SISTEM UNGGAH VIDEO

SISTEM UNGGAH VIDEO
penawaran


__ADS_3

melihat gadis didepannya bertingkah malu malu riski mendekat dan berkata dengan lembut, sambil membawa gadis itu dalam dekapannya.


"hey tidak usah malu sama kaka."


gadis itu tak menjawab kemudian terdengar suara is akan tangis keluar dari bibir gadis itu.


sesaat Riski bingung, kemudian Riski tersenyum mengelus rambut wanita itu, dan bertanya.


"hey kenapa kau menangis."


kemudian gadis itu menjawab masih dengan isakan tangisnya..


"aku malu kak dengan ke adaanku saat ini, kata teman temanku aku tidak akan pernah mendapatkan lelaki, karna aku sangat jellek."


Yah teman teman wanita gadis itu memang selalu mengejeknya, walaupun sama sama dari keluarga tidak punya setidaknya mereka masih punya orang tua, tidak perlu ikut bekerja, otomatis kulitnya bersih tidak seperti nya, yg kusam tak enak di pandang menurutnya.


Bahkan cowok cowok di sekitar tak pernah ada yg meliriknya se olah jijik melihat adik tatang itu.


"menurut kaka kamu cantik kok, mereka aja yang buta, tidak melihat kecantikan gadis manis didepan kun ini." Riski merayu adik temannya itu biar gak sedih lagi.

__ADS_1


Mendengar ucapan Riski kemudian kemudian gadis itu berhenti ter isak, lalu mendongakan kepalanya menatap riski, dan bertanya dengan polosnya. "benarkah? kakak tidak bohong kan.?"


"tentu saja benar, kamu itu sangat cantik menurut kaka." Riski menjawab dengan nada lembut, sambil mengelus pipi adik temannya itu.


Mendengar jawaban seperti itu, dan diperlakukan Riski sangat manis, wajah gadis itu memerah, seperti kepiting rebus, karna baru pertama kalinya wajahnya di sentuh cowok, selain kaka dan almarhum bapaknya.


"oh iya dari tadi kita belum kenalan, nama kamu siapa?."Riski bertanya karna dari tadi berbicara dengan gadis di depannya tanpa tau namanya.


"namaku Ririn kak." adiknya tatang menjawab yg ternyata bernama Ririn.


"nama yang cantik, secantik orangnya, oh iya, nama kaka riski, panggil saja kak riski." Riski memperkenalkan diri sambil menggoda adik temannya itu, hehehe sepertinya jiwa buayanya Riski sedang aktif, wkwkwkk.


CUP.


tiba tiba Ririn mengecup bibir Riski agak lama, dan melepasnya kembali setelah tersadar dari kebodohannya itu.


Sedangkan Riski masih mematung tidak percaya.


"mimpi apa aku semalam, dalam sehari semalam bibirku dicaplok dua cewek, sungguh ke beruntungan tak terduga." Riski membatin.

__ADS_1


" bodo bodo bodoh." Ririn membatin bisa bisanya dia mencaplok bibir cowok duluan, sungguh memalukan pikirnya.


sesaat suasana jadi canggung, tak lama Riski mengendurkan dekapannya, dan langsung mecairkan suasana, dengan mengalihkan pembicaraan.


"oh iya rin kamu mau gak nanti malam jalan jalan sama kaka, dan kaka rencananya mau mengajak kakak kamu juga." Riski bertanya pada Ririn.


"kalau aku terserah kak tatang aja, tapi aku malu kak, karna pakaianku semuanya, sudah lusuh." ririn menjawab dengan wajah sendu.


"oh tenang saja, masalah itu nanti kaka yang ngurus." Riski menjawab dngan lembut.


Tak lama kemudian tatang datang membawa dua cangkir kopi, Dan menaruhnya di depan riski.


"maaf ya ris adanya cuma kopi, maklum orang susah." tatang berkata tidak enak.


"gak apa apa kok, oh iya yang gimana kalau loe tinggal dirumah gue aja." Riski menawarkan pada teman barunya itu.


Berlanjut......


jangan lupa like comen follow Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2