
Meski pun sebelumnya aku sudah melihat atau mendapat gambaran tentang dua peradaban misterius di luar sana. Itu hanya semata-mata karena tubuh bintangku saja yang pergi ke sana. Hasilnya, apa yang aku dapat hanyalah seperti mengintip atau meneropong dari jauh saja tentang kehidupan di sana. Ini hanya kemampuan lain dari tubuh bintang yang bisa aku gunakan seraya melakukan aktifitas keseharianku. Namun, tubuh bintang masih mempunyai kemampuan lain di mana kesadaranku sepenuhnya bisa pindah ke tubuh bintang milikku. Sementara, tubuh fisikku akan tertidur atau tidak sadar sementara ketika proses itu terjadi.
Suatu malam, aku pun mencoba kembali untuk melakukan petualangan ke dunia lain menggunakan tubuh bintangku. Aku menutup mataku dan berusaha membuat tubuh fisikku senyaman mungkin di tempat tidur. Karena sebelumnya sudah pernah melakukannya, aku tidak butuh waktu yang lama untuk memindahkan kesadaranku ke tubuh bintang.
Saat melakukan prosesnya, aku akan merasakan sensasi tubuhku yang terasa menjadi sangat ringan dan perlahan terasa mulai mengambang ke udara. Setelah itu, aku melihat sebuah pintu atau portal dimensi yang bercahaya. Lalu, pintu itu terasa mulai menarikku masuk dan pandanganku mulai blur putih beberapa saat.
Selanjutnya, tahu tahu kesadaranku sudah pindah ke tubuh bintang milikku yang sedang melayang di luar angkasa. Sensasi yang kurasakan begitu ringan dan tanpa beban apa pun.
Pandangan dari mata tubuh bintang juga sungguh luar biasa dan sepertinya tidak terbatas. Bahkan, aku bisa melihat tubuh fisikku yang sedang berbaring di tempat tidur padahal posisi tubuh bintangku saat ini sangat jauh dari Bumi
__ADS_1
Tanpa buang-buang waktu lagi, aku segera pergi ke mana pun secara acak dan berharap dapat menemukan sesuatu yang baru atau misterius. Itu bisa jadi sebuah peradaban atau sebuah planet yang memiliki keunikan tertentu.
Oh iya nih, selama aku menggunakan tubuh bintang, diriku yang satunya atau pemilik asli dari tubuh bintang ini juga masih sering berkomunikasi denganku lewat pikiran. Sebenarnya, jiwa ekstra terestrial yang menyatu dengan jiwaku ini sedikit rumit. Ia memiliki kesadarannya sendiri, tetapi seluruh kendali ada padaku setelah kami menyatu. Terkadang, ia bisa menjelajah sendiri dan mengirim apa yang ia lihat kepadaku jika aku mengizinkannya. Setelah aku melesat sangat cepat melewati bintang-bintang. Aku akhirnya penasaran dengan salah satu planet kelihatannya cukup indah. Begitu aku berkunjung ke planet tersebut, ternyata aku menemukan pemandangan yang sangat menakjubkan.
Lihat itu, ada banyak pulau-pulau mengapung di udara dan beberapa makhluk mitologi sedang terbang di atasnya. Dunia ini mengingatkan aku pada film fantasi yang pernah aku tonton.
“Kita pernah ke sini sebelumnya!” ucap sosok diriku yang satunya.
“Ya!” jawab sosok dalam diriku.
“Dahulu, dunia ini dikuasai oleh ras Naga dan penduduk ras mirip manusia di dunia ini terpaksa menjadi budaknya. Namun, sekarang keadaannya sudah berubah ketika ada seseorang yang berhasil menaklukan leluhur Naga atau pemimpin para Naga itu,” lanjutnya menjelaskan.
__ADS_1
“Ah, sekarang aku ingat! Bukankah seseorang itu adalah--”
“Ya! Orang itu adalah kamu!”
Jadi, dahulu aku memang pernah ke sini sewaktu kecil. Namun, aku melupakannya karena itu sudah lama dan dahulu aku mengiranya hanya sekadar mimpi biasa saja.
“Apa kamu lupa dengan Naga yang menjadi tunggangan kita?” singgung sosok dalam diriku.
‘Ah, aku lupa kalau Naga peliharaan milikku dahulunya adalah pemimpin ras Naga di dunia ini!’
Sekarang, Naga tersebut sudah menjadi spirit atau menyatu dengan pedang milikku yang mana pedang tersebut aku simpan di dalam telapak tangan tubuh bintang milikku. Telapak tangan tubuh bintang ini memang bisa digunakan untuk menyimpan banyak barang. Itu seperti inventori atau ruang spasial dengan kapasitas tak terbatas.
Selanjutnya, aku akan menjelajahi dunia ini sebentar untuk melihat apa saja yang telah berubah semenjak pemimpin Naga dikalahkan.
__ADS_1
Bersambung.