
Pagi hari yang cerah. Siluet cahaya putih menembus cendela kamar tidur keduanya. *Kukuruyuk ...* Ayam berkokok mulai terdengar. Keduanya langsung tebangun dari tidurnya lalu, (Egh ...) Meregangkan badan. Kemudian keduanya saling menatap.
"Selamat pagi, suamiku."
"Selamat pagi juga, istriku."
"Aku mandi terlebih dahulu ya ..." ucap Alice.
"Baiklah."
Kemudian Alice langsung beranjak dari ranjang lalu menuju kamar mandi dalam, *Click!* Saklar lampu kamar mandi dinyalakan lalu memasuki nya.
*Byur! Byur!* Percikan air terdengar dari kamar mandi tersebut.
Beberapa menit kemudian, *Klik!* Pintu kamar mandi dibuka. Kemudian Alice kembali menghampiri suaminya, "Sudah selesai nih. Sekarang giliran kamu!"
"Oke."
Kemudian Rendi langsung beranjak dari ranjang lalu menuju kamar mandi tersebut sementara Alice mengenakan seragam biasa kantor yang diambilnya dari lemari tersebut.
*Click!* Pintu kamar tersebut ditutup lalu mulai membersihkan diri.
Beberapa menit kemudian, dia keluar dari kamar mandi lalu menutup kembali pintunya. Kemudian dia mengenakan kaos berkerah dan celana kain panjang yang diambilnya dari lemari tersebut lalu menghadap ke dia, "Sudah selesai nih!?"
"Kalau begitu, ayo kita langsung sarapan!"
"Baik."
Kemudian keduanya langsung menuju ke dapur. Di dapur, seperti biasa Alice langsung menyiapkan beberapa hidangan sarapan sementara Rendi menunggu nya di meja makan yang berada di ruang keluarga.
Beberapa menit kemudian, akhirnya hidangan sudah siap untuk disantap. Kemudian Rendi membantu dia untuk menata nya di meja makan. Setelah semuanya selesai, keduanya langsung duduk di meja tersebut.
(Selamat makan.)
Kemudian keduanya mulai menyantap sarapan pagi dengan lahap. Beberapa menit kemudian,
(Terima kasih atas makanannya.)
"Ini," ucap Alice sembari memberikan bekal makan siang ke dia.
"Terima kasih, istriku."
"Sama-sama."
Kemudian keduanya langsung membereskan piring sisa sarapan dari meja tersebut lalu Alice membersihkan nya di wastafel dapur. *Cling!* Beberapa piring bersih ditaruh ke rak.
Kemudian Alice melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 07:00 lalu menghadap ke Rendi, "Waktunya saya berangkat kerja nih!"
"Kalau begitu, saya juga deh."
Kemudian dia kembali ke kamar tidur sementara Alice menunggunya di ruang keluarga.
Di kamar tidur, dia memakai sebuah tas gitar yang di dalamnya terdapat sebuah gitar akustik beserta perlengkapan nya dan membawa kotak uang. Kemudian dia kembali ke ruang keluarga.
Di ruang keluarga, Rendi membawa kursi plastik di dekat meja makan lalu menghadap Alice, "Ayo istriku, sekalian saya antar kamu!"
"Baik."
Kemudian keduanya langsung menuju ke garasi rumah. Di garasi, *Krik ...* Pintu tersebut dibuka oleh Rendi. Terlihat ruangan nya yang cukup luas dengan dua sepeda motor yang sudah lama terparkir.
Kemudian Alice menghampiri salah satu motor lalu menaikinya sementara Rendi menuju ke pintu luar garasi, *Krik ...* Pintu tersebut di buka lalu keluar.
*Brem ...* Mesin sepeda montor dinyalakan oleh Alice lalu keluar dari garasi.
Kemudian Rendi menutup kembali pintu luar garasi lalu menghampiri pagar rumah. Gembok pagar dan pagar tersebut dibuka.
Kemudian Alice menghampiri dia, "Saya berangkat kerja terlebih dahulu ya ..."
Kemudian Rendi menghadap ke dia, "Ya sudah. Hati-Hati di jalan!"
"Oke!"
__ADS_1
Kemudian Alice langsung berangkat ke kantor yang kebetulan tidak jauh dari rumah. Kemudian Rendi menuju pintu rumah, *Click!* Pintu tersebut dikunci. Kemudian dia menuju jalan kampung. *Krekkk ...* Pagar rumah ditutup lalu digembok kembali.
(Yosh! Saatnya berangkat.) Dengan penuh semangat.
Kemudian dia menuju ke lampu lalu lintas yang kebetulan berdekatan dengan kampung untuk mengamen.
......................
Di kantor Alice, dia langsung memarkirkan sepeda motor di lahan parkir pegawai. Di lahan parkir, *...* Mesin sepeda motor dimatikan lalu *Ngik!* Jaglang sepeda motor diturunkan oleh dia.
Kemudian dia turun dari motor tersebut lalu langsung menuju ke kantor. Di saat dia sedang menuju ke ruangan kerja, para pegawai lain mulai menatap tajam dia sembari berbisik.
"Eh! Bukannya suami dia seorang pengamen ya?" ucap pegawai satu.
"Betul sekali." ucap pegawai dua.
"Pasti suaminya hanya ingin mengincar harta dia!"
"Bisa jadi seperti itu."
"Pasti rasanya berat sekali harus menghidupi suami yang tidak berguna." ucap pegawai tiga.
"Betul sekali apa katamu." ucap pegawai empat.
"Kenapa juga dia mau menikah dengan seorang pengamen!"
"Iya juga yah. Harusnya dia memutuskan suaminya saja."
Perkataan demi perkataan yang tidak enak dari para pegawai tersebut mulai terdengar di telinga Alice. Seolah-olah sudah menjadi gosip yang sedang hangat. Seketika itu, hati dia hancur berkeping-keping yang membuat raut wajah nya menjadi murung.
Tidak ingin mendengar nya lagi, akhirnya dia menutup kedua telinga dengan telapak tangan sembari sedikit menundukkan kepala.
Di ruangan kerja Alice, dia langsung menghampiri meja kerja lalu melepaskan kedua tangan.
*Krekkk ...* Kursi tersebut ditarik. Kemudian dia duduk lalu menyalakan CPU komputer tersebut.
Kemudian seperti biasa Alice mulai melakukan pekerjaan rutin. Waktu terus berlalu. Suatu saat,
"ALICE SINI!!" Teriak kepala bagian di depan pintu ruangan.
(Oh! Ternyata bapak Andi.) Terlintas dalam pikiran dia.
Kemudian dia menghampiri nya, "Ada apa bapak Andi memanggil saya?"
"Silahkan masuk terlebih dahulu!"
"Baik."
Kemudian keduanya memasuki ruangan tersebut.
"Sini saya ingin menunjukkan sesuatu kepada kamu!"
"Sesuatu?" Terlihat raut wajah Alice sedang bingung.
Kemudian keduanya menghampiri layar komputer yang masih menyala. Terlihat terdapat isi file yang sedang terbuka di layar tersebut.
Kemudian bapak Andi menghadap ke dia, "Ini pekerjaan kamu kan?"
"Betul bapak."
"Kenapa ada banyak kesalahan di dalamnya?"
"Ma-maafkan saya bapak." Sembari menundukkan kepala dikarenakan menyadari kesalahan dalam file tersebut.
"Ya sudah. Kamu perbaiki lagi ya!"
"Siap bapak."
Kemudian Alice keluar dari ruangan tersebut lalu kembali ke meja kerja. Di meja kerja, dia langsung membenahi file yang tadi terdapat kesalahan.
Hal tersebut sangatlah wajar bagi dia dikarenakan teringat akan perkataan pegawai lain tadi pagi yang membuat dia kehilangan fokus dalam bekerja.
__ADS_1
Hingga tidak terasa, waktu di layar komputer sudah menunjukkan pukul 12:00. Saatnya semua pegawai istirahat sejenak.
Kemudian Alice beranjak dari kursi lalu menuju ke kantin pegawai untuk makan siang. Di kantin, dia langsung memesan makan siang lalu membayar nya.
Kemudian dia mencari bangku kosong lalu duduk di bangku tersebut.
(Selamat makan.)
Pada saat dia ingin memasukkan sesendok makan siang ke mulut, lagi-lagi terdengar gosip yang tidak mengenakkan tentang suami nya di telinga yang membuat nafsu makan dia menjadi turun.
Namun, dia tetap melanjutkan nya meskipun tidak bisa menikmati rasa dari makanan tersebut.
(Terima kasih atas makanannya.)
Kemudian dia langsung meninggalkan kantin tersebut. (Di-dinginnya!) Guram dia sembari tubuh sedikit gemetar karena terkena semilir hawa dingin. Seketika itu, dia menoleh ke langit.
Terlihat kumpulan awan hitam menutupi langit yang cerah seolah-olah mengikuti suasana hati dia. Kemudian dia bergegas kembali ke ruangan kerja.
Di ruangan kerja Alice, dia langsung menghampiri meja kerja lalu duduk di kursi. Kemudian dia duduk lalu melanjutkan pekerjaan.
Beberapa menit kemudian, *Byur!* Hujan turun dengan deras. Waktu terus berlalu. Dia tetap melanjutkan nya ditemanin suara hujan. Hingga tidak terasa, waktu di layar komputer sudah menunjukkan pukul 16:30. Seketika itu, hujan mulai mereda disertai siluet cahaya kuning-keemasan menembus cendela ruangan.
Terlihat pegawai lain mulai membereskan sisa pekerjaan untuk segera pulang ke rumah masing-masing tidak terkecuali Alice.
Beberapa menit kemudian, dia beranjak dari kursi. *Krek ...* Kursi tersebut di dorong. Kemudian dia langsung meninggalkan ruangan tersebut lalu menuju ke lahan parkir pegawai.
Di lahan parkir, dia menghampiri sepeda montor lalu menaiki nya. *Kling!* Jaglang sepeda tersebut dinaikkan. *Brem!* Mesin sepeda tersebut dinyalakan. Kemudian dia langsung pulang ke rumah.
......................
Satu jam kemudian, akhirnya dia sampai di depan rumah dan berpapasan dengan Rendi yang baru pulang dari ngamen.
Kemudian Rendi menghampiri pagar rumah, *Klik!* Gembok pagar dan pagar tersebut dibuka.
Kemudian Alice langsung menuju ke garasi rumah sementara Rendi memasuki nya lalu menutup kembali pagar tersebut kemudian mengunci nya.
"Kling!" Jaglang sepeda montor diturunkan oleh Alice Kemudian turun dari sepeda tersebut, *Krek ...* Pintu luar tersebut dibuka.
Kemudian Alice memasukkan sepeda montor ke garasi rumah diikuti dengan Rendi setelahnya. Kemudian Alice Mematikan sepeda tersebut. *Kling!* Jaglang sepeda motor diturunkan oleh dia. *Krek ...* Pintu luar garasi tersebut ditutup kembali oleh Rendi.
Di saat Rendi menghampiri dia, terlihat raut wajah nya yang sedang murung, "Lohhh .... Kenapa lagi dengan kamu hari ini?"
"Tadi pagi di kantor, aku mendengar gosip yang tidak mengenakkan tentang kamu!"
"Sama seperti kemarin?"
"Betul."
"Kan sudah aku bilang jangan kamu pikirkan lagi. Tidak baik untuk kesehatan psikis kamu."
"Baik."
Kemudian keduanya menuju kamar tidur. Di kamar tidur, Alice langsung mengambil piyama di lemari lalu masuk ke kamar mandi tersebut untuk membersihkan diri. Sementara Rendi meletakkan tas gitar di dinding dan kotak uang di meja. lalu memindahkan uang yang ada di kotak tersebut ke dompet.
Setelah Alice selesai membersihkan diri dengan piyama yang dikenakan, sekarang giliran Rendi melakukan hal yang sama. Beberapa menit kemudian, kedunya langsung menuju ke ruang keluarga.
Hari berganti malam. Di ruang keluarga, seperti biasa Alice langsung menyiapkan hidangan makan malam di dapur sementara Rendi menunggu nya di meja makan sembari meletakkan kursi plastik.
Setelah hidangan nya selesai, keduanya langsung menata nya di meja makan ruang keluarga. *Krek ...* Kursi ditarik lalu keduanya duduk bersebelahan.
(Selamat makan.)
Kemudian keduanya mulai menyantap nya dengan lahap. Beberapa menit kemudian,
(Terima kasih atas makanannya.)
Kemudian keduanya langsung membereskan piring sisa nya dari meja tersebut lalu Alice membersihkan nya di wastafel dapur. *Cling!* Beberapa piring bersih ditaruh ke rak.
Kemudian keduanya menuju ke kamar tidur. Hari semakin malam. Di kamar tidur, keduanya langsung membaringkan badan ke ranjang lalu saling menatap.
"Selamat tidur, suamiku."
__ADS_1
"Selamat tidur juga, istriku."
Kemudian keduanya tertidur dengan pulas.