Ssstt.. Dia Kekasihku!

Ssstt.. Dia Kekasihku!
chap two


__ADS_3

Luna duduk termangu disebuah halte bus. pandangannya hanya fokus pada satu titik ditengah jalan. pikirannya kembali mengingat ucapan Adam saat jam istirahat tadi.


flashback on


" apa? kenapa kamu tahu namaku? " Tanya Luna penasaran.


" aku tahu semua tentang dirimu. " Adam menyeringai. menjauhkan wajahnya dari jangkauan mata Luna. selepas itu hening.


perkataan Adam membekas diotak Luna. siapa Adam?pertanyaan itu urung ia lontarkan ketika bel kembali berbunyi menandakan jam istirahat telah selesai.


sepanjang pelajaran berlangsung Luna terus memikirkannya. ia begitu penasaran dengan sosok Adam.


Flashback off


" haaaahhhh... " hanya lenguhan panjang yang keluar dari mulut Luna. ia mencoba mengingat wajah Adam. siapa tahu ia pernah bertemu dengannya. tapi ia benar-benar tidak mengingatnya dan merasa tidak pernah bertemu sebelumnya dengan laki-laki itu.


padahal kalau dipikir-pikir Luna bukanlah orang yang terkenal disekolahan itu. bahkan ia hanya punya satu teman yaitu Shela. orang tuanya juga bukan dari kalangan berada jadi bukankah itu hal aneh jika Adam tiba-tiba mengenal nama lengkapnya padahal mereka baru saja bertemu.


Salah satu bus berhenti tepat didepannya. sebenarnya ia enggan menaiki bus itu karena terlihat padat dari biasanya, mungkin karena ini jam anak-anak pulang sekolah.tapi karena jam sudah hampir menunjukkan pukul tiga sore dan ia tidak mau membuat Mamanya khawatir akhirnya mau tidak mau ia masuk dan memilih berdiri karena tak ada lagi kursi kosong yang terlihat.


" aduh geser donk. jangan kayak gini. sakit tahu! " bentak Luna saat ada laki-laki berusia 20tahunan berusaha memepet tubuhnya. namun wajahnya seketika memucat ketika sesuatu yang keras menekan pantatnya. Luna terlihat sangat takut. ia memejamkan matanya rapat-rapat dan meremas tali ranselnya. air matanya hampir saja keluar saat seseorang dengan tiba-tiba menarik paksa tangannya untuk duduk bergantian tempat.


" menjauhlah dari dia atau aku potong benda pusakamu! " gertak seorang laki-laki pada pria itu.


" apaan sih lo bocah. gue nggak ngelakuin apa-apa." balas pria itu.


Luna membuka matanya. Adam? laki-laki berhoodie abu-abu itu sedang beradu tatapan dengan pria yang mencoba melecehkan dirinya.


" aku tahu apa yang anda lakukan.lebih baik anda keluar sebelum remaja disini mengantar anda ketempat peristirahatan terakhir."


pria itu menoleh kekanan dan kekiri, saat semua mata tertuju padanya kemudian ia mendorong tubuh Adam dengan kasar.


" woy! ada apaan nih?! " teriak kondektur bus saat ia mendengar suara ribut-ribut didalam bus.


" besok lagi ingat wajah pria ini bang. dia penjahat kel*min. " ucap Adam.


pria itu tidak berkutik. hanya berdecak dan memilih keluar dari dalam bus sebelum ia dihajar Massa oleh sekelompok remaja.semua pengunjung bus serta merta menyoraki pria itu.


Luna tersenyum saat Adam berdiri disebelahnya. pandangan mereka bertemu untuk kesekian kalinya.


" terima kasih. " ucap Luna lirih. tapi Adam kembali dingin. ia tidak mengeluarkan ekspresi apapun.


Luna turun dari bus begitupun juga dengan Adam. ketika ia sampai dibelokan pertama menuju rumahnya, Adam mengikutinya.


Luna menoleh.ia melayangkan tatapan tajam pada Adam tapi laki-laki itu terlihat acuh.

__ADS_1


hingga sampai pada sebuah rumah dengan pagar yang hampir berkarat Luna berhenti.


" kamu ngikutin aku ya? " selidik Luna.


" tidak. " jawabnya cuek.


" terus kamu ngapain disini? "


" itu rumahku. " Adam menunjuk rumah dengan pagar putih sebelah rumah Luna.


sejak kapan rumah itu berpenghuni? batin Luna.


Adam membuka pintu pagar rumahnya dan berlalu masuk tanpa menghiraukan ekspresi Luna yang penuh tanda tanya. akhhh masa bodolah!


" Assalamualaikum. " sapa Luna ketika masuk kedalam rumahnya.


" waalaikumsalam. " balas Mama Tari dari balik dapur yang sedang membuat kue.


" tanteee... " panggil anak perempuan berusia Lima tahunan dengan rambut sebahu yang berlari kearahnya. Luna pun menangkapnya dan menggendong anak itu.


" lho.. Eyin disini? sama siapa? " tanya Luna sambil mencubit pipi gembul ponakannya.


Evelyn mengangguk. " iya. sama Papa sama Mama juga. Eyin kangen tante. "


" oh ya?? tapi tante nggak kangen eyin tuh. "


" aduh dek. seneng banget sih gangguin anak orang. " gerutu Juno dari atas tangga. pria berperawakan putih dan tampan itu turun dari lantai dua sambil mengusap rambutnya yang basah.


" habis gemes liatnya. kakak kapan sampai kesini? "


" tadi siang pas kamu masih sekolah. " Juno berjalan menghampiri Luna.


" eh udah pulang Lun? " tanya Angel istri Juno yang muncul dari balik punggung suaminya.


Luna memeluk Angel dengan hangat.


" udah mbak.aku kangen lho mbak sama kalian. "


" kamu sih nggak pernah main kesana. "


" ya kan Luna sekolah mbak. " Luna cemberut.


" ngemil Time!! " teriak Mama Tari sambil membawa nampan berisi cheesecake lalu diletakkannya diatas meja makan.


" HOreeeee!! " teriak Luna dan Evelyn bersamaan. mereka kemudian makan bersama diruang makan.

__ADS_1


" Ma, rumah disebelah ada penghuni baru ya? " tanya Luna sambil memasukkan potongan kecil cheesecake kemulutnya.


" eh?? kok mama nggak tahu ya. kamu tahu dari mana? "


" tadi pas Luna pulang ada cowok yang masuk kesitu. "


Mama Tari tak menjawab hanya saja ia berdiri lalu pergi kedapur. beberapa menit kemudian ia keluar dengan membawa satu kotak.


" nih kue!buat cowok itu. bilang salam perkenalan dari tetangga baru. " ucap Mama Tari tersenyum.


" kak Juno aja deh Ma. kan sama-sama cowok."


" sama aja Luna. udah buruan sana. "


bukan Luna menolak tapi tampang dingin Adam membuatnya agak malas bertemu. padahal dalam hati Luna yang paling dalam ia ingin bertemu lagi dengan Adam. ya sudahlah! anggap saja ucapan terima kasih untuk kejadian tadi di bus.


" oke deh. Luna antar. "


didepan pintu berwarna coklat Luna sudah berdiri dengan mengatur nafasnya.


tok.. tok.. tok


tak Lama seseorang membuka pintu. jantung Luna berdegup kencang saat Adam membuka pintu dengan wajah segar dengan tetesan air dirambutnya.


" ada apa? " Tanya Adam ketus. lagi-lagi dengan ekspresinya yang datar.


" ehhmm..ini aku bawain kue buat kamu. terima kasih karena sudah nolongin aku tadi. " ucap Luna sambil menyodorkan kardus berisi kue.


" terima kasih. " Adam mengambil kotak itu lalu menutup pintunya.


" ck! gitu doank. tamu tidak dipersilahkan masuk dulu apa? dasar tidak sopan. " maki Luna.


cekrek!


" kamu bilang apa? " Luna tersentak. ia kaget bukan kepalang. ternyata dari dalam Adam mendengarnya.


" nggak.. nggak apa-apa. " jawab Luna. ia membalikkan tubuhnya hendak pulang. tapi Adam seketika mencekal tangannya.


" tunggu! " Luna berbalik.


" apa? " ketus Luna.


"besok lagi jangan pakai rok diatas lutut kalau tidak mau jadi korban pelecehan. "


" ck! emangnya kamu siapa ngatur-ngatur aku?! terserah aku dong. "

__ADS_1


" ngingetin aja! aku sudah bilang kan kalau perempuan itu merepotkan. baru kenal aja kamu udah ngerepotin aku. "


" sorry deh kalau aku ngerepotin kamu. besok lagi aku bakal pake gamis kesekolah. bye! " ujarnya sambil menghempaskan tangan Adam.


__ADS_2