Stop Mempermalukan Ku

Stop Mempermalukan Ku
BG V


__ADS_3

"Kemaren cewe gua marah banget terus bla bla bla..." Ucap Roni menjelaskan panjang kali lebar dengan tujuan mencari alasan agar tak sepenuhnya disalahkan.


Brakk!!!


"Putuskan saja!" Ucap Gerald geram.


Alhasil Gerald meledak dan berakhir menggempar meja di depannya.


"Apa?" Tanya Roni yang seketika sadar dari ocehannya yang tak bermutu itu.


"Serius bro, gua nggak sekejam itu sampe mutusin cewe gara-gara lupa kunci pintu doang." Ucapnya sambil garuk-garuk kepala.


"Kuberitau yeah, ini ke 18x nya kau lupa mengunci pintu kelas musik, cukup drum saja yang rusak waktu itu jangan sampai yang lainnya juga rusak. Setiap kutanya kau selalu punya alasan sepele seperti sekarang. Cuman gara-gara pacar? Huh, seenggaknya kau bisa cari alasan yang lebih bagus" Ucap Gerald menjelaskan menguak kesalahan temannya yang sudah banyak itu plus nada meremehkan.


"Jadi sebagai ketua OSIS kuputuskan untuk berenti meminjamkan kunci ruang musik ke Roni dan yang lain jangan berani-berani meminjamkannya." Titah Gerald yang kemudian berdiri berhadapan dengan Roni yang menurutnya pendek.


"Wah buset bro nggak gitu juga hehe, gua tau lu pinter tapi masa kesalahan gua lu inget sampe segitunya mana pake di hitung pula. Please ge jangan gitulah kasih kesempatan ketiga buat gua." Ucap Roni yang kini saling berhadapan dengan Gerald yang notabenenya lebih tinggi darinya dan berakhir harus mendongak untuk melihat wajah kesalnya.


"No no no, jangan hiraukan dia ge. Keputusan ini udah bagus jangan diubah-ubah." Seru seorang cewek yang juga anggota OSIS, Indah namanya.


"Woi indah lo diem aja!" Ucap Roni.


"Dih, Who are you? Lo kira gue nggak tau hal bejat apa yang udah lo lakuin sama pacar lo di ruang musik." Balas Indah, kemudian menarik kursi di sebelah Gerald dan duduk disana tanpa takut dengan orang di sebelahnya.


"Haha, kalo lo tau coba ungkapin. Jangan cuma omong kosong doang." Ucap Roni meremehkan lawan bicaranya.


"Yakin?" Tanya indah memastikan.


"Ntar lo malu loh~" Ucapnya lagi sengaja dengan nada merendahkan dan alhasil membuat Roni memanas.


"Anjir lo! Jelasin aja bangsad lama amat." Ucapnya kesal.


"Hey, jangan berucap kasar ke perempuan!" Ucap Gerald tiba-tiba memperingati, kini ia sudah sudah duduk kembali di kursi dengan gaya duduk yang nyaman menurutnya yakni menyilangkan kakinya dan melipat kedua tangannya di dada.


"Iya,iya maap Baginda." Ucap Roni mengalah. Dan masih saja mendapatkan pelototan seakan ingin dimakan dari Gerald yang sekarang sedang menahan emosinya karena masalah yang tadi.


"Sebenernya perbuatan busuk lo banyak, cuman karena gua lagi happymood so gua nggak ungkapin semuanya." Jelas Indah sembari geleng-geleng kepala seakan Roni sudah melakukan hal yang sangat sangat tercela.

__ADS_1


"Cepetan ndah, kita sudah nggak sabar!"


"Katakan semua indah perbuatan si busuk kodok bangsad."


"Mangat indah."


Dan masih banyak lagi ucapan-ucapan penyemangat untuk indah seakan mereka berdua sedang berduel di suatu liga Champions.


"Iya iya relax, akan gue ungkapin kok." Respon Indah.


"Kelamaan bangsad!" Teriak Roni yang sudah habis terbakar emosi sebab daritadi menunggu-nunggu tapi belum juga di ungkapkan.


"WOI jadi cowok bisa nggak jangan kasar sama cewek. Pantes gonta-ganti mulu pasti banyak cewek yang nggak tahan lama-lama sama reog kodok kayak lo." Ucap indah membalas lawan bicaranya.


Bukannya menjelaskan dan mengungkapkan apa yang ingin indah katakan daritadi ia malah beradu mulut dengan Roni kembali, membuat para penonton merasa digantung dan Gerald yang menyaksikan itu pusing sembari memijit pangkal hidungnya.


"KALIAN DIAM"Ucap Gerald tiba-tiba membuat kedua temannya yang daritadi adu mulut seketika diam tak bergeming.


"Kalian kalau mau adu mulut di tempat lain saja jangan disini." Ucapnya lagi dengan nada normal kembali.


"Dan kamu Indah, lain kali kalau mau mengungkapkan sesuatu cepetan jangan bertele-tele." Timbalnya lagi dan mendapat respon deheman dari Indah yang sudah takut dengan Gerald yang notabenenya garang dan tegas, apalagi badannya yang di atas rata-rata itu.


TB nya mencapai 187 dan mungkin masih bisa bertambah lagi, kulitnya berwarna kuning Langsat seperti kulit ibunya, hidungnya mancung dan matanya berwarna coklat terang seperti ayahnya serta bentuk tubuhnya yang atletis karena ia salah satu anggota klub olahraga dan mengikuti berbagai macam ekstrakulikuler di bidang itu yang otomatis membentuk otot-ototnya hingga memiliki tubuh yang atletis itu. Sekian penjelasannya.


*****


"Roy, bagaimana keadaan drum yang rusak itu? Apa kau sudah beritahu guru? Dan apa responnya?" Tanya nya beruntun ke wakil OSIS.


"Drum itu masih dalam masa perbaikan ge cuman kata tukang yang memperbaikinya kemungkinan waktu perbaikannya lama, lalu aku sudah beritahu pak Indra dan beliau harap drum itu segera di perbaiki sebelum kepala sekolah tahu." Jelasnya sembari menaik turunkan kacamatanya seolah tampak bagaikan jenius berotak encer namun aslinya berotak padat.


"Hah, entah bagaimana drum itu bisa rusak." Ucap Gerald menghela nafas panjang. Yang otomatis membuat Indah sontak tersadar dengan apa yang harus ia lakukan saat ini.


"Yah~ gimana nggak rusak, ada monyet ganas yang mesra-mesraan waktu itu mana cium-cium nya nggak kenal tempat, waktu dan kondisi brutal banget pula, kasian sama cewenya." Ucap Indah tiba-tiba dengan suara yang agak meninggi seakan ingin memberitahukan kepada si pelaku.


"Maksud lo gua nyium nya dengan 'brutal' itu apa?!" Tanya Roni tiba-tiba yang terpancing dengan ucapan Indah.


"Lah lah kok ngamok, yang nyebut-nyebut lo itu siapa hah." Ucap indah kesal namun memasang ekspresi wajah seakan berkata 'kena kau'.

__ADS_1


"Eh" Tiba-tiba Roni tersadar akan kesalahannya, perkataan nya itu sontak memberitahukan ke semuanya bahwa ialah sang pelaku itu.


"Wah anjir ceritain lebih jelas ndah!" Seru si A yang mulai tertarik dengan ungkapan Indah itu.


"Iya indah, penasaran banget."


"Brutal? Uh... Brutal gimana?"


Sambung yang lain. Kini suasana ruang OSIS yang tadinya sempat runyam dan mencekam seketika heboh dan berisik dipenuhi dengan sahut-sahutan pertanyaan dari anggota lain yang memaksa Indah menceritakan lebih rinci kejadian itu. Sedangkan Gerald pergi meninggalkan mereka dan lebih memilih berdiam diri di kamar yang memang di buat khusus untuk anggota OSIS beristirahat, tidak besar memang namun cukup untuk disebut kamar sebab disana ada kursi meja serta kasur single.


Roni yang merupakan si pelaku seketika menjadi kacau.


"Kemaren gue disuruh Bu Fitri nempel selebaran di depan pintu sama di dalam kelas musik. Tiba-tiba gue denger suara ******* anjir!" Jelas Indah dan sontak membuat semuanya heboh.


"Roy, lo kalo sedang di posisi gue lo bakalan ngapain?" Ucap Indah tiba-tiba bertanya ke Roy dan seketika perhatian tertuju ke arah Roy, kini teman-teman sedang menunggu jawaban apa yang akan keluar dari mulut sang wakil OSIS yang notabene nya alim itu.


Entah pikiran apa yang merasuki indah sampai harus bertanya ke Roy.


"Intip." Jawabnya sedikit ragu sembari menaikturunkan kacamatanya seperti biasa.


"Anjay, nah gue juga gitu. Siapa sih yang nggak penasaran ya kan?" Ucap Indah sambil menaikturunkan alisnya ke arah Roni, si tersangka pun nampak salah tingkah akibat nahan malu plus emosi.


"Nah, pas gue intip. OMG! Mata gue ternodai, perasaan gue antara malu,senang,ngeri,kaget semua bercampur aduk jadi es campur! Siapa yang nggak kaget kan kalau lihat cowo nyium cewe brutal banget. WTF takut banget~ dada gue dag-dig-dug seeerrr~" Jelasnya dengan heboh plus memperagakan adegan yang ia liat dengan kedua tangannya seolah menunjukkan bahwa kedua tangannya itu jelmaan si kedua pelaku.


Seketika semua nya bersorak-sorai heboh dan berantusias setelah mendengar cerita dari Indah, lalu bagaimana dengan Roni? Sudah hilang entah kemana namun sebelum ia menghilang ia sempat melakukan hal jail sebelum keluar dari ruangan yang sudah terkontaminasi dengan para teman-teman laknatnya itu.


"Indah, lalu bagaimana drum bisa rusak?" Tanya Roy.


"Oh itu, gara-gara si kodok nyium cewenya brutal sampai-sampai jatuhin perkakas di atas lemari akhirnya jatuh kena drum yang ada dibawah, selanjutnya yah lo tau kan ceritanya, drum nya rusak deh." Jelas Indah mengungkapkan apa yang terjadi sebagai saksi mata waktu itu.


"Oke ceritanya udah selesai kan, karna pelakunya udah lari terbirit-birit ketimpa malu, gue pergi dulu bye my friends~" Ucapnya lagi lalu mencari tasnya hendak kembali ke kelasnya, sebab menurutnya sudah tidak asik karena Roni sudah tidak ada di tempat.


"E, tas gue mana?" Tanya nya mencari-cari kesana kemari tasnya yang tiba-tiba hilang.


"Itu di atas pintu apa?" Ucap temannya yang tidak sengaja melihat tas Indah yang tau-tau sudah ada di atas pintu masuk, tersangkut dengan rapi.


"RONIII BABI!!" Teriak Indah dengan lantang akibat kesal dengan kejahilan Roni membalas perbuatan nya tadi.

__ADS_1


Sementara itu Roni yang sudah ada di kantin untuk sarapan bakso di tokonya Bu Ica.


"Uhk! Telinga gua gatal." Monolog Roni sembari menggaruk-garuk telinganya yang tiba-tiba gatal.


__ADS_2