
di lain tempat, aldo tatang dan teman temannya sudah sampai di pos 2, mereka memutuskan untuk makan siang, karna perut sudah pada lapar.
" gimana caranya agar gue bisa membuat celaka si brengsek itu." aldo membatin.
kemudian aldo melirik bagong dan membisikan sesuatu, entah apa yg di ucapkan.
authorpun tak tau hehehehe.
" serius loe.?" bagong terkejut dengan apa yg di bisikan aldo barusan.
" serius gue ingin hidup mereka berdua menderita." jawab aldo berbisik.
tak lama Riski dan Rani datang menyusul, masih dengan posisi yg sama, Rani berada di gendongan Riski tentunya, Ririn dan clara merasa cemburu tapi mau gimana lagi, Rani ke adanya sekarang lagi tidak baik baik saja.
Sedangkan Riski yg sudah sampai di pos 2 langsung menghampiri teman temannya, lalu menurunkan Rani dari gendongannya.
" huh akhirnya sampai." keluhnya dalam hati.
Rani yg sudah diturunkan oleh Riski langsung makan, karna perutnya sudah sangat lapar, minta di isi, Rani makan dengan lahap karna suasan hatinya saat ini sedang bahagia, walaupun dingin setidak nya Riski masih ada sedikit perhatian padanya pikirnya.
Sedangkan Riski saat ini sedang meminum kopi yg sudah di sediakan tatang, Riski terus melirik aldo.
" kapan dan dimana bocah ini akan mencelakai temanku, dan adiknya.?" riski membatin.
Kemudian Riski menampilkan layar hologram didepan matanya dan mencari sesuatu.
" ah ini dia yg aku cari." dan Riski langsung membeli apa yg di temukannya di toko sistem.
("ding")
("selamat tuan rumah telah membeli skil pendengar kata hati seharga 500 poin sistem")
("ding")
("selamat tuan rumah telah membeli skil pengobatan terhebat seharga 1000 poin sistem")
("ding")
__ADS_1
("sisa poin sistem 2600")
tak lama Riski langsung menghampiri Rani.
tanpa berkata apa apa, Riski langsung memegang pergelangan kaki Rani yg keseleo.
Sedangkan Rani Ririn dan clara merasa terkejut sekaligus heran. "apa yg mau di lakukan Riski." batin mereka.
Riski terus saja memegang pergelangan kaki Rani, sambil memijit mijit telapak kaki Rani.
tak lama rasa hangat Rani rasakan, dari telapak tangan Riski, menjalar ke urat urat kaki Rani, dan ajaibnya sekarang Rani tidak merasakan sakit lagi, yg ada kakinya merasa lebih ringan dari biasanya.
Sontak saja itu membuat Rani terkejut.
" selain baik dan tampan, ternyata Riski juga hebat dalam hal pengobatan." Rani membatin.
rani semakin dibuat kagum sama Riski.
Tanpa aba aba tiba tiba Rani langsung memeluk Riski dan ter isak.
" hiks hiks hiks, Terima kasih ya ris, berkat kamu, kakiku jadi sembuh kamu tetap baik padaku, walaupun aku pernah menyakiti hhatimu, maafkan aku ris maafkan aku hiks hiks." Rani bicara sambil ter isak.
Clara yg mendengar perkataan Rani, yg sudah sembuh jadi penasaran. "apa benar kaki rani sudah sembuh karna Riski." batinnya Rani masih tak percaya.
" ran emg kamu sudah sembuh beneran." clara bertanya penasaran.
Mendengar pertanyaan clara, kemudian Rani melepas pelukannya dan melihat ke arah clara.
" iya kaki gue sudah sembuh beneran." jawab Rani.
Mendengar itu clara merasa llega, ia semakin dibuat kagum pada Riski, menurutnya Riski sangatlah misterius dan tak dapat ditebak, sama halnya dengan Ririn, yg mulai ada rasa sama lelaki yg baru dikenalnya itu.
Sedangkan tatang sekarang percaya sama ucapan riski, tentang aldo yg akan mencelakai nya, melihat Riski yg sangat hebat dalam hal penyembuhan, tatang bisa menyimpulkan kalau Riski hebat dalam segala hal.
setelah tenaga mereka pulih mereka melanjutkan perjalanan, masih dengan posisi sama, aldo paling depan dan Riski paling belakang.
siang sudah berganti malam.
__ADS_1
saat ini mereka sedang bersantai santai mengelilingi api unggun, setelah acara makan malam selesai.
" gue sudah tidak sabar mencicipi adik si brengsek itu." aldo membatin.
"gue ingin melihat gimana nanti reaksi si brengsek itu, saat adiknya kehilangan masa depannya, dan tak semagat hidup hahaha." kembali aldo membatin dengan mulut terangkat.
tentu itu, semua tak luput dari pendengaran telinga Riski.
" hm tak akan aku biarkan semua itu terjadi." batin Riski geram, kok ada orang yg se bejad aldo, pikirnya.
sekarang sudah menujukan jam10 malam, meraka semua memutus kan untuk tidur, disana terdapat 4 tenda , di tenda 1 terisi Ririn Rani dan clara, tenda 2 terisi tatang dan Riski, di tenda 3 di isi mira dan lily, di tenda 4 terisi aldo dan bagong.
Jam 12 belas malam aldo dan bagong keluar dari tenda mereka berdua.
" gimana gong loe sudah siap menikmati tubuh gadis itu." ucap aldo pada tatang sambil menyeringai
" siap bos malah gue sudah tidak sabar ingin mendengar ******* adik si tatang itu." jawab bagong girang.
" baiklah nanti loe jaga di luar tenda, takut ada yg keluar, sedangkan gue akan masuk ke dalam tenda, dan membiusnya." aldo memberi perintah pada temannya itu.
" baik bos siap komandan." jawab bagong semangat.
Sedangkan Riski saat ini sedang menyaksikan apa yg akan mereka lakukan, Riski mengaktifkan mata gaib nya.
Tiba tiba Riski di kejutkan oleh sesosok 2 kuntilanak, yg keluar dari balik pohon, sontak saja itu membuat Riski jadi merinding.
Tanpa diduga 2 sosok kuntilanak itu, membungkuk pada Riski, dan ter dengar suara.
" selamat datang penguasa, kami berdua siap melaksanakan perintah ketua." kuntilanak itu bicara bersamaan sambil membungkuk hormat.
Melihat itu bukannya takut, malah dalam hati Riski tertawa ngakak, se akan lucu dengan kejadian ini, baru kali ini dia di hormati kuntilanak pikirnya.
mendengar perkataan 2 kuntilanak itu, Riski jadi punya ide cemerlang.
" lihat saja, akan aku buat kalian berdua trauma hehehe." Riski membatin, sambil menyeringai.
Berlanjut.......
__ADS_1
jangan lupa like comen subscribe Terima kasih