
"Kakek, nenek, mereka adalah salah satu saudaraku yang baru, Liu Ran dan Liu Ren, yang bergantian berjaga di klan. Jadi, kakek tidak perlu khawatir," ucap Liu Chen untuk mengenalkan Liu Ran dan Liu Ren.
"Hormat kepada tuan besar dan nyonya besar," Liu Ren dan Liu Ran memberi hormat pada kakek dan nenek Liu Chen.
"Ah, aku terima hormat kalian. Duduklah kalian, anak muda. Aku tidak nyaman kalian memanggilku tuan besar, panggil aku kakek seperti tuan mudamu memanggilku," ucap kakek Liu Chen.
"Eh, baik tu, Kakek," jawab Liu Ran.
Saat mereka mengobrol, tiba-tiba Lingyun keluar dari kamarnya.
"Yun'er, kenapa kamu bangun? Ini masih malam," tanya Liu Chen pada adiknya.
"Kakak, Yun'er haus, jadi terbangun," jawab Ling Yun.
"Duduklah, biar kakak ambilkan minum," kata Liu Chen.
Belum Liu Chen berdiri, Liu Ren sudah berdiri lebih dulu, "biar saya yang mengambilkan untuk tuan putri tuan muda," ucap Liu Ren.
"Ah, terima kasih kakak Ren," ucap Liu Chen.
__ADS_1
"Yun'er, mereka adalah kakek dan nenekmu, berikan salam," ucap Liu Chen menjelaskan dan meminta Ling Yun memberikan salam.
"Kakek, nenek, salam hormat dari Yun'er," ucap Ling Yun.
"Baiklah, aku terima hormatmu, gadis kecil," jawab nenek Liu Chen.
"Chen'er," nenek Liu Chen meminta penjelasan dari Liu Chen dengan menatapnya.
Liu Chen lalu menjelaskan segala hal tentang Lingyun, berasal dari mana, dan bertemu di mana.
Seketika itu juga, nenek Liu Chen beranjak dari kursinya dan menuju kursi Ling Yun.
Ling Yun memeluk erat nenek barunya, merasa nyaman dengan belaian dari jari neneknya yang membelai rambutnya.
"Minumlah dulu, Yun'er. Setelah minum, nanti nenek akan menemanimu tidur," ucap nenek Liu Chen.
"Benarkah, nenek? Terima kasih, nenek," ucap Ling Yun semangat lalu mencium pipi neneknya, karena akan ditemani tidur.
Nenek Liu Chen dan Ling Yun sudah meninggalkan tempat itu dan berjalan ke arah kamar, agar Lingyun tidur kembali.
__ADS_1
Liu Chen akhirnya bercerita dengan apa yang telah dilakukan beberapa hari ini, baik di klan Liu, klan Meng, klan Tang, ataupun klan Ling. Semua mendapatkan hal yang sama.
Selain itu, Liu Chen juga menceritakan keinginannya, tugas dari gurunya, jadi Liu Chen berharap semua klan utama di bukit bunga segera menjadi kuat.
"Kakek dan nenek juga bisa berkultivasi di menara kultivasi lantai 4, agar segera naik ranah. Di lantai 4, pengumpulan qi 20x lipat dari di luar menara. Dan waktu di sana 1:30. Chen'er yakin setelah 14 bulan di dalam sana atau 14 hari di luar, kakek dan nenek akan segera mencapai ranah illahi," Liu Chen menjelaskan semuanya.
Melihat raut wajah kakeknya yang ragu dan sedang memikirkan sesuatu, Liu Chen segera mengeluarkan cincin penyimpanan yang sudah diisi pil kultivasi tingkat illahi ke atas.
"Kakek dan nenek tidak perlu khawatir tentang sumber daya. Ini untuk kakek, dan satu lagi nanti kakek berikan kepada nenek," ucap Liu Chen.
Kakek Liu Chen lalu mengalirkan sedikit qi ke dalam cincin yang diberikan Liu Chen.
"Apa?!?!" kakek Liu Chen terkejut melihat isinya. Di dalamnya ada sekitar 1 juta koin emas, puluhan pil kultivasi tingkat illahi, dan puluhan pil pondasi. Pil-pil yang tidak pernah terbayangkan oleh kakek Liu Chen bisa dibelinya.
Sementara itu, nenek Liu Chen yang sedang berjalan menuju ke arah mereka kaget mendengar suaminya teriak.
"Apa yang kau lakukan? Tidakkah kau tahu cucumu sedang tidur? Kenapa kau teriak-teriak?" ucap nenek Liu Chen geram.
"Eh, maafkan aku. Aku hanya terkejut. Duduklah, dan lihatlah ini apa yang diberikan cucu tampanmu," ucap kakek Liu Chen.
__ADS_1