
tentu saja, tatang dan Ririn terkejut, mendengar ucapan Riski.
"emang gak apa apa ris?, gimana nanti dengan orang tua loe, tidak menerima kehadiran kami berdua." tatang menjawab khawatir.
"itu tidak mungkin, karna orang tua gue udah gak ada sejak lama." Riski menjawab dengan wajah terlihat sedih.
"eh maaf ris bukan maksud gue."
Belum ucapan tatang selesai Riski langsung memotongnya.
"tidak apa apa, gue gak apa apa kok, gimana, mau tidak kalian berdua tinggal dirumah gue.?" Riski bertanya lagi pada tatang dan adiknya.
"baiklah gue bersedia tinggal dirumah loe." tatang menjawab sambil melirik adiknya.
"aku ikut kaka aja." Ririn menjwab pertanyaan tatang.
Setelah secangkir kopi habis, mereka bertiga langsung otw ke rumah Riski, sesampainya di depan mobil Riski, Ririn langsung terbengong, melihat mobil Riski yg sangat keren.
"eh ris mobil loe kan cuma bisa dua orang aja, sedangkan kita bertiga gimana?." tantang bertanya dengan bingung.
"eh iya juga ya, gue lupa." Riski juga jadi bingung, terus dia berfikir. "bertiga juga tidak masalah." gumamnya.
__ADS_1
"tang gini aja, Ririn duduk di pangkuan loe gimana?, rumah gue gak terlalu jauh juga kok dari sini." Riski meberitahu idenya pada tatang.
"baiklah." tatang menuruti ide Riski yg menurutnya sangat konyol tapi mau gimana lagi itu jalan satu satunya.
1jam kemudian. mereka sudah sampai dirumah mewah riski, Riski turun dari mobil langsung mengajak mereka masuk, sedangkan tatang dan Ririn saking kagumnya dengan kemewahan rumah Riski mereka berdua tak dapat berkata kata, menurut mereka berdua Riski sangat hebat masih muda sudah jadi lelaki sukses.
Kemudian mereka bertiga masuk kerumah Riski, lalu Riski mepersilahkan kaka dan adik itu duduk di sofa, sedangkan Riski langung mengambil cemilan dan minuman, untuk tatang dan Ririn.
Tak lama Riski datang membawa cemilan dan minuman, Riski langsung menaruhnya di atas meja lalu Riski duduk berhadapan dengan mereka berdua.
" yang loe libur kerja 1 minggu, memangnya mau kemana?." Riski bertanya penasaran.
Mendengar itu Riski berfikir, dan membatin.
"apa aku ikut aja ya?, kan aku dia bulan ini, gak ada kegiatan sekolah."
Akhirnya setelah lama berfikir, Riski memutuskan untuk ikut.
"yang gue ikut loe, gue dalam dia bulan ini, tidak ada kegiatan, jadi gue mau refresing sekali kali, hehehehe." Riski mengutarakan ke ikut sertaaannya pada tatang.
"boleh, malah gue senang tambah rame." tatang dengan senang hati menerimanya.
__ADS_1
"kapan kita berangkat?." Riski bertanya.
"besok pagi jam 9 harus sudah berkumpul di bescem gunung arjani." tatang memjawab..
"baiklah gue belum punya perlengkapan mendaki, gimana kalau sekarang loe ikut gue mencari perlengkapan mendaki, loe tidak keberatan kan.?" Riski mengajak tatang.
"gak keberatan kok." tatang menjwab.
"rin kamu ditinggal disini sendiri, gak apa apa kan?." Riski bertanya sama Ririn dengan lembut.
"gak apa apa kok kak." jawab Ririn santai.
Mendengar jawaban Ririn, Riski langsung mengajak ririn naik ke lantai atas, disana terdapat dua kamar, lalu riski memberi salah satu kunci pintu kamar pada Ririn,
kemudian, Riski dan tatang berangkat berdua dengan menaiki sepeda mobil lambonya.
di tempat lain, Rani terus saja kepikiran Riski.
" ris apakah kesalahan ku tidak bisa di maafkan?, aku sungguh menyesal ris." Rani membatin dan terus meneteskan air matanya.
berlanjut........
__ADS_1