Ssstt.. Dia Kekasihku!

Ssstt.. Dia Kekasihku!
chap five


__ADS_3

" kamu?ngapain kamu dirumahku? " Tanya Luna ketus. oh Shit! dia ketemu pemuda ini lagi. ia yang awalnya berusaha menghindar malah seperti dipermainkan oleh takdir.


" Luna.. yang sopan dong ngomongnya sayang. " ujar Mama Tari. Luna kemudian menarik kursi dan duduk disebelah Mama Tari sambil matanya terus mengawasi Adam yang tengah makan dengan lahap.


" aku sedang numpang makan. " jawab Adam santai. ia begitu menikmatinya. kapan lagi dapat makanan gratis. pikirnya.


" Ma.. kenapa biarin Adam masuk sih? " bisik Luna. ia mencondongkan badannya agar suaranya tidak terdengar oleh pemuda itu.


" kasihan, dia lapar Lun. " balas Mama Tari tak kalah berbisik.


Adam berdehem. ia samar-samar mendengar obrolan itu.


" sebentar lagi aku pulang kok. lagipula Tante Tari yang mengajakku kesini. "


sejak kapan nih cowok jadi banyak omong? kemarin ngirit banget kayak motor matic keluar dari dealer. batin Luna.


" Assalamualaikum mama!Luna!" teriak seseorang dari arah pintu depan. seorang perempuan yang nampak anggun berjalan setengah berlari memasuki ruang makan.


" waalaikumsalam." jawab Mama Tari dan Luna serempak.


"kak Shena." Luna tersenyum dan beranjak menghampiri Shena dengan memeluknya erat.


" mana Kak Jino? " Gadis itu celingukan saat Shena hanya seorang diri memasuki rumah.


" ada dibelakang. lagi angkat koper. " kemudian Shena memeluk Mama Tari dengan erat. pengantin baru itu baru saja pulang dari bulan madu. ya Jino dan Shena baru menikah sebulan yang lalu.


" sial! berat banget sih nih koper. si Shena bawa batu kali ya?! " umpat Jino sembari meletakkan koper itu ruang tamu.


" kok dibawa kesitu sih Yank? " Tanya Shena.


" angkat sendiri sana! lagian kopermu isinya apaan sih? berat banget. pantas aja aku harus bayar kelebihan bagasi. "


sejenak mereka melupakan Adam yang tengah menikmati makan siangnya.


" Jino! pulang-pulang bukannya kasih salam atau peluk mama dulu kek. malah marah-marah. " tegur mama Tari.


" habisnya barang belanjaan Shena banyak banget. " gerutu Jino.


" kan itu oleh-oleh semua yank. kamu sendiri kan yang bilang sama aku buat beli oleh-oleh banyak. "


" udah jangan ribut. malu dilihatin tamu. " lerai Mama Tari. Jino dan Shena lalu menoleh pada Adam yang masih saja menikmati makanan itu tanpa memperdulikan drama keluarga tersebut.


" Lah? anak siapa tuh yang mama pungut? " Tanya Jino lirih.


Plak!


" sembarangan aja kalau ngomong. " Mama Tari memukul lengan Jino.


" Adam. " panggil Mama Tari lembut. pemuda itu menoleh sembari mengelap mulutnya.


" kenalin ini anak Tante namanya Jino dan ini Shena istrinya. " ucap Mama Tari. mereka saling berjabat tangan satu sama lain.

__ADS_1


" ini Adam Jin.tetangga sebelah rumah. "


" ooh.. ganteng juga. pantes Mama langsung demen. kayaknya ada roma-roma jadi menantu nih. "


" Kak Jino! " teriak Luna.


Adam hanya tersenyum kikuk.melihat reaksi Adam mereka tertawa bersama.


****


" sering-sering mampir ya Dam kesini. nanti Tante masakin makanan enak. " ucap mama Tari ketika Adam beranjak dari ruang tengah untuk berpamitan pulang.


" iya tante. makasih untuk makan siangnya. " Adam tersenyum membuat Luna merasa jantungnya bergejolak. Ya Allah ganteng amat nih bocah kalau senyum. batin Luna.


" Lun.. antar Adam kedepan ya. " perintah wanita paruh baya tersebut, Luna seketika terkesiap.


" eh? iya Ma. "


setelah Adam berpamitan pada semua penghuni rumah. ia diantar oleh Luna sampai teras.namun saat Adam hendak keluar ia sekilas menatap rumahnya. tiba-tiba ia membalikkan badannya kembali masuk kedalam rumah Luna dan bersembunyi dibalik pintu.


" hei! kamu kenapa masuk lagi? " Tanya Luna bingung.


" aku menginap disini ya? " Adam terlihat agak panik.


" kenapa sih tiba-tiba aja? " Luna masih bingung. karena penasaran ia kemudian melihat kesamping rumah,tepatnya rumah Adam. kembali ia melihat sosok pria berjas hitam yang tengah berdiri didepan pintu pagar.


pria itu tidak asing bagi Luna karena mereka sempat bertemu didalam bis.


" please Lun. aku menginap disini sehari saja ya. " gadis itu berdecak pinggang.


bukan Luna sang pemilik ijin tapi Nyonya besar pemiliknya. tentu saja mereka harus meminta ijin pada Mama Tari.


" lho.. Adam belum jadi pulang? " Mama Tari tiba-tiba nongol dan dibuat kaget ketika Adam masih bersandar pada pintu rumahnya.


" ehmm.. katanya Adam mau nginap disini mah. sehari aja, soalnya... "


" ooohh boleh dong..kalau perlu selamanya juga nggak papa. " potong Mama Tari bahagia.


Luna dan Adam dibuat menganga.


" ayo masuk Dam. kamu nanti tidur diruang tamu ya? nanti Tante siapin keperluan kamu disana. "


" maaf ya tante kalau Adam ngerepotin. "


" ck! baru nyadar kalau ngrepotin sejak tadi. " gumam Luna. Mama Tari menyenggol lengan anak gadisnya itu.


akhirnya Adam dibawa kekamar tamu yang letaknya tak jauh dari kamar Luna.


" Dam.. ini baju punya Juno, dipake aja ya kayaknya muat soalnya ukuran kalian hampir sama. dan ini perlengkapan mandi kamu. " Mama Tari meletakkan setelan baju dan beberapa perlengkapan mandi serta handuk diranjang.


" iya tante. terima kasih ya. "

__ADS_1


Mama Tari mengangguk lalu tersenyum. ia kemudian berpamitan keluar setelah itu Adam membersihkan dirinya kekamar mandi.


beberapa menit kemudian Adam terlihat keluar dari kamar mandi.


" astaga. " Adam berjengit kaget ketika melihat Luna sudah duduk ditepian ranjang kamarnya.


" kenapa kau disini? "


" Mama nyuruh aku buat ngasih selimut ini buat kamu. "


" hmm.. terima kasih. kau boleh pergi. " ucap Adam ketus.


cih! balik lagi sifat aslinya. gerutu Luna dalam hati.


" Dam sebenarnya pria itu siapa sih? kenapa kamu mesti sembunyi kalau ketemu dia? "


" bukan urusanmu! "


" tentu saja itu jadi urusanku sekarang. jangan-jangan kamu buronan ya? atau kamu punya hutang?dia debt collector?"


" jangan sembarangan kalau ngomong. " tukas Adam. ia mengusap rambutnya yang basah dengan satu sisi handuk dilehernya.


" ya habisnya siapa dong? kamu jangan sampai ngelibatin keluargaku kalau kamu punya masalah. ntar kalau keluargaku kenapa-napa gimana? "


" cerewet sekali kau ini! udah sana pergi. "


" aku nggak bakal pergi sebelum kamu jawab pertanyaan aku. " Luna merajuk. ia duduk diranjang sambil bersedekap.


" ooh jadi tidak mau pergi ya? " Adam menyeringai. ia menghampiri Luna dan membungkukkan badannya. menatap wajah gadis itu lekat-lekat.


" a-apa yang mau kamu lakukan Dam? " Luna memundurkan wajahnya agar menjauh dari wajah Adam.


" kau pikir apa yang dilakukan seorang pria dan perempuan berdua saja dikamar? "


Luna berkedip beberapa kali. sumpah saat ini jantung Luna hampir berhenti berdetak ketika pandangan mereka bertemu.


" A-adam. " Luna menekan dada Adam agar pemuda itu menjauh.


" hmm. " jawab Adam sambil memajukan wajahnya untuk menjangkau perempuan itu lebih dekat.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2