.
"Baik yah." Sembari menerima kunci tersebut.
"Kalau begitu kita pamit terlebih dahulu ya ..." ucap bapak Alice.
"Baiklah. Hati-hati di jalan!" ucap keduanya.
Kemudian orang tua Alice kembali memasuki mobil tersebut.
*Brem ...* Mesin mobil dinyalakan lalu *Ngik ...* Kaca mobil kemudi diturunkan oleh bapak Alice.
Kemudian ibu Alice menoleh ke keduanya, "Dadah." Sembari melambaikan tangan.
Kemudian keduanya ikut melambaikan tangan juga sembari tersenyum di hadapan dia. Kemudian mobil tersebut meninggal keduanya.
Kemudian Rendi menghadap nya, "Sekalian tolong bawakan ini istriku! Saya tutup dulu pagar nya." Sembari memberikan koper nya ke dia.
"Baiklah suamiku."
Kemudian dia langsung memasuki rumah sembari membawa koper suami sementara Rendi menutup pagar nya.
(Akhirnya selesai juga.) ucap Rendi sembari mengusap kedua tangan.
Siluet cahaya orange menembus langit. Kemudian dia langsung memasuki rumah nya. Terlihat sang istri yang sedang duduk menunggu nya di ruang tamu.
"Saya sudah selesai nih." ucap Rendi.
"Ya sudah. Karena ini sudah sore, Ayo kita langsung ke kamar tidur!"
"Oke."
Kemudian keduanya langsung menuju ke kamar tidur.
Di kamar tidur, *Buk!* koper Rendi di taruh di atas ranjang lalu *Krek ...* koper nya dibuka oleh Rendi.
Kemudian dia mengambil sepasang pakaian ganti dan handuk sementara *Krek ...* Sebuah lemari besar yang ada di kamar tersebut dibuka oleh Alice.
Terlihat terdapat tumpukan beberapa pakaian dia. Kemudian dia mengambil sepasang pakaian ganti dan handuk juga.
Kemudian Alice menghadap ke dia, "Sudah siap istriku?"
Kemudian Rendi membalikkan badan, "Sudah nih."
"Kalau begitu, saya mandi terlebih dahulu ya kamu taruh pakaian kamu di sini!" Sembari menunjuk ke tempat kosong di lemari tersebut.
"Baiklah."
__ADS_1
Kemudian Alice langsung menuju kamar mandi sementara Rendi mulai mengeluarkan beberapa pakaian dari koper nya lalu memasukkan nya ke lemari tersebut.
*Duk!* Pintu lemari ditutup oleh dia.
Beberapa menit kemudian, *Klik!* Pintu kamar mandi di buka oleh Alice. Kemudian dia menghampiri suaminya, "Sudah selesai. Sekarang giliran kamu!"
"Oke."
Kemudian dia mengambil pakaian nya tadi lalu menuju ke kamar mandi. *Klik!* pintu ditutup kembali.
Beberapa menit kemudian, dia keluar dari kamar mandi lalu *Click!* Saklar lampu dimatikan lalu kembali menghampiri istri nya, "Sudah selesai"
"Kalau begitu. Ayo kita makan malam!"
"Baik."
Kemudian keduanya langsung menuju ke ruangan keluarga.
Di ruangan keluarga, "Aku masakan makan malam terlebih dahulu ya. Kamu bisa duduk di meja itu sembari menunggu nya!" ucap Alice sembari menunjuk ke sebuah meja makan.
"Oke."
Kemudian dia duduk di meja tersebut sementara Alice langsung menuju ke dapur. *Sreng ...* Beberapa masakan sedang dibuat oleh Alice di dapur.
Beberapa menit kemudian, aroma masakan dari dapur mulai tercium di hidung Rendi.
(Hmm ... Nikmat nya ...) Terbesit dalam pikiran dia.
"SUAMIKU!" Teriak Alice dari dapur.
Rendi yang kebetulan mendengar nya langsung menghampiri dia, "Ada apa?" Terlihat terdapat beberapa hidangan di depan nya yang sudah siap untuk di santap.
"Tolong bantu aku membawa hidangan ini ke meja makan ya!"
"Baik."
Kemudian keduanya mulai menata nya di meja tersebut, *Tuk!* Beberapa hidangan makan malam di taruh di meja makan.
Beberapa menit kemudian, keduanya duduk di meja tersebut.
(Selamat makan.)
Kemudian mereka makan dengan lahap.
(Terima kasih atas makanannya.)
Kemudian Alice menoleh ke dia, "Kalau begitu, tolong bantu aku membereskan piring sisa makanan!"
"Oke."
Kemudian dia membereskan nya dari meja tersebut sementara Alice langsung mencuci nya. Beberapa menit kemudian, *Cling!* Beberapa piring bersih di taruh ke rak.
Hari berganti malam. (Woah ...) Rendi menguap. Kemudian Alice menghadap dia, "Sudah ngantuk?"
"Iya nih."
"Ya sudah. Ayo kita ke kamar tidur!"
"Oke."
Kemudian keduanya langsung menuju ke kamar tidur lalu berbaring di ranjang. Hari semakin malam. Kemudian keduanya saling menatap.
"Selamat tidur, suamiku."
"Selamat tidur juga, istriku."
Akhirnya keduanya langsung tertidur dengan pulas.
__ADS_1