
lalu Riski, berkata pada clara dan Ririn.
"kalian berdua jalan duluan aja biar aku yg mengurus Rani."
" tang loe temani Ririn dan clara, biar gue yg urusin Rani, tunggu gue di pos 2,spertinya gue jalan lambat, jadi loe jalan duluan aja." perintah Riski pada tatang .
" emg gak apa apa loe ditinggal, gue khawatir loe kenapa napa napa." tatang sepertinya tidak mau kalau harus jalan duluan, dia mengkhawatirkan Riski apa lagi dengan ke adaan Rani yg seperti itu.
" udah tenang aja gue jamin akan aman terkendali." jawab Riski
kemudian Riski membisikan sesuatu pada tatang.
" sebaiknya loe hati hati sama aldo dan 3 anggotanya, itu gue punya firasat buruk ok."
Mendengar itu tatang terkejut, dan bertanya dengan pelan.
"emg kenapa,gue harus hati hati sama dia.?" tanya tatang
" udah ikutin aja omongan gue kalo loe mau selamat, ingat ucapan gue." Riski kembali memperingati tatang.
Sebenarnya tatang merasa heran pada Riski, dari mana Riski bisa tau, kalo aldo punya niat jahat, tak mau terlalu memikirkan ini, tatang hanya mengangguk patuh pada riski.
kemudian tatang clara dan Ririn, berjalan terlebih dahulu mengikuti aldo dan tiga anggotanya.
Riski yg sudah di tinggal berdua sama Rani tidak berbicara sepatah kata pun, tiba tiba dia ber jongkok dan tas ranselnya di taru dedepan dada nya.
Rani yg melihat itu jadi bingung. "apa maksud Riski ber jongkok seperti itu." batinnya.
__ADS_1
Tak ada pergerakan dari Rani Riski berkata dengan ketus "loe mau di tolong gak?, kalo loe mau ditolong naik ke punggung gue."
Rani yg mendengar itu masih bengong, tak percaya kalau Riski akan membantunya, tapi kemudian Rani naik juga ke punggung Riski yg kekar itu.
Riski yg mengetahui Rani sudah berada di gendongannya, kemudian bangkit berdiri bejalan dengan pelan.
Tak ada pembicara an di antara mereka berdua.
Jangan di tanya lagi saat ini Rani, tentunya dia sangat bahagia dan terharu, karna Riski masih mau membantunya, walaupun Rani pernah melukai hati Riski.
" berada di punggung ini rasanya sangat nyaman, punggung kejar ini yg slalu aku rindukan, Terima kasi ris kamu masih peduli sama aku." Rani membatin, tak terasa kembali air mata Rani menetes, mengingat kelakuannya dulu pada Riski.
saking nyamannya Rani berada di gendongan Riski, dia semakin menempelkan badannya dan kepalanya yg bersandar di belakang leher Riski, Rani sambil mengendus endus aroma keringat riski, sungguh itu membuatnya candu.
sedangkan Riski malah merasakan risih, Rani memper erat badannya ke punggungnya, apalagi saat deru nafas Rani yg menyentuh lehernya, sungguh itu membuat badan Riski meremang, apa lagi dua benda kenyal yg menempel di punggungnya, sungguh Riski saat ini merasa tersiksa.
Rani yg mendengar itu heran.
"namanya aja juga digendong, pasti nempel." Rani berkata heran
"ya gue tau pasti nempel, tapi jangan terlalu nempel gue risih sama dua benda itu." riski berkata ngaco, hehehehe.
"eh emang aku bawa benda apa an?, aku gak bawa apa apa kok." jawab Rani polos.
" ni anak polos amat sih, gak tau aja gue tersiksa dengan adanya benda kenyal itu." batin Riski
"gue yakin loe bawa dua benda, jadi gue risih, mending loe gak usah terlalu nempel pada punggung gue." Riski berkata dingin.
__ADS_1
Sedangkan Rani tidak mengerti apa yg di maksud Riski dia bertanya tanya "apa yg dibawa gue." batinnya.
melihat Rani yg tak mengerti juga kemudian tangan kiri Riski terangkat ke atas bahunya, dan meraba raba apa yg ada dibelakang punggunya itu.
Rani yg melihat tangan Riski seperti itu, dia hanya diam tak bergerak Rani penasaran apa yg akan dilakukan Riski.
Merasa sudah menemukan apa yg ia cari Riski langsung meremas sekali, lalu.
Aw, ah.
Rani berteriak dan mendesah halus,
rani terkejut apa yg Riski lakukan.
Walaupun gugup Riski tetap melakukannya, agar rani mengerti apa yg ia maksud.
Kemudian Riski berkata ketus.
" itu yg gue maksud, 2 benda kenyal yg ada di dada loe itu yg bikin gue risih." Riski memperjelas.
Medengar ucapan Riski, akhirnya Rani mengerti kemudian wajahnya memerah karna malu.
" ah yang dimaksud Riski ternyata itu." Rani membatin.
Berlanjut....
jangan lupa like comen follow Terima kasih
__ADS_1