Ssstt.. Dia Kekasihku!

Ssstt.. Dia Kekasihku!
Chap one


__ADS_3

Happy reading All..


------------------------------


" hallo namaku Adam. " ucap seorang laki-laki beraut wajah datar yang sedang memperkenalkan dirinya didepan kelas.dia tampan bahkan saking tampannya meski hanya beraut datar itu tak mengurangi kadar ketampanannya.


" sebutkan nama lengkapmu Adam. " suruh Pak Yoga selaku wali kelas dikelas itu.


yaa.. kelas 2IPA3 SMA Harapan Kita kedatangan murid baru. seorang pria berambut hitam dengan memakai jaket hoodie abu-abu dan tas ransel disertai dengan mata yang hitam legam menambah kesan dingin diwajahnya. perawakannya yang tinggi dan kulitnya yang putih membuat setiap para perempuan terlena dengan sosoknya.


" namaku Adam Reynolds A. "


suara para perempuan riuh terdengar.menurutnya suara Adam bagai irama melody yang indah bagi mereka. tidak terkecuali dengan seorang gadis yang duduk dibangku pojok.


" A itu apa Adam? " Tanya Pak Yoga.


" itu.. "


" anjing kali pak? " timpal seorang laki-laki berambut cepak yang disambut sorakan dari para gadis-gadis.


" HHHUUUUUUUUU... "


" sirik aja lo. " celoteh gadis berambut pendek yang bernama Aurel.


" siapa tahu nama belakangnya itu. kalian pada kenapa sih? kayak nggak pernah lihat orang ganteng aja. padahal gantengan gue kali. "


" Andi jaga perkataanmu! " bentak Pak Yoga. Andi lalu diam dan hanya bisa menunduk sebelum Pak Yoga mengeluarkan jurusnya untuk membuat dirinya keluar dari ruangan.


" Adam kamu duduk disebelah Luna ya. " tunjuk Pak Yoga pada salah satu bangku kosong dipojok sebelah kiri. dia hanya mengangguk dan berjalan menghampiri tempat yang dimaksud. para gadis-gadis sebagian merasa kecewa karena mereka bersedia mengusir teman sebangkunya untuk Adam tapi sepertinya keberuntungan berpihak pada Luna.


Shaluna kedatangan teman baru yang tengah menarik bangku disebelahnya. rasa gugup tiba-tiba menjalar disetiap jengkal tubuhnya. mungkin karena ini pertama kali ia duduk disamping laki-laki.apalagi laki-laki setampan Adam.


berulang kali ia menelan salivanya untuk mengatasi rasa gugupnya. entah apa yang membuat jantungnya tidak bisa lagi berkompromi dengan otaknya. tidak biasanya dia seperti ini. apa ini yang namanya jatuh cinta pada pandangan pertama?? akhh tidak.. tidak mungkin!

__ADS_1


" hh.. hai. " Luna mencoba membuka obrolan agar suasananya terlihat mencair. berada disamping Adam membuat atmosfir ruangan terasa kehilangan beberapa persen oksigen.. sesak!


Adam hanya menatap tajam sekilas tanpa membalas sapaan Luna. kemudian ia melepas hoodienya dan menggulungnya, menaruhnya kedalam laci. hal itu tentu saja membuat Luna merasa kikuk. pertemuan untuk awal yang buruk. batin Luna.


☆☆☆


jam istirahat mulai berbunyi. anak-anak hampir semua keluar dari ruangan untuk sekedar mengisi perut mereka dikantin. tapi Luna berbeda, dia memilih tinggal dikelas ,membuka tasnya dan mengambil sebuah kotak bekal makanan berwarna ungu.


" bawa bekal lagi Lun? " Tanya Shela yang hendak beranjak dari bangkunya yang membelakangi Luna.


" iya.. lagi ngirit. kasian Mama kalau aku jajan terus. "


" ooh.. ya udah aku kekantin dulu ya. " Luna hanya mengangguk tersenyum.mungkin bagi seukuran anak SMA bawa bekal disekolah adalah hal yang kampungan tapi bagi Luna itu hal yang biasa. disaat anak-anak lain pada sibuk menghamburkan uang orang tuanya tapi Luna memilih membawa bekal,uang jajan yang ia dapatkan dari orang tuanya ia sisihkan untuk ditabung demi biaya kuliahnya kelak.


mau bagaimana lagi? dia hanya tinggal bersama Mamanya. Papanya sudah meninggal sejak ia masih duduk dibangku SD. kedua kakak laki-lakinya, Juno dan Jino sudah menikah, Luna tidak ingin merepotkan kedua saudara kembarnya karena ia tahu kehidupan setelah pernikahan akan lebih membutuhkan banyak sekali uang. jadi Luna memilih menabung dan meringankan beban Mamanya untuk membiayai kuliahnya sendiri.


Luna hampir saja menggigit potongan Sandwichnya namun ia urung ketika seseorang menatap dirinya. yaa.. Luna seketika lupa jika bangku disebelahnya sudah bertuan.


lagi-lagi detak Jantung Luna dibuat berantakan oleh Adam. apalagi ketika mata hitam legam itu bertemu dengan mata Luna yang berwarna sedikit kecoklatan.


woaaahhh.. ini nggak bagus buat jantung aku. pekik Luna. matanya berkedip beberapa kali namun pandangan mereka terputus ketika suara perempuan terdengar memanggil Adam.


" Hai Adam.. aku Aurel. " sapa Aurel sambil melayangkan jabatan pada laki-laki itu. tapi tangan indah nan lentik itu hanya teronggok sia-sia disana. Adam mengacuhkannya membuat wajah manis Aurel seketika cemberut.


" kita ke kantin yuk. " ajak Aurel pantang menyerah. gadis berperawakan manis dan feminim itu memang terkenal penggila pria-pria tampan. matanya selalu awas jika melihat laki-laki yang masuk dalam kriterianya,termasuk Adam.


siapapun akan mengakui memang Adam terlihat Tampan dan sepertinya semua gadis akan menyetujui hal itu termasuk Luna.


" tidak mau. pergilah! " jawab Adam acuh. kemudian ia memasang headsetnya ditelinga dan mengotak-atik ponsel. mendengarkan lagu sembari menutup matanya. berharap Aurel pergi dari sana dan tidak menganggunya.


" oke.. kali ini mungkin tidak. tapi besok mungkin kita kekantin bareng. " aahhh... Aurel memang gadis pantang menyerah.


seketika Aurel pergi dari hadapan Adam.

__ADS_1


" ck! dalam mimpimu. " gerutu Adam. ia mendengar apa yang diucapkan Aurel tapi ia pura-pura tuli agar gadis itu lekas pergi. Luna hanya terdiam sembari mengunyah sandwichnya.


sikap Adam yang terlihat dingin dari awal membuat praduga sendiri untuk Luna. apakah memang sifat Adam seperti itu atau dia memang benci dengan perempuan?


" apa lihat-lihat? " Tanya Adam galak. Luna tersentak. ia tidak sadar jika sedari tadi matanya terus menatap Adam disampingnya.


" kamu benci perempuan ya? " pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulut Luna. mata Adam memicing.


" tidak. tapi mereka merepotkan. " jawabnya santai.


" sepertinya kamu hanya memandang dari segi subyektifmu saja. tidak semua perempuan merepotkan seperti katamu. " balas Luna tak terima. dari sudut pandang mana jika semua perempuan merepotkan seperti kata Adam. buktinya Luna tidak seperti itu. bahkan ia tidak mau merepotkan atau direpotkan orang lain.


Adam mendekatkan wajahnya pada Luna. sontak wajah gadis itu mundur beberapa inch dari tempatnya.


" ap.. apa yang mau kamu lakukan? "


Adam terus saja mendekatkan wajahnya. tatapannya yang mengintimidasi membuat sekujur tubuh Luna gemetar.. ia meremas ujung seragamnya.


mata Adam mengabsen seluruh wajah Luna dari mulai rambut, mata, hidung, pipi dan akhirnya turun ke bibir. kemudian ia sedikit menarik sudut bibirnya keatas.


" kau tahu apa... Shaluna Wiryasastra. "


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2