Sistem Mafia

Sistem Mafia
Hinaan


__ADS_3

Pagi hari yang cerah. Siluet cahaya putih menembus cendela kamar tidur keduanya. *Kukuruyuk ...* Ayam berkokok mulai terdengar. Keduanya langsung tebangun dari tidurnya lalu, (Egh ...) Meregangkan badan. Kemudian keduanya saling menatap.


"Selamat pagi, suamiku."


"Selamat pagi juga, istriku."


"Aku mandi terlebih dahulu ya ..." ucap Alice.


"Baiklah."


Kemudian Alice langsung beranjak dari ranjang lalu menuju kamar mandi dalam, *Click!* Saklar lampu kamar mandi dinyalakan lalu memasuki nya.


*Byur! Byur!* Percikan air terdengar dari kamar mandi tersebut.


Beberapa menit kemudian, *Klik!* Pintu kamar mandi dibuka. Kemudian Alice kembali menghampiri suaminya, "Sudah selesai nih. Sekarang giliran kamu!"


"Oke."


Kemudian Rendi langsung beranjak dari ranjang lalu menuju kamar mandi tersebut sementara Alice mengenakan seragam biasa kantor yang diambilnya dari lemari tersebut.


*Click!* Pintu kamar tersebut ditutup lalu mulai membersihkan diri.


Beberapa menit kemudian, dia keluar dari kamar mandi lalu menutup kembali pintunya. Kemudian dia mengenakan kaos berkerah dan celana kain panjang yang diambilnya dari lemari tersebut lalu menghadap ke dia, "Sudah selesai nih!?"


"Kalau begitu, ayo kita langsung sarapan!"


"Baik."


Kemudian keduanya langsung menuju ke dapur. Di dapur, seperti biasa Alice langsung menyiapkan beberapa hidangan sarapan sementara Rendi menunggu nya di meja makan yang berada di ruang keluarga.


Beberapa menit kemudian, akhirnya hidangan sudah siap untuk disantap. Kemudian Rendi membantu dia untuk menata nya di meja makan. Setelah semuanya selesai, keduanya langsung duduk di meja tersebut.


(Selamat makan.)


Kemudian keduanya mulai menyantap sarapan pagi dengan lahap. Beberapa menit kemudian,


(Terima kasih atas makanannya.)


"Ini," ucap Alice sembari memberikan bekal makan siang ke dia.


"Terima kasih, istriku."


"Sama-sama."


Kemudian keduanya langsung membereskan piring sisa sarapan dari meja tersebut lalu Alice membersihkan nya di wastafel dapur. *Cling!* Beberapa piring bersih ditaruh ke rak.


Kemudian Alice melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 07:00 lalu menghadap ke Rendi, "Waktunya saya berangkat kerja nih!"


"Kalau begitu, saya juga deh."


Kemudian dia kembali ke kamar tidur sementara Alice menunggunya di ruang keluarga.

__ADS_1


Di kamar tidur, dia memakai sebuah tas gitar yang di dalamnya terdapat sebuah gitar akustik beserta perlengkapan nya dan membawa kotak uang. Kemudian dia kembali ke ruang keluarga.


Di ruang keluarga, Rendi membawa kursi plastik di dekat meja makan lalu menghadap Alice, "Ayo istriku, sekalian saya antar kamu!"


"Baik."


Kemudian keduanya langsung menuju ke garasi rumah. Di garasi, *Krik ...* Pintu tersebut dibuka oleh Rendi. Terlihat ruangan nya yang cukup luas dengan dua sepeda motor yang sudah lama terparkir.


Kemudian Alice menghampiri salah satu motor lalu menaikinya sementara Rendi menuju ke pintu luar garasi, *Krik ...* Pintu tersebut di buka lalu keluar.


*Brem ...* Mesin sepeda montor dinyalakan oleh Alice lalu keluar dari garasi.


Kemudian Rendi menutup kembali pintu luar garasi lalu menghampiri pagar rumah. Gembok pagar dan pagar tersebut dibuka.


Kemudian Alice menghampiri dia, "Saya berangkat kerja terlebih dahulu ya ..."


Kemudian Rendi menghadap ke dia, "Ya sudah. Hati-Hati di jalan!"


"Oke!"


Kemudian Alice langsung berangkat ke kantor yang kebetulan tidak jauh dari rumah. Kemudian Rendi menuju pintu rumah, *Click!* Pintu tersebut dikunci. Kemudian dia menuju jalan kampung. *Krekkk ...* Pagar rumah ditutup lalu digembok kembali.


(Yosh! Saatnya berangkat.) Dengan penuh semangat.


Kemudian dia menuju ke tempat biasa.


......................


Kemudian dia memakai nya lalu langsung menyanyikan beberapa lagu di setiap pengendara yang berhenti di lampu merah sembari membawa kotak uang.


Waktu terus berlalu. Dia dengan semangat menghibur para pengendara. Hingga tidak terasa, matahari sudah di atas kepala.


Beberapa menit kemudian, datanglah sebuah mobil berplat merah yang hendak memasuki halaman parkir sebuah cafe yang berada di lampu lalu lintas.


Namun, mobil tersebut berhenti sejenak di samping dia. *Klik!* Pintu mobil di buka dari dalam. Terlihat beberapa rekan kerja Alice turun dari mobil. Kemudian mereka menghampiri dia.


"OHHH .... JADI INI SUAMINYA ALICE. DASAR TIDAK BERGUNA!" ucap pegawai 1.


"LEBIH BAIK ALICE TIDAK MENIKAHI KAMU!" ucap Aliya.


"BETUL JUGA. KAMU HANYA MEMBAWA KESIALAN BAGI ALICE!" ucap Yuli.


Sebuah hinaan ditujukan ke dia. Namun, dia hanya bisa menahan rasa emosi sembari menundukkan sedikit kepala. Sementara Alice yang melihatnya dari mobil tersebut hanya bisa terdiam saja sembari meneteskan air mata.


(Apa salahnya dengan pekerjaan suami ku.) Terlintas dalam pikiran Alice.


Tak lama kemudian, mereka menghampiri kembali mobil tersebut. *Dug!* Pintu mobil ditutup kembali oleh mereka. Kemudian mereka langsung menuju ke cafe tersebut.


Kemudian Rendi meletakkan gitar tersebut di atas tas nya lalu mengambil kotak makan siang sembari duduk di kursi tersebut.


Beberapa menit kemudian, mobil tadi meninggalkan cafe tersebut. Sementara Rendi tetap melanjutkan pekerjaan meskipun dengan suasana hati yang sedang dilema oleh hinaan mereka.

__ADS_1


Waktu terus berlalu. Hingga tidak terasa siluet cahaya kuning keemasan menembus langit yang cerah.


Kemudian dia menoleh ke atas, (Loh! Sudah sore aja, saatnya pulang nih.) Terlintas dalam pikiran.


Kemudian dia melepaskan sabuk gitar lalu memasukkan gitar dan sabuk tersebut ke tas nya. Kemudian dia memakai tas gitar di pinggang.


Kemudian dia langsung pulang ke rumah sembari menenteng kursi plastik dan kotak uang.


......................


Satu jam kemudian, akhirnya dia sampai di depan rumah dan berpapasan dengan Rendi yang baru pulang dari ngamen.


Kemudian Rendi menghampiri pagar rumah, *Klik!* Gembok pagar dan pagar tersebut dibuka.


Kemudian Alice langsung menuju ke garasi rumah sementara Rendi memasuki nya lalu menutup kembali pagar tersebut kemudian mengunci nya.


"Kling!" Jaglang sepeda montor diturunkan oleh Alice Kemudian turun dari sepeda tersebut, *Krek ...* Pintu luar tersebut dibuka.


Kemudian Alice memasukkan sepeda montor ke garasi rumah diikuti dengan Rendi setelahnya. Kemudian Alice mematikan sepeda tersebut. *Kling!* Jaglang sepeda motor diturunkan oleh dia. *Krek ...* Pintu luar garasi tersebut ditutup kembali oleh Rendi.


Kemudian keduanya menuju kamar tidur. Di kamar tidur, Alice langsung mengambil piyama di lemari lalu masuk ke kamar mandi tersebut untuk membersihkan diri. Sementara Rendi meletakkan tas gitar di dinding dan kotak uang di meja. lalu memindahkan uang yang ada di kotak tersebut ke dompet.


Setelah Alice selesai membersihkan diri dengan piyama yang dikenakan, sekarang giliran Rendi melakukan hal yang sama. Beberapa menit kemudian, kedunya langsung menuju ke ruang keluarga.


Hari berganti malam. Di ruang keluarga, seperti biasa Alice langsung menyiapkan hidangan makan malam di dapur sementara Rendi menunggu nya di meja makan sembari meletakkan kursi plastik.


Setelah hidangan nya selesai, keduanya langsung menata nya di meja makan ruang keluarga. *Krek ...* Kursi ditarik lalu keduanya duduk bersebelahan.


(Selamat makan.)


Kemudian keduanya mulai menyantap nya dengan lahap. Beberapa menit kemudian,


(Terima kasih atas makanannya.)


Seketika itu, Alice teringat dengan kejadian yang menimpa dia tadi siang.


"Ma-maafkan perkataan teman kerja aku tadi siang ya, suamiku!" ucap Alice dengan kepala tertunduk.


"Oh! Tidak papa, istriku. Aku maafkan kok."


Kemudian Alice mengangkat kepala, "Terima kasih"


"Sama-sama."


Kemudian keduanya membereskan piring sisa makan malam lalu mencuci nya di wastafel dapur. *Cling!* Beberapa piring bersih ditaruh di rak.


Kemudian keduanya menuju ke kamar tidur. Hari semakin malam. Di kamar tidur, keduanya langsung membaringkan badan ke ranjang lalu saling menatap.


"Selamat tidur, suamiku."


"Selamat tidur juga, istriku."

__ADS_1


Kemudian keduanya tertidur dengan pulas.


__ADS_2