Story Badgirl

Story Badgirl
14


__ADS_3

"nih maklampir dulan yang mulai"damar sambil menunjuk qisya


"kok gue sih" ucap qisya melotot ke damar


"gue tabok lo berdua kalo masih ribut tros"ucap misa smabil berkacak pinggang


"kita mau belanja apa mau ngrusuh di mall sih"ucap bulan yang dari tadi diam melihat mereka bertengkar


"yok beb kita belnja duluan"ucap bagas ke bulan


dan dapat tatapan tajam dari zifan dan arif


"mata kalian berdua ngapa ya, kayak mau copot?"ucap bagas merinding karna di hadapan nya cowok paling dingin di sekolahn


"yaudah ah gue duluan" ucap bulan ingin melangkah,batu selangkah tangan nya di cekal oleh fano,fano menggandeng tangan bulan


"yok gue ikut"fano


"yaudah ayok, biarin mereka ribut"ucap bulan


fano dan bulan jalan duluan membeli kebutuhan panti fano yang mendorong krnjang bulan yang memilih kebutuhan panti


banyak pasang mata yang bilang kalo mereka cocok


"cocok ya mereka yang satu ganteng yang satu cantiq banget" ucap slah satu pengunjung


"iya iya cauple gols banget"ucap pengunjung lainya


bulan dan fano hanya tersennyum menanggapi ucapan pembeli lainya itu


"tuh kan katanya kita cocok"ucap fano


"paan sih fan, mnding bantuin gue"bulan


"mau bali popok yang mana nihgue ga ngerti,"ucap fano


"buat mopokin lo biar lo ga kencing di celana" ucap bulan santai


"dih sok tau lo ya mana pernah gur kencing di celana"sewot fano

__ADS_1


"masak"bulan menggoda fano


"di dapur lah "ucap fano


bulan memilih milih popok untuk anak anak panti asuhan dari yang balita smapek umur 2 tahun


tak sengaja ia memegang popok untuk orang tua usia lanjut


"fan fan" pangil bulan pada fano


"apa syang" jawab fano melihat bulan


"apaansih syang syang"ucap bulan


"trus kenapa pipi lo merah,hayo" tunjuk pada pipi bulan yang memerah karna di panggil syang


"coba lo pakek ini,buat ga suka ngompol udah gede juga" canda bulan smabil memperlihatkan popok yang tadi ia pegang ke badan fano


"prtttt ahahahhaaaa muka lo lucu kalo lagi kesal fan


fano tersenyum ketika melihat senyum manis bulan


seketika tawa bulan berhenti karna fano trua memndangi wajahnya


"hei hei fan gue tau kalo gue cantiq ga gtu juga kalik mandangin nya" ucap bulann percaya diri


"narsis amat ya allah jadi manusia"ucap fano


"terserah lo lah,yaudah yuk udah selesai nih, bawa yak belanjaanya"bulan.


bulan berjalan mndahului fano


"untung syang "gumam fano


selesai mereka belanja mereka pulang kerumah masing masing,bulan sampai dirumah dengan wajah lelah nya


"aslamualaikum"ucap bulan


"waalikumsalam,kenapa tu muka lesu bener?"tanya mamah bulan

__ADS_1


"capek mah tadi habis keliling mall,"ucap bulan


"keliling doang ngga beli? "tanya mamah bulan


"beli tapi bukan buat bulan, bulan mau bantu panti asuhan mah kasian mereka harus nyari uang sendiri, seharus nya kita bersyukur mah bisa hidup dan makan enak"ucap buln smabil memeluk mamah nya


"iya sayang,kita harus selalu bersyukur dengan apa yang kita punya"ucap mamh bulan


ketika mereka sedang berpelukan datang papah bulan dengan kedua abang nya dari tangga


"wah wahh ada apa ini pada berpelukaan kayak teletubis" ucap papah bulan


"biasa anak papah ini manja banget" ucap mamah elana sambil mengelus rambut anak nya dengan sayang


"mamah cuman bulan dong nih yang di manja kita nggak"ucap keanu


"pasih bang ganggu orang bulan mau manja manja sama mamah"bulan


"dasar manja"balas kean


"biarin bleee"ucap bulan sambil menjulurkan lidah


"bang tino belain bulan"adu bulan pada tino


"sini peluk dulu abang"ucap tino sambil merentang kan tangan


memdengar itu bulan langsung memeluk abang nya,


sesaat mereka berpelukan bulan melepas pelukaan nya pada tino


"abang bau ketek"ucap bulan sambil menutup hidung nya


"enak aja kamu bilang abang bau ketek, udah mandi kok"ucap tino sambil mencium badan nya sendiri


melihat itu bulan tertawa sambil menaiki tangga


sadar sudah di kerjai oleh adiknya tino merasa kesal


"awas aja lo dek"teriak tino kesal

__ADS_1


orang tua mereka hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan anak nya


__ADS_2