SISTEM PENGUASA SURGAWI

SISTEM PENGUASA SURGAWI
Hal yang tak terduga


__ADS_3

Malam akhirnya tiba, liu chen pun telah menyelesaikan makan bersama ling yun dan liu ren,dan liu ran. setelelah itu mereka mengobrol sebentar,liu chen akhirnya menemani lingyun tidur, setelah lingyun tidur, liu chen membuat array pelindung dan meminta liu ren menjaga ling yun, dan liu ran berjaga di gerbang klan.


"kakak ren, tolong jaga ling yun, bila dia terbangun katakan aku keluar sebentar, aku takkan lama kak ren" ucap liu chen.


"Baik tuan muda" jawab liu ren.


Liu chen lalu pergi berjalan meninggalkan kediamannya, sesampai di luar gerbang dia lalu menggunakan langkah bayangannya, tak butuh waktu lama akhirnya liu chen sampai di kediaman klan tang.


"Ah, maaf tuan muda liu chen, saya sudah di pesan oleh patriak, jika tuan muda datang di minta agar di antar ke aula" ucap penjaga tersebut, karena sudah mengenal liu chen.


"Terimakasih paman" jawab liu chen menangkupkan tangan tanda memberi hormat.


"Eh tuan muda tidak perlu seperti itu, saya sangat mengetahui kebaikan tuan muda, yang ramai di perbincangkan, saya salut dengan tuan muda".ucap penjaga itu.


"Mari tuan muda" ajak penjaga itu.


"tunjukkan jalan paman".jawab liu chen.


Tak lama mereka berjalan akhirnya mereka sampai di aula klan.

__ADS_1


tok tok tok,Salam hormat saya patriak dan tetua sekalian, tuan muda liu chen sudah sampai" penjaga tersebut melapor.


"Persilahkan masuk" jawab patriak.


"Salam patriak, tetua semua,chen'er memberi hormat"ucap liu chen.


"ah tuan muda, silahkan duduk, atau kita akan langsung menuju ke tempat yang tuan muda ingin"jawab tetua agung seperti tidak sabar setelah mereka semua mendapatkan cerita dari patriak mereka.


"Chen'er, apakah kita langsung ke sana baru setelah selesai kita mengobrol?" tanya patriak tang.


"Paman patriak, tetua agung, dan tetua semua, sebaiknya kita ke sana, karena maaf sekali lagi, seperti yang patriak ketahui,bahwa malam ini saya harus menyelesaikan semuanya, dan juga ling yun sedang sendiri di rumah" jawab liu chen menjelaskan, karena liu chen ingin segera menyelesaikan, dan segera kembali menemani adiknya.


"Baik paman, mohon pimpin jalannya" jawab liu chen.


Setelah sampai ke lokasi, liu chen segera meminta di tunjukkan batas dan ke arah mana bangunan akan di letakkan.


Booom.


Booom.

__ADS_1


Suara bangunan yang entah jatuh dari mana dan tiba tiba muncul di sana, tetua klan tang memang sudah mendapat penjelasan dan di beritahu oleh patriak,tentang apa yang di lakukan liu chen di klan ling, serta apa yang di berikan liu chen kepada klan tang, tetapi mereka masih terkagum kagun oleh apa yang di lihat oleh mata mereka sendiri.


"Akhirnya selesai satu" guman liu chen.


Liu chen lalu berjalan mendekati tetua dan patriak yang menunggu agak jauh dari sana.


tiba tiba


gedebuk, gedebuk, gedebuk


"Terimakasih tuan muda, klan tang berjanji akan selalu mengingat pesan tuan muda dan dengan pemberian tuan muda kami akan berjanji semaksimal mungkin agar segera menjadi kuat dan bersama sama klan lain untuk menjaga kota bukit bunga" ucap mereka serempak, hanya patriak yang tak berlutut.


"Eh, tetua agung tetua sekalian, apa yang kalian lakukan, aku membantu karena kalian semua adalah bagian dari keluargaku, maka bangunlah, sungguh tidak sopan yang muda ini menerima hormat kalian" ucap liu chen menjelaskan.


Liu chen sungguh tak menduga bahwa apa yang di lakukannya akan membawa sebuah perubahan, keterikatan kepada klan tang.


Setelah menjelaskan semua itu, akhirnya semua memahami apa keinginan liu chen, mereka berjanji dalam hatinya bahwa akan membawa kebaikan bersama pesan liu chen.


"Terimakasih tuan muda liu chen" jawab mereka semuanya.

__ADS_1


__ADS_2