
balik ia mencolekkan eksrim ke hidung mancung bulan
"ahahaa lihat lo kayak badut" ucap fano sabil tertawa
bulan cemberut karna ulah fano akhirnya mereka kejar kejaran
"huh huh huh capek gue" ucap bulan
"hah kenak lo"ucap fano sambil memeluk bulan dari belakang,bulan yang di peluk fano merasa terkejut jantungnya berdetag kencang nyaman itu lah yang di rasakan bulan dan fano saat ini
"apaan sih peluk peluk, lu kira gue boneka apa"ucap bulan padahal dalam hati merasa senang
"lo anget banget kek boneka"ucap fano sambil memluk bulan lagi
"fano gue tabok lo" ucap bulan mencubit perut fano
"awsss sakit sayng iss" ucap fano meringis
"sayng sayang bapak lo"ucap bulan
"lan gue mau ngomong serius sama lo"ucap fano sambil menggegam tangan bulan
"lah dari tadi lo udah ngomong kalik"ucap bulan
"gue serius lan,waktu gue pertama lihat lo gue suka sama lo, gue ga yakin apakh itu cinta,lalu gue buat yakinin perasaan gue, di saat gue sedang ada di dekat lo jantung gue rasanya berdetak kencang, gue nyaman banget saat ada di dekat lo, gue belom pernah ngerasaain gimana jatuh cinta, dan saat ini gue ngrasain itu ke lo lan,lo mau ga jadi pacar gue?"tnya fano masih menggenggam tangan bulan
bulan mendengar kata kata fano, memandang lekat matanya tidak ada kebohongan, tatapan matanya tulus,bulan melepas tangan nya dari genggaman fano
"maaf"ucap bulan sambil berbalik
fano yang mendengar kata bulan kecewa,karna perasaan cintanya di tolak oleh orang yang dia cintai, padahal fano tidak pernah jatuh cinta selama ini
"maaf ga bisa nolak"ucap bulan sambil berlari
fano yang mendengar itu mendongak menatap bulan yang berlari tanpa ba bi bu fano langsung mengajar bulan, fano memluk bulan dari belakang
"lo serius kan lan, lo ga bohongin gue?"tnya fano sambil memutar balik badan bulan
"apaan sih ga percaya banget, gue juga syang sama lo fan" ucap bulan sambil tersenyum manis
"manis nya"batin fano
"makasih lan lo sudah trima cinta gue"ucap fano smabil memluk bulan,bulan membalas pelukan fano
"udah lo gausah lebay deh" ucap bulan meledek fano
fano yang mendengar ledekan bulan tidak di hiraukan mereka berdua berjalan sambil bergandengan tangan menuju teman teman mereka
"wah wahh wahh ada apa ini kok kalian gandengan tangan kayak mau nyebarang jalan aja"ledek damar
"kepo lo"ucap fano datar
"crita dong"paksa amel.
"crita apaansih orang gaada apa apa kok yakan fan"ucap bulan sambil mengedipkan satu matnya kearah fano, fano yang mengerti mengiyakan karna mereka tidak mau ada yang tau hubungan mereka, bulan dan fano akan memberitahu sahabat sahabatnya pada saat waktu yang tepat, atau biar mereka yang mengetahui sendiri.
"udah jam 8 nih kalian laper nggak? "tanya bulan mengalihkan pembicaraan
"gue laper banget"ucap amel sambil mengelus perut nya
"heh lo emang demen makan"ejek damar
"suka suka gue lah nagpa sih lo syirik amat"ucap amel ga trima
"udah udah katnya laper malah adu bacot"ucap qisya
"yaudah yok kita cari makanan"ucap bagas semangat
"cari sate aja yok di sebrang jalan tuh ada sate aromanya uwuu bikin laper" ucap misa sambil mengendus ngendus
__ADS_1
"tu hidung lo kenapa ngendus ngendus kek anying aja lu"ucap exel
"yaudah yok kesana"ucap bulan
mereka menuju pedang sate pinggir jalan, walaupan tidak seberapa tapi snagat ramai pengunjung
"mang kita pesen 8 porsi sate nya mang"ucap fano
"oh nggeh den, monggo pinarak"ucap penjual sate tersebut dengan bahasa jawa
"maksutnya mang? "ucap misa tidak mengerti bahasa daerah sini
"genduk genduk kalih aden aden ini saking endi toh,ketok e raine uduk soko daerah kene" ucap tukang sate tersebut
mereka yang mendengar ucapan kang sate tersebut hanya diam karna tidak mengerti. lalu bulan berkata
"kulo lan konco konco niki saking jakrta mang, mboten saking kne"ucap bulan memakai bahasa jawa
"oalah, pntesan koncone ora mudeng bohoso jowo, soko kota jebule"ucap kang sate
"nggeh mang"ucap bulan sopan
"ngeh nggeh monggo pinarak riyen, di maklumi nggeh ndok panggonane ora koyok ng kota kota "ucap kang sete
"mboten nopo nopo mang,"ucap bulan sambil mencari tempat duduk teman teman bulan hanya mengikuti bulan dari belakng
"lo ngerti bahsa nya kang sate itu lan? "tanya qisya
"ya bisa lah, masak bahsa asing bisa tapi bahasa daerah ga bisa, malu maluin lah"ucap bulan
"wih lo bisa bahasa bahsa apa lagi lan"tanya damr
"bisa bahsa hewan" ucap bulan seenaknya
"gimana tuh"ucap bagas
setalg menunggu lama pesanan mereka datang,
"monggo mas mbak di nikmati"ucap kang sate itu
"ngeh matursuwun pak"ucap fano
setelah itu tukang sate tersebut meninggalkan meja bulan dkk
"eits eitss lo juga bisa bahasa jawa fan? "tanya exel
"bisa lah bahsa asing aja hafal kenapa bahsa daerah negara sendiri ga hafal "ucap fano santay
"ucapan lo dan bulan kompak banget"ucap bagas.
"jodoh kalik"jawab fano lagi
"udah udah yok makan,trus habis itu kita cari penginapan /hotel untuk istirahat"ujar bulan
"besok hari terakhir disini,masih jam 8 pula ga seru dong kalo ga di puas puasin "ucap amel cemberut
"ntu muka gausah di jelek jelekin udah jelek"ledek damar
"iss apasih lo ngajak ribut muluk, sini gur jabanin lo"ucap amel ngegas.
"ngegas teros baru datang bulan ya lo? "tanya damar
"iya emng kenapa hah"ucap amel smabil melotot ke damar.
"pantes"lirih damar tapi masih di dengar oleh amel
"pantes kenapa? hah "ucap amel ngegas
"udahh woee jngan ribut muluk kayak kucing dan tikus lo berdua"ucap misa
__ADS_1
"em gue denger ada pasar malam di deket sini gimana kalo kita kesanan? "ucap bagas
"boleh juga kita besok pulang jam 3 sore kan bisa lah buat rebahan"sahut qisya
"yudah yok makan trus kita ke pasar malam"ucap fano.
setelah selesai makan bulan dkk menuju pasar malam
smapai di pasar malam ,tatapan para pengunjung terarah ke pada mereka ber8 karna pesona mereka,terutana kaum adam melirik bulan,fano yang melihat tatapan para pria ke pada bulan menggenggam erat tanganya. mereka menuju permaiann yang ada
"kita naik itu yok"ucap qisya sambil menunjuk arah binglala
"Gaada yang takut ketinggian kan? "tanya bulan
"kalo gaada yok naik"ucap fano smabil menggandeng tangan bulan teman teman fano hanya saling pandang dalam tatapan mata mereka
'ada hubungan apa Mereka'
mereka menaiki binglala sambil berpasangan
bulan jelas dengan fano, bagas dengan qisya,amel dengan damar dan misa dengan exel
"indah banget ya pemandangn dari sini"ucap bulan takjub dengan suasana malam di yogjakarta
"iya, indah"ucap fano sambil memeluk bulan dari samping
"fano iss nempel ae lo kek tangtakel gurita"ucap bulan
"biarain lo kan udah milik gue"ucap fano masih memeluk bulan
bulan pasrah akan perlakuan fano, bualn menikmati susana malam dari atas binglala sambil di dekap hangat oleh fano ketika mereka sedang asik menikmati malam henphone bualn berbunyi.
-Bangken gans-
hallo ada yang saya bantu dengan siapa di mana
📞adek gaada ahlak
heheh ada apa bang telfon bulan
📞gue mau bilang besok jan lupa beliin gue oleh oleh hehe
yee bjir kirain ada apaan dasar lo abang laknat
📞astagfirullah bedosa banget
berdose berdose, lo tu yang berdose
📞kamu jangan solimit
dasar abang gaje dahlah
bulan menutup sambungan telfon nya
"dari abang lo yang? "ucap fano
"yanih minta oleh oleh dasar punya abang dua gaada yang bener"oceh bulan
"ga boleh gitu syang mereka kan tetep sayang sama lo" ucap fano
"gue tau ,karna gue adik satu satunya mereka yang paling cantik "ucap bulan memuji dirinya sendiri
"pede amat lo" ucap fano
"kalo gue ga cantik lo ga bakal mau sama gue ogeb"ucap bulan sambil meninju lengan fano
"gue ga mandang fisik kok" ucap fano.
"hem merdu banget suara buaya"cibir bualn
__ADS_1