
Semua telah kembali, dan menunggu kedatangan mereka yang di undang.
"Chen'er ada apa sebenarnya?" tanya nenek lu bing yun.
" Nanti akan chen'er jelaskan nek, chen'er hanya ingin keluarga kita semakin kuat" terang liu chen kepada neneknya.
Tak lama setelah itu,wusssh,,wusssh wusssh,, beberapa orang tiba di depan gerbang klan,
"Kakek tua, aku datang, di mana cucuku" ucap Patriak Lu bing Yan di sertai pengerahan qi.
Tiba tiba wussshhh liu chen menghilanh dari tempatnya, dan muncul di depan Patriak lu, patriak lu kaget, dan orang yang di ruangan tadi pun tercengang dengan kecepatan liu chen.
"Selamat datang Leluhur Lu dan,Leluhur Lu zhin, kakek lu bing yan, nenek Lu yang zhin, dan paman Lu bing lan,salam hormat dari liu chen" ucap Liu chhen sambil membungkukan badannya.
"Hormatmu kami terima chen'er " ucap 2 leluhur klan lu, patriak lu dan lu bing lan.
"Kemarilah anak tampan, apakah kamu tidak ingin memeluk nenek"ucap lu yang zhin.
liu chen lalu melangkah, memeluk neneknya dan kakeknya bergantian.mereka sangat bahagia bertemu cucunya.
"Selamat datang leluhur lu dan, lu zhin, patriak lu bing yan, bibi lu yang zhin dan saudara lan,maaf terlambat menyambut kalian, mari silahkan masuk, ayah dan ibu menunggu semua di dalam" ucap patriak ling zhan.
"hahahaha baiklah, kami masuk, sepertinya di belakang kami ada yang bergerak kemari, " ucap leluhur Lu dan, karena merasakan aura mendekat.
Wushh, wusssh, wusssh, muncul 3 orang lagi.
"Selamat datang kakek meng zhun, nenek meng luo yin, dan paman meng long jun, salam hormat dari chen'er" ucap liu chen memberikan hormat kepada rombongan patriak klan meng,
__ADS_1
" Bangun lah cucuku,aku di beri tahu bibimu untuk datang" jawab patriak meng zun.
"Ayah, ibu, adik, masuklah, di dalam sudah ada paman bing yan dan bibi yang zhin" ucap bibi meng rou yang tiba tiba muncul di belakang liu chen.
"Chen'er kami masuk dulu, kamu sedang menunggu calon mertuamu dan calon istrimu kan" celetuk paman meng long jun.
"Ah paman, "liu chen tergagap mendengar celetukan pamannya, sementara bibi mengrou hanya terkikik, dan yang lain tertawa terbahak bahak.
Tak lama setelah itu , 2 orang tiba dari kejauhan, dia adalah tuan kota sekaligus patriak tang yu beserta putrinya.
"Salam paman,selamat datang, " ucap liu chen kepada patriak tang yu dan tang qin mei.
"Hai anak tampan, kapan kita akan meminum teh bersama di kedai paman liong? " tanya patriak tang kepada liu chen, biasanya mereka sering bertemu di sana setelah berkunjung ke warga kurang mampu.
" hehehe baik paman, kita pasti akan meminum teh bersama di sana" jawab liu chen.
"Ah, mei'er aku baik baik saja, lihatlah, bukankah aku sehat dan terlihat tampan" canda liu chen.
Hahaha,, tuan kota tertawa terbahak bahak mendengarnya, mereka akhirnya memasuki kediaman patriak ling bersama sama.
Mereka duduk mengitari meja panjang di ruang tamu patriak ling zhan, di mejapun telah tersedia berbagai macam camilan jajanan, dan juga teh, adapun juga arak di sana.
"Baiklah, karena semua sudah berkumpul, sebelumnya chen'er meminta maaf kepada leluhur semua, kakek dan nenek semua serta paman semua,apa yang chen'er lakukan sangat tidak sopan karena mengundang yang lebih tua untuk datang."ucap liu chen membungkukkan badannya sebagai permintaan maaf.
"Adapun maksud chen'er mengumpulkan semua karena chen'er ingin menananyakan sesuatu dan sekaligus memberikan sesuatu serta mengutarajan keinginan Chen'er".
"Kalian semua adalah keluarga chen'er."Liu chen menceritakan apa yang di alaminya, dan juga bagaimana dia akhirnya bisa kembali, dia hanya bercerita bahwa dia di tolong lelaki sepuh, dan berguru padanya, serta pesan dari gurunya untuk melindungi alam bawah alam kultivator.
__ADS_1
"Jadi, semuanya, chen'er ingin semua semakin kuat untuk saling melindungi di kota bukit bunga ini, karena kita semua keluarga,karena ke depan chen'er akan berpetualang untuk melaksanakan tugas guru, tapi sebelum itu, chen'er akan berusaha membantu semuanya untuk menjadi semakin kuat dengan bantuan peninggalan guru chen'er. "
Liu chen lalu berdiri dari kursinya, dua mulai berjalan,mendekati paman ling zhan
"Paman, tadi yang chen'er berikan adalah untuk pribadi, dan ini untuk sumber daya klan paman, ada beberapa kitab dan beberapa pil dan juga beberapa senjata tingkat langit, untuk para tetua klan, chen'er berharap mereka semakin kuat" ucap liu chen.
"Maaf paman,bibi,kakek,nenek".
Lalu liu chen menyentuh dahi pamannya, memberikan ingatan kitab berpedang serrta membantu pencerahannya, liu chen juga melakukan hal sama kepada bibi, kakek dan neneknya.
Mereka hanya bisa terbengong dengan apa yang muncul dalam ingatan mereka.
Lalu liu chen kembali berjalan menuju Klan lu,
"Leluhur, kakek, nenek, paman, ini masing masing untuk kalian, chen'er berharap leluhur bisa mengatasi kemacetan dalam ranah leluhur, dan segera naik ke ranah illahi" ucap liu chen.
"Heh, bocah rampan dari mana kamu tau kami sudah mencapai ranah langit dan kesulitan mencapai ranah illahi"? tanya leluhur lu dan.
Liu chen tersenyum dan mengeluarkan sedikit aura kultivasinya.
"Apaaa? heh, sungguh memalukan, bahkan aku di salip oleh cicitku sendiri dalam kultivasi".
Semua orang di sana kaget, karena ternyata liu chen sudah mencapai alam illahi, dalam usia yang sangat muda.
" apa benar itu chen'er?" tanya nenek bing yun karena penasaran, karena sejak bertemu liu chen tak bisa melihat aura ranahnya.
"Benar nenek, sekarang chen'er ada di ranah Illahi *1".
__ADS_1
apaaaaaaaa???