Stop Mempermalukan Ku

Stop Mempermalukan Ku
BG VI


__ADS_3

"Ada apa?" Tanya Gerald yang tiba-tiba nongol di kerumunan siswa-siswa yang menurutnya pendek darinya. Ketenangannya seketika terganggu gara-gara teriakan lantang Indah membuatnya mau tidak mau keluar melihat apa yang sedang terjadi saat itu.


"Ge! Tas gue di atas noh, ambilin." Pinta Indah sambil menarik-narik ujung lengan baju Gerald.


"Aih, ini ambil." Ucap Gerald setelah mengambil tas Indah yang tersangkut di atas pintu masuk dengan mudahnya sebab ia tinggi.


"Hihi thanks." Respon Indah setelah mendapatkan tas nya kemudian hendak kembali ke kelasnya. Namun tiba-tiba ranselnya di tarik oleh seseorang dari belakang.


"Papa!" Teriak Indah kaget ketika hampir tersenggal kebelakang akibat tasnya ditarik oleh Roy.


"Jangan kabur dulu." Ucap Roy menarik tali tas Indah.


"Ge, tadi manggil kita ramai-ramai ada yang mau kamu umumkan kan, apa?" Tanya Roy sebelum Gerald kembali masuk ke ruang kamar istirahat tadi.


"Hah ya, aku hampir lupa." Ucapnya sambil menepuk jidat.


"Baiklah semuanya ayo kumpul, ada pengumuman dari Bu Henny." Ucapnya menjelaskan maksud pemanggilan seluruh anggota osis yang tadi sempat tertunda akibat drama yang dibuat Indah dan Roni.


Kemudian siswa-siswi selaku anggota osis pun duduk di kursi yang di depannya terdapat meja bundar yang memang disiapkan untuk musyawarah atau urusan osis lainnya.


Suasana yang tadinya ricuh seketika menjadi tenang dan tertib. Semua anggota osis sudah berkumpul dan duduk di kursi masing-masing kecuali kursi Roni yang kosong, mereka sudah tidak punya waktu lagi untuk memanggil Roni sebab sebentar lagi bel masuk akan segera berbunyi.


"Baiklah terima kasih sudah bisa tenang, oke pengumuman dari Bu Henny yaitu Senin depan kita sudah bisa kembali membuka penerimaan anggota baru di semua bidang ekstrakurikuler, jadi masing-masing ketua ekstrakurikuler sudah bisa membuat selebaran atau membuat pertunjukan kecil-kecilan untuk menarik anggota baru." Jelasnya panjang lebar dan mendapat respon manggut-manggut oleh yang lain.


"Buat pertunjukan drama dong." Seru salah seorang siswa.


"Lomba basket!"


"Sepak bola."


"Acara Catwalk!" Seru Indah yang selaku ketua dari ekstrakurikuler di bidang fashion.

__ADS_1


"Masak-masak!"


"Cosplay!"


Seketika suasana yang tadinya tenang kembali ricuh dengan suara sahut-sahutan dari siswa-siswi.


"Sshhtt, intinya terserah kalian mau bikin seperti apa dan bagaimana yang penting bisa menarik anggota baru." Ucap Gerald memberitahukan bahwa mereka bebas berkreasi seperti apa. Suasana pun kembali tenang meski masih ada suara bisikan-bisikan dari beberapa orang yang terfokus pada rencana mereka masing-masing.


"Dan satu hal lagi, jangan sampai ada ekskul yang anggotanya dibawah dari 5 orang." Tambah Gerald sebelum ia berjalan pergi meninggalkan mereka yang tampak sibuk dengan ide mereka masing-masing.


*****


Suasananya ricuh dipenuhi dengan komunikasi antar anggota yang sedang mempersiapkan dan berekspektasi dengan ide-ide baru yang akan mereka persembahkan di ekskul mereka masing-masing.


Brakk!!!


"GE! GEGE!" Tiba-tiba muncul seorang siswa  yang datang dan langsung mendobrak paksa pintu masuk membuat suasana yang tadi nya ricuh seketika senyap dan perhatian sontak tertuju ke arah siswa yang datang dengan teriakan memanggil-manggil Gerald.


"Itu, si-si Evan bini lu di amukin geng ka-katrina!" Jelasnya dengan napas tersengal-sengal akibat berlarian menuju ruang OSIS.


Tanpa mengucapkan sepatah katapun hanya responan berupa anggukan tanda mengerti, Gerald pun bergegas menuju ke lokasi yang sudah di beritahukan oleh siswa tadi, tempat terjadinya amukan atau lebih tepatnya pembulian dari geng Katrina yang terkenal suka menggangu dan sok itu.


*****


"Bersihin pake baju loh!" Titah seorang cewek dengan nada lantang meneriaki seorang cowok yang badannya lebih kecil dan sekarang sedang terduduk diam di hadapan cewek itu.


'Katrina and the geng' nama julukan itu sudah familiar dan sudah dikenali seluruh siswa-siswi SMA. Rombongan atau kumpulan dari siswa-siswi yang berpengaruh di SMA itu dan diketuai oleh seorang cewek bernama Katrina Noami Adelia yang terkenal dengan sifat nya yang keras kepala, pemarah serta tipe orang yang memaksakan kehendaknya dan apapun yang ia inginkan harus ia dapatkan.


Seperti halnya hewan yang menandai area nya begitu pula yang di lakukan geng para remaja itu. Seperti contohnya di kelas XI adalah wilayah Karen natalia dan anak buahnya begitu pula dengan geng Katrina yang dinggap berkuasa atau paling berpengaruh di wilayah kelas XII.


Seperti hal nya Karen Natalia yang ibunya adalah kepala sekolah di SMA itu yang secara otomatis ia sangat berpengaruh di SMA serta di segani oleh siswa-siswi apalagi setelah dulu pernah terjadi peristiwa dimana ada seorang siswi yang tiba-tiba dikeluarkan dari sekolah hanya karena membuat Karen marah dan berani mengancamnya, membuat banyak siswa-siswi semakin segan terhadapnya.

__ADS_1


Sedangkan Katrina adalah anak dari orang tua yang berpengaruh juga, saking berpengaruhnya Karen juga terkadang tidak bisa berbuat apa-apa di hadapannya. Ayah Katrina adalah seorang Gubernur sedangkan ibunya adalah seorang Aktris serta model yang terkenal, dan fakta bahwa Katrina adalah putri satu-satunya dari kedua pasangan yang cukup berpengaruh di dunia politik dan entertainment itu.


Sebagai satu-satunya anak dari kedua pasangan yang waw itu, Katrina sedari kecil sudah sangat dimanja oleh kedua orangtuanya, apapun yang ia inginkan akan ia dapatkan. Dari asuhan yang  diberikan oleh kedua orangtuanya itu mampu membentuk Katrina yang sekarang menjadi seorang gadis egois dengan moto hidupnya yang 'apapun dia inginkan harus ia dapatkan dan jika tidak ia dapatkan maka ia akan berusaha untuk mendapatkannya dengan cara apapun mau itu cara benar ataupun licik sekalipun.'


Dan beginilah nasib orang yang membuat Katrina tidak berhasil mendapatkan apa yang ia inginkan, ia pun mulai merusak bahkan menyakiti orang yang berani menolaknya, dan itulah yang sedang di alami cowok yang sudah terduduk tak berdaya tepat di hadapan kakinya. Sebut saja Devano atau panggilan lebih akrabnya Evan. Ia melakukan kesalahan hingga harus mendapatkan perlakuan khusus dari Katrina.


Sekilas Info~


*****


Menurut cerita dari siswa yang tadi sempat mendobrak pintu ruang osis, Evan tidak sengaja menumpahkan cat minyak ke sepatu Katrina dan berujung membuat Katrina tersulut amarah apalagi setelah mendengar rumor yang mengatakan kalau Katrina sempat nembak Evan dan Evan langsung menolaknya mentah-mentah membuat Katrina emosi dan berakhir melampiaskan amarahnya setelah tidak sengaja bertemu Evan lagi.


Meski kejadian penyataan perasaan Katrina ke Evan itu sudah lama berlalu tapi ternyata Katrina masih menaruh harapan pada cowok itu dan berusaha mendapatkan apa yang ia inginkan, apalagi mendengar rumor tidak masuk akal yang katanya kalau Evan dan Gerald itu adalah pasangan serta cacian yang mengatai Evan homo.


"Katrina!" Panggil Gerald yang sudah sampai di lokasi kejadian, lalu berjalan menuju ke arah Katrina.


"Sudah cukup, biarkan Evan pergi." Pinta Gerald yang sekarang sudah berdiri tepat di hadapan Katrina.


"Lo liat, sekarang suami lo udah dateng, dia minta gua ngelepasin lo tapi sebelum lo pergi,, LAP DULU SEPATU GUA!" Ucap Katrina ke arah Evan yang awalnya lembut tiba-tiba meninggikan suaranya. Sementara Evan masih tetap pada posisi awalnya tidak bergerak ataupun merespon ucapan Katrina.


"Kalau lo nggak nolak gua nggak akan ada kejadian begini." Ucap Katrina lagi yang tiba-tiba berjongkok tepat di hadapan Evan yang tampak panik.


"Cukup!" Ucap Gerald dan tanpa ba-bi-bu langsung menghampiri Evan kemudian menggendong nya ala bridal style, Gerald dapat dengan mudah menggendong Evan sebab tubuhnya yang terbilang kecil menurutnya.


"Oi! Gua masih punya urusan sama dia!" Cegat Katrina sambil menarik tangan Evan yang sudah lemas di gendongan Gerald.


"Lepas." Ucap Gerald.


"Mending lo urusin aja tugas osis lo, jangan ganggu urusan gua bisa nggak!" Ucap Katrina memaksa dan masih kekeuh melepaskan Evan.


"LEPAS!" Tegas Gerald menepis tangan Katrina lalu pergi meninggalkannya.

__ADS_1


"Gua yakin suatu saat lo bakal jadi milik gua Evan, lo milik gua bukan milik bajingan itu." Monolog Katrina tersenyum sembari menyisir rambutnya ke belakang menggunakan tangan.


__ADS_2