
"Bu, Nouva pergi dulu ya, assalamualaikum" Pamit Nouva.
"Waalaikumsalam, hati-hati ya." Balas Susan dengan melambaikan tangan kanan nya ke arah Nouva yang masuk ke bus.
Nouva memasuki bus, gadis itu memilih untuk berdiri karena tidak ada bangku yang kosong di bus itu.
Memang agak sulit bagi Nouva untuk berdiri agak lama, sebab badan nya yang gemuk itu membuat dirinya kesusahan menopang badannya sendiri. Yah mau bagaimana lagi saat itu kursi kosong sedang tidak ada.
Nouva memandangai pepohonan dan rumah-rumah berlalu lalang dari balik jendela bus sambil memegang Handgrib busway itu.
!!!!
Bus pun berhenti, Nouva saat itu hampir terpeleset karena bus berhenti tiba-tiba.
Nouva pun turun dari bus dan masuk gerbang sekolah menuju ke kelas nya
Sesampainya di kelas, ia sudah menjumpai dua temannya yang sudah menunggunya.
"Nouva!! Gue nggak nyangka ternyata toko komik dekat sini itu banyak buanget yang mereka jual!! Sampe edisi terbatas juga ada" Teriak Akira kesenangan.
Yah namanya juga Otaku -_- harap maklum.
Nouva hanya tertawa melihat tingkah laku Akira itu.
Sedangkan Lisa hanya diam mendengarkan musik lewat headsetnya.
Tak lama bell tanda masuk pun berbunyi, ia merasakan keanehan melihat bangku kosong di sebelah ujung dekat jendela kelasnya itu, seingat nya meja di bangku bagian itu kosong, tetapi hari ini berbeda bangku itu diduduki oleh seseorang.
Setelah ia menoleh sebentar kesamping,
!!!
Ia dikejutkan dengan seorang gadis yang menatap dirinya dengan tatapan kosong di depan nya, membuat dirinya terkejut. Nouva mendapati gadis dengan rambut panjang hingga mata kirinya tertutupi oleh rambutnya, bola matanya indah berwarna abu-abu, tubuhnya langsing, kulitnya putih pucat dan bertubuh jangkung. Anehnya gadis itu terlihat sedikit menyeramkan karena tubuhnya yang terlalu tinggi itu.
"Pensil." Gadis itu menyerahkan pensil yang tidak sengaja di jatuhkan nya.
"I, Iya makasih." Nouva merasa agak sedikit takut dengan gadis itu, karena tubuh jangkung nan tinggi nya itu.
Gadis itu akhirnya kembali menuju bangku nya dan membuat Nouva merasa lega.
*****
Kring... Kring... Kring...it's time to rest...
__ADS_1
Bell istirahat akhirnya terdengar, semua murid segera keluar kelas menuju ke kantin untuk jajan.
"Nouva, Lisa ke kantin yuk! Hehehe... Kita kan nggak pernah ke kantin sekolah karna terlalu asik sih ngomongin komik bareng kamu Nouva." ajak Akira.
Yah selama ini sih memang Nouva dan dua temannya itu nggak pernah ke kantin karena sibuk membicarakan komik melulu.
Tiga sekawan itu pun pergi menuju kantin untuk jajan.
Brukk...!!
Tanpa sadar Nouva terjatuh sebab kakinya seperti dihalangi oleh sesuatu dan entah darimana asalnya.
Banyak anak-anak disana tertawa melihat tubuh gemuk dan bulatnya itu terjatuh di lorong sekolah, membuat dirinya bukan merasakan kesakitan tapi malu beserta sedih.
Akira dan Lisa berusaha mengangkat tubuhnya yang gemuk itu untuk berdiri.
"Awokawokawok... Lihat tuh gajah jatuh, apes banget gue pagi-pagi udah lihat gajah jatuh depan gue lagi. Bangun dong gajah oi bangun dong dasar goblok!" Gerutu seorang laki-laki.
"Cuman ditendang dikit aja udah jatoh, makanya jalan tu pakai mata dong!" terdengar suara pekikikan dari seorang gadis.
"Lo kali yang jalan pakai mata! Jalan tu pakai kaki goblok! Awas gue mau lewat!" balas Akira membantu Nouva berjalan meninggalkan gadis dan laki-laki kasar itu.
"Oi! Lo tau nggak siapa gue? Awas lo kalau nanti ketemu!" Teriak gadis itu.
Sesampai di kelas.
"Kamu nggak kenapa-napa?" Tanya Lisa.
Nouva hanya mengangguk dan tersenyum.
Dirinya senang karena kini sudah ada seorang teman yang mengawatirkannya.
"Idih siapa sih cewek kasar itu! Udah jahat sok berkuasa pula. Kayak sekolah ini punya bapaknya aja!" Gerutu Akira
"Ada apa ini?" Tanya gadis berambut sebahu yang merupakan ketua kelas nya itu.
"Tuh, Nouva jadi jatuh di lorong sekolah karena ulah cewek kasar ngehalangin kakinya! Kalau gue jumpa tu anak ku bunuh dia!" Jelas Akira bersungut-sungut
"Itu anak rambutnya terurai panjang pakai bando, pakai make up tebel, pakai soflen coklat, kulit putih, tinggi, dasinya warna hijau dan jalan bareng dua cowok kan? Yang satu cowoknya keliatan kayak badboy yang satu sok kalem" Jelas ketua kelas mendeskripsikan ciri ciri cewek kasar tadi.
Wah rinci banget ngejelasinnya mbak(・_・;)
" loh, kok lo tau sih! Penerawang ya?" Tanya Akira sembari menyipitkan matanya mengintrogasi ketua kelas.
__ADS_1
"Yah, mau bagaimana lagi itu anak udah terkenal satu sekolah tau. Cewek yang lo panggil kasar itu murid kelas dua IPA, Karen Natalia namanya. Dia itu terkenal satu SMA ini karena ibunya itu kepala sekolah kita, yang dua cowok samping dia itu Danial Syahreza dan Febianantoine yann" Jelas ketua kelas.
"Btw, aku belom kenalan nya? Hehehe... Sorry kelupaan. Kenalin namaku Mary Agustin panggil aja Mary, aku ketua kelas disini." Jelas gadis itu dengan menjulurkan tangannya memberi tanda perkenalan.
" Gue Akira Minami." Sapa Akira.
"Lisa Febrianti." Sapa Lisa dengan memainkan ponselnya.
"Aku Nouva Novianti." Sapa Nouva bersalaman dengan Mary membentuk perkenalan.
"Hmmm, Mary boleh tanya nggak?" Kemudian Nouva bertanya ke ketua kelas tentang gadis yang duduk dekat ujung jendela itu.
"Oh, itu namanya Veronica Novia. Dia itu murid tahun lalu yang nggak naik sebab sering nggak masuk kelas. Entahlah aku kurang tau tentang dia sih." Ucap Mary.
"Btw, kita kan mau kekantin malah nggak jadi ya, ini semua gara-gara cewek kasar tadi!" Ucap Akira dengan nada marah.
*****
Kring... Kring... Kring... It's time to go home...
Siswa-siswi berhamburan keluar kelas mendengar bell pulang yang mereka tunggu dari tadi.
"Bay, gue pulang dulu ya~" Ucap Akira melambaikan tangannya.
"Em, Bay" balas Nouva.
Disaat ia sedang menunggu Taxi online yang dipesannya di Halte depan sekolah.
Brukk!!
" Au sakit!" Ucap Nouva meringis kesakitan.
" Siapa yang nyuruh lo disini!!" Bentak seorang gadis yang langsung menjambak rambutnya.
Nouva mendongak dan mendapati seorang gadis bersama dua laki-laki yang membuat ia terjatuh di lorong tadi.
"Oi! Napa lu liat-liat kek anjing laper aja! Hahaha...." Bentak salah satu laki-laki yang tinggi dan sedikit tamvan;>
"Itu perut apa karung beras!? Hahaha..." Hina salah satu laki-laki yang memakai pakaian berantakan mirip badboy.
"Mmm..." Nouva menunduk sedih mendengar cemohan itu.
"Per... Permisi!" Ucap Nouva dan segera melangkah pergi dari halte yang sudah dihuni oleh iblis-iblis itu. Belum lama ia masuk sekolah, tak disangka ia sudah mendapat hinaan sekejam itu hanya karena dirinya gemuk?
__ADS_1