
kalo gue ga cantik lo ga bakal mau sama gue ogeb"ucap bulan sambil meninju lengan fano
"gue ga mandang fisik kok" ucap fano.
"hem merdu banget suara buaya"cibir bualn
"astagfirullah gue aja ga pernah deket cewek"ucap fano
"gue apa? cewe jadi jadian hah" ucap bulan ngegas
"maksud gue kan selain lo,lo pms yak? ko dari tadi ngegas mulu? "ucap fano
"iya gue pms emng kenapa"
"pantes dari tadi ngomel ngomel mulu"gumam fano
beberapa saat kemudian binglala yabg mereka naiki berhenti, mencoba permainan yang lainnya
kini mereka akan menaiki kura kura bulan duduk di sebelah fano saat kura kura itu bergerak semakin cepat semakin cepat bulan reflek memluk fano fano yang melihat itu tersenyum sedang kan teman teman fano yang lain teriak teriak,setelah selesai mereka turun
"gilak gilakkk gue takut banget sumpah"ucap amel
"gue kira pada berani semuanya baru mulai aja udah triak triak"ledek fano
"pusing bnget pala gue" ucap exel
"cemen lo jadi cowok"cirib damar
"sekarang kita uji nyali yok" ajak bulan
"uji nyali? "beo semua
"kerumah hantu maksut gue"ucap bulan
"oke siapa takut ingat ya yang keluar duluan dia yang kalah"ucap qisya
mereka memaksuki rumah hantu,bulan di gandeng Fano saat masuk. amel sudah bertriak triak sembunyi di belakang damar
"apaansih lo gtu aja takut"ledek damar seketika ada tangan yang menyentuh pundak damar damar menoleh ternyata ada tangan berdarah menyentuh pundak nya seketika damar lari, selepas lari tangan itu masih ada di pundaknyaa
"aaaaaaaaaa ini apaa? " ucap damar sambil berteriak
teman temanya hanya tertawa melihat damar,pada itu hanya tangan mainan
"hahaha sukurin ngatain orang penakut ku sendiri aja takut sama tangan mainan"cibir amel
"eng-eng-nggak siapa juga yang takut tadi kan gue terkejoet"elak damar
"heleh cowo ko penakut "ledek amel
"malu maluin kaum cowo aja lo sama gituan takut"ucap exel
"cuman terkejut"elak damar
"ngeles lagi"bagas
"yaudah yok cepet keluar serem gue hi" ucap qisya sambil bergidik ngeri
sedangkan bulan dan fano santuy mereka tidak menyadari kalau fano dan bulan masih di belakang
"lo takut?"tanya fano
"nggak, cuman rumah hantu mainan doang ngapa takut" ucap bulan santai
"kirain takut,kalo takut biar gue peluk aja sini"goda fano
"paansih emng gue cewe alay yang cuman ginian aja takut "ucap bulan
waktu berjalan bulan tersandung kakinya reflek fano menagkap bulan dengan melingkar kan tangan nya di pinggang ramping bulan,wajah fano dan bulan dangat dejat hingga hidung mancung mereka bersentuhan,fano memiringkan wajahnya dan
cup
satu kecupan mendarat di bibir bulan bulan terkejut atas apa yang di lakukan fano, fano yang melihat bulan terkejut melanjutkan aksinya ia ******* kenbut bibir bulan 'manis 'itulah yabg di rasakan fano bibir yang menjadi candu baginya
seperkian detik bulan sadar segera mendorong fano
"fanoo apaansih lo main cium cium aja"kesal bulan padahal dalam hati ia juga senang
"yakan reflek, lo aja ga nolak"ucap fano santai
fano dan bulan sudah keluar dari rumah hantu mera di tunggu teman teman mereka
"lama banget sih mereka "ucap qisya
"atau jangan jangan meraka kejebak di dalam,dan di godain sama hantu hantu"ucap Amel panik
__ADS_1
pletakk
misa menjitak jidat amel
"ngadi ngadi ae loo hah, mana ada begituan"ucap misa
"yakan yakali aja mereka kejebak di dalem "ucap amel sambil mengelus jidatnya
"kita susulin aja yok"ucap qisya
"yaudah yok kita liat mereka"ucap bagas
baru beberapa langkah melihat fano dan bulan keluar dari rumah hantu sambil gandengan tangan teman teman mereka di buat curiga
"huhh kalian ngapain aja sih di dalam lama amat"ucap damar
"atau jangan jangan kalian" ucap bagas sambil menunjuk bulan dan fano bergantian
pletakkk
"lo gausah piktor, tadi bulan ke sandung"ucap fano
"kirain lo ngapain anak orang"ucap exel
"sembarangan ae lo"ucap fano
"yaudah kita keliling trus kita pulang,kuta pencar aja ya nanti kita kumpul di komedi putar itu gimana? "usul misa
"2"amel
"3"
"4"
"5"
"6"
"au amat "ucap misa datar
mereka berpencar,sementara bulan dengan fano
"lan main itu yok" ucap fano smabil berjalan menuju permainan memukul kaleng
"gue akab dapetin boneka yabg besar itu buat lo"ucap fano yakin
"semangati kek ini malahan di kedekin"ucap fano kesal
"hahhaha yaudag semangat ya bebeb akoeh" ucap bulan alay
"dih alay"ucap fano
fano bermain dan akhirnya fano mendapatkan boneka beruang besar
"kan tadi gue udah bilang kalo jangan ngeledek gue dulu, nih buat lo" ucap fano sambil ngasih boneka itu ke bulan
"sebenarnya gue ga suka boneka sih tapi yaudah karna yang ngasih lo gue akan simpan"ucap bulan sambil memeluk boneka itu
malam semakin larut akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke penginapan karna besok mereka akan pulang.
keesokan harinya mereka pulang ke jakrta karena senin sekolah,mereka langsung naik pesawat sampai di bandara mereka di jemput oleh supir masing masing karna bulan supir nya belom datang jadi dia pulang di antar supir nya fano
skip sampai rumah bulan
"asalamualikum princes i am coming"teriak bulan
"waalikumsalam mana oleh oleh gue "tagih keanu
"ya allah abang kalo orang tu dateng di tanya keadaan,seneng ga liburanya, ini oleh oleh" kesal bulan
"lah lo kan baek baek aja ngapa perlu di tanya" kata keanu
"serah lo,gue capek mau istirahat,mamah papah mana bang? " tanya bulan
"mereka pergi keluar negri ada urusan mendadak di sana"ucap kean
"ko mamah sama papah ga kasih tau bulan bang"kata bulan sambil cemberut
"lupa mungkin, udah ah mana oleh oleh gue"kata kean
"ambil aja noh di mobil"ucap bulan sambil berjalan menaiki tangga menuju kamarnya,sampai di kanar bulan langsung mandi,setalh mandi bulan rebahan di kasur, tak selang beberapa menit bulan tidur
pagi harinya bulan sudah bersiap siap untuk pergi ke sekolah,kini bulan sedang berada di meja makan
"Bang kean ga kuliah hari ini? "tanya bulan
__ADS_1
"kuliah tapi siang kenapa,minta anterin yaudah skuy"ucap kean
"ngga bang, bulan kan cuman nanya lagian bulan bisa nyetir sendiri"ucap bulan
ting tong ting
"den ada tamu di depan"ucap bok inem
"suruh masuk aja bik"ucap kean
"pagi bang,pagi lan"sapa fano
"hem, lo mau ngapai ke rumah gue?"ucap kean dingin
"mau jemput bulan bang, boleh? " ucap fano
"terserah noh sama orang nya,sini gabung sarapan,"ucap kean
"gausah bang gue tadi udah sarapan"tolak fano
"bang gue brangkat yak,aslamualikum abang koeh yng tampoan"ucap bulan sambil cekikian
"alay adek siapa sih ini" ucap kean
"yok fan berangkat"ucap bulan
mereka berangkat kesekolah menggunakan mobil fano sampi di sekolahan mereka menjadi sorotan para kaum hawa dan adam
"***** bidadari gue"
"potek hati abang neng"
"dasar so kecantikan"
"cantikan juga gue"
"bulan, selama janur kuning belum melengkung masih bisa di tikung"
"perfack cople"
itulah para teriakan kaum hawa dan adam yang melihat mereka sedng kan fano dan bulan hanya cuek bebek berjalan dengan tatapan datarnya,di tengah perjalann menuju kelas bela datang dan bergelayut manja di lengan fano
"sayang kamu ngapain sih dedek sama dia? " ucap bela dengan nada manja sambil menunjuk bulan
"gausah pegang pegang gue"ucap fano sambil menepis tanagn bela
"aww sayang kenapa kamu kasar banget sih,apa karna dia eh lo perempuan murahan jangan sok kecantikan lo, menatang mentang lo jadi incaranya para cowo cowo lo seenak nya aja deketin siapa aja" ucap bela sambil menunjuk muka bulan
bulan hanya melihat bela datar dengan tangan di lipat di dada
"udah selesai bacod nya? " ucap bulan dingin
"minggir gue mau lewat, ga ada gunanya ngeladenin orang gila,takut ketularan gilanya ntar gue"ucap bulan sambil melangkah menuju kelasnya
belum sampai tiga langkah rambut bulan yang panjang di tarik oleh bela, fano yang melihat itu naik pitam
"lo apa apaan sih,lepasin ga"ucap fano dengan nada tinggi
"lo jangan belain ****** ini fan, sadr dong apa dia nyerahin tubuhnya buat ngrayu lo" ucap bela
bulan yang mendengar itu tidak terima ia menepis tangan bela dari rambutnya dan berjalan mendekati bela dan
plakk
"jaga mulut lo ya, lo belom pernah di didik cara bicara yang sopan kepada orang lain haa"ucap bulan dingin
"dan satu lagi gue ga pernah ngarayu fano buat mau sama gue,dan lo kejar sono fano kalo fano mau sama lo, ngaca sebelum mencaci orang"ucap bulan pedas
teman teman yang menyaksikan itu mencibir bela,
bela yang serasa di permalukan marah ia akan membalas perbuatan bulan
"awal lo gue akan buat lo menyesal telag ganggu hidup gue" ucap bela sambil tersenyum licik
sampai di kelas bulan di sugihi pertanyaan dari oara sahabat sahabatnya.
"lo diapain lan tadi sama mak lampir itu"tabya qisya
"ga di apa apain kok biasa orang gila ya begono"ucap bulan santai
"emang the best lah bebeb aku, aww cini peluk abang"ucap candra
fano yang melihat candra hendak memeluk bulan segera menghampiri nya
"lo peluk bulan kita war" ucap fano
__ADS_1
"buset sadis bener"ucap candra