
pagi harinya Luna bersiap berangkat kesekolah. namun tanpa sengaja ia berpapasan dengan Adam ketika sampai didepan gerbang.
aduh.. ketemu dia lagi? batin Luna. ia memutar bola matanya malas.
mereka terdiam satu sama lain. bahkan mereka memberi jarak saat berjalan padahal arah dan tujuan mereka sama. Luna tidak membenci pemuda itu hanya sikap Adam yang acuh membuat Luna malas bertemu.
mimpi apa aku belakangan ini ketemu sama manusia kutub, udah duduk sebangku ditambah pula bertetangga?Luna hanya bisa menghela nafas jengah.
tidak memungkiri memang bahwa pesona Adam membuat dirinya sedikit luluh. entah magnet apa yang menariknya tapi jika mengingat sikap Adam yang dingin dan acuh membuat Luna ingin menyingkirkan perasaannya jauh-jauh. sebelum terlambat!
" kenapa melihatku seperti itu?" Tanya Adam ketus saat mereka duduk bersebelahan didalam bis. Luna terpaksa karena hanya bangku dekat jendela itu yang tersisa. lagi-lagi itu seperti kebetulan.
" eh? " Luna terkesiap.ternyata sedari tadi tanpa sadar matanya menatap Adam dengan pandangan menyelidik.
" aku tanya, kenapa kau melihatku seperti itu? "
" a-aku hanya penasaran. kemarin kamu bilang kalau kamu tahu semuanya tentang diriku.darimana kamu tahu?"
" ck! aku tidak perlu menjawab pertanyaanmu. simpan saja rasa penasaranmu itu. " jawab Adam acuh. ia kemudian meletakkan headsetnya ditelinga. membiarkan Luna kesal dengan jawaban Adam yang seolah menganggapnya tidak penting.
akhirnya mau tidak mau Luna harus menyimpan rasa penasarannya. tidak ada gunanya juga memaksa Adam untuk menjawab. pemuda itu terlalu irit berbicara.
CKiiiittt...
suara ban berdecit. hampir semua penumpang terpental kedepan. begitu pula Adam dan Luna. mereka berdua saling menatap bingung.
" ada apaan nih bang? " tanya salah seorang bapak yang duduk didepan Adam.
" ada mobil nyalip dadakan noh. " jawab kondekturnya.sesaat kemudian seorang pria berjas hitam dengan kacamata hitam ala-ala Men in Black masuk kedalam bis. mata dibalik kaca mata itu seperti sedang mencari seseorang.
Adam seketika melorot dari tempat duduknya seakan mengenal pria itu.Luna mengernyitkan dahinya ketika menyadari ada gelagat aneh pada pemuda disampingnya. entah dapat dorongan dari mana Luna langsung berinisiatif melepas jaketnya dan menarik paksa Adam untuk tidur dipangkuannya. kepala Adam diletakkan diatas pangkuannya dan menutupi kepala Adam dengan jaketnya.
Adam terkejut dengan perlakuan Luna tapi ia memilih menurut.
" maaf Nona. saya sedang mencari seseorang. bisakah saya tahu siapa yang duduk disebelah anda? saya hanya ingin memastikannya. "
" maaf pak,anda tidak bisa. soalnya pacar saya lagi sakit dan tidak mau diganggu." bohong kalau dirinya tidak gemetar saat itu. tapi rupanya Luna sangat pintar berakting.
" maaf Nona. saya hanya ingin memastikannya saja. "
" saya bilang tidak bisa ya tidak bisa pak. kenapa anda ngeyel? lagipula saya yakin pacar saya bukan orang yang anda cari. "
" woii buruan dong. loe pikir ini bis punya moyang loe?! " marah Salah satu penumpang dan itu semakin ramai ketika para penumpang lain menimpali. karena suasana yang tidak kondusif dan pria itu takut dihajar Massa akhirnya ia mengalah.
" baiklah Nona. maaf telah menyita waktu kalian. "
__ADS_1
Luna mengangguk. kemudian pria itu pergi meninggalkan bis.
Adam langsung membuka jaket Luna yang melingkupi kepalanya. meraup udara sebanyak-banyaknya karena merasa gerah didalam sana.
" kita impas. " ucap Luna.
♡♡♡
semenjak kejadian tadi di bis. Luna tidak bisa tenang. entah yang dilakukannya itu benar atau tidak hanya saja dia merasa seperti seseorang yang sedang menyembunyikan penjahat. dia ingin bertanya pada Adam tapi lagi-lagi urung dilakukannya.
" kau ini kenapa? " ketus Adam lirih saat kaki Luna bergerak tanpa henti untuk mengurangi ketakutannya.
" maaf Dam. "
" berhentilah menggoyangkan kakimu! itu menganggu konsentrasiku. "
Luna menurut. ia harus memegang kakinya kuat-kuat agar tak menimbulkan gerakan dibawah sana sebelum Adam marah untuk kedua kalinya.
hingga jam kelas selesai. semua anak-anak sedang beristirahat,Luna baru bisa bernafas lega. ia meletakkan kepalanya diatas meja hingga suara Shela memaksanya untuk menengadah.
" kita kekantin yuk Lun. "
Luna yang saat itu sedang malas berbicara langsung mengambil kotak makan yang berada didalam laci dan menaruhnya diatas meja.
" yah, aku kekantin sendiri lagi deh. " ujar Shela kecewa. tapi Luna hanya mengatupkan kedua tangannya seolah-olah berkata 'sorry'.
" kita kekantin yuk Dam. kali ini kamu nggak boleh nolak lho. " ucapnya dengan nada manja. Luna dan Shela hanya bergidik jijik.
" aku tidak tertarik. pergi saja sendiri. "
" tapi aku maunya sama kamu Dam. "
" pergilah! " ucap Adam acuh.
" kenapa sih Dam kamu selalu cuek gitu sama aku? kamu udah punya pacar ya?"
" bukan urusanmu! "
Luna menggelengkan kepalanya pelan. tak habis pikir dengan tingkah Aurel.
" ayolah Dam. sekali aja. " Aurel terus saja merayu.
" eh Rel kereta api. orangnya udah bilang nggak mau ngapain loe paksa-paksa sih?dasar kegatelan!" maki Shela. ia memang benci dengan gadis itu apalagi kalau mengingat Aurel selalu mengejek Luna dengan sebutan kampungan.
" diam loe ya! jangan ikut campur. " sergah Aurel.
__ADS_1
" dih! tahu diri makanya jadi cewek. "
" udah Shel..jangan bikin ribut disekolah dong. " lerai Luna.
" tuh dengerin si kampungan bilang. lebih baik loe diam. "
BRAKK!!
Adam menggebrak meja. membuat ketiga perempuan itu terjengit kaget bahkan terlihat gemetaran.
" kalau kau tidak mau pergi. biar aku saja yang pergi. " Adam beranjak dari tempat duduknya.
" Adam. " cegah Aurel. bahkan tangannya berani memegang lengan Adam hingga pemuda itu melayangkan tatapan tajam padanya. ia menepis tangan Aurel dengan kasar.
" bi-biar a-aku s-saja yang pergi. " Aurel langsung berbalik dan meninggalkan ketiga muda mudi itu dengan wajah yang pucat.
" ehm.. se-sebaiknya aku kekantin deh sebelum jam istirahat habis. " Shela meneguk salivanya dengan susah payah ketika Adam kini menatapnya.
" a-aku p-pergi ya Lun. " Shela langsung berlari meninggalkan mereka. ia bahkan sempat mengelus dadanya ketika berhasil keluar dari aura Adam yang mematikan.
" eh? Shel.. tunggu aku. " teriak Luna, hampir saja dirinya beranjak dari tempatnya namun tangan Adam menahannya dan menariknya kembali duduk.
" kau mau kemana? " Tanya Adam.
" a-aku mau ke ka-.. "
" aku menyuruh Aurel pergi bukan kau. cepat makan bekalmu sebelum jam istirahat habis. "
dengan tangan gemetar ia membuka bekal makan siangnya. sushi yang terlihat enak terasa kelu dilidah. susah payah Luna mencoba menelannya. ia masih takut melihat kemarahan Adam tadi.
" kenapa dengan bekalmu? tidak enak? " Tanya Adam ketika melihat Luna susah payah menelannya. Luna menggeleng.
Adam kemudian mengambil satu sushi dan meminta Luna untuk membuka mulutnya.
" buka mulutmu! " perintah Adam. Luna bagai kerbau dicucuk hidungnya. ia membuka mulutnya perlahan. lalu Adam memasukkan satu potong sushi dimulut Luna.
" bagus. itu baru pacarnya Adam. " ucap Adam sambil mengelus kepala Luna. gadis itu membulatkan matanya.
" a-apa? "
.
.
.
__ADS_1
.
.