
fano yang melihat candra hendak memeluk bulan segera menghampiri nya
"lo peluk bulan kita war" ucap fano
"buset sadis bener"ucap candara
"hahaha pawangnya marah noh"ucap bagas
"brisik"ucap bulan datar
bunyi bel masuk berbunyi, guru pelajaran masuk guru yang terkenal kiler se sekolahan namanya bu siska palajaran di mulai bulan merasa ngantuk ia mendekap kepala nya di lipatan tangan,bu siska yang melihat bulan tidur menengur nya
"bulan bangun" ucap bu siska dengan nada tinggi
bulan yang mendengar teriakn bu siska terlonjak kaget
"yaa ada apa bu" ucap bulan masih setengah kaget
"berani nya kamu tidur di jam saya, sekarang kerjakan soal di depan ini SEKARANG" ucap guru tersebut
"apa keuntungannya bagi saya bu?"ucap bulan mencoba bernegosiasi dengan guru itu
"kalo kamu berhasil mengerjakan soal ini dengan benar kamu saya beri satu permintaan kalo kamu ga bisa jawab soal ini kamu saya hukum keliling lapangan 10 kali dan membersihkan toilet "ucap guru itu meremehkan bulan, dia kira bulan tidak akan bisa menjawab pertanyaan yang sulit seperti ini karna soal itu soal untuk anak kuliah.
bulan maju menjawab soal yang di berikan guru tersebut tidak ada 10 menit 20 soal sudah terjawab semua, bu siska meneliti jawaban bulan, betapa terkejutnya bulan mampu menyelesaikan soal yang begitu sulit itu,
"gimana bu?"tanya bulan
"be-be-benar semua bagaimana bisa"ucap guru tersebut masih tidak bisa percaya
"sesuai ucapan ibu tadi saya boleh meminta satu permintaan"ucap bulan
"oke sekarang kamu mau minta apa" ucap bu siska
"saya mau istirahat kan kelas ini,saya mau ke kantin" ucap bulan santai
"huh yaudah, kalian semua boleh istirahat"dengan terpaksa bu siska mengabulkan permintaan bulan karna tidak mungkin dia menelan ucapannya sendiri
"yeyyy"teriak seluruh kelas
kini bulan dkk sedang ada di kantin
"ahaha mantap lo lan bisa ngerjain bu kiler itu"ucap damar
"biasa aja kali, kata bokap gue nakal boleh tapi asal jangan sampai lupa belajar"ucap bulan
"dasar badgirl lo" ucap bagas.
"Lo kenapa bisa pindah kesini lan? "tanya qisya
"di DO karna gue sering berantem, gue berantem juga karna alasannya"ucap bulan santai
"cewek bar bar emng lo"ledek damar
"gpp lah gue kan membela diri gue sendiri masak ga salah harus diem aja bukan sifat gue banget"ucap bulan
"gue suka gaya lo" ucap bagas
"apaansih alay"ucap bulan sambil tertawa
__ADS_1
"lan jangan ketawa"ucap fano
"hah kenapa" tanya bulan
"kelawat manisnya"ucap fano sambil tersenyum
bulan yang mendengar gombolan fano pipinya menjadi merah
"apaansih gombalan receh"ucap bulan sambil merona
"acieeeee si es kutub ngegombal"ledek damar
"ahaha dulu anti banget sama cewe, sekarng gombalin bulan" ucap bagas
"kalian ada something ya"ucap amel sambil melihat bulan dan fano
yang di lihat hanya diam dengan tatapan datar mereka tidak ingin berbohong biar mereka tau sendiri pikirnya
"iri bilang bos lo mau gue gonbalin juga? "tanya damar menggoda amel
"ga demen gue gombalan receh dari lo"ucap amel
"awas hati hati lo biasanya yabg suka bertengkar lama lama suka lagi"ucap bulan meledek amel dan damar
"nggak"jawab damar dan amel
"tukan kompak"ucap misa
yang lain hanya tertawa
"eh bentar gue mau ke toilet" ucap bulan sambil bejalan ke tolet,saat bulan sampai di toilet bualn tidak melihat ada bela dkk yang sedang melihat nya
"mau ngapain lo" ucap bulan dingin
"gue mau ngasih pelajaran buat lo, biar lo ga ganggu pacar gue lagi" ucap bela sambil menunjuk muka bulan
"pacar?, pacar mana"ucap bulan pura pura polos
"fano lah,lo jangan deketin dia lagi,dasar murahan"ucap bela hendak menampar bulan tapi tangan nya di tahan oleh bulan dulu,
"kalo fano ga mau sama lo lo gausah maksa, lagian cowo masih banyak kenapa harus ngejar ngejar dia yang ga suka sama lo apa karna lo ngincar harta fano iya?"ucap bulan
"berani nya lo" ucap bela hendak menampar muka bulan dengan tangan satunya tapi di tahan lagi oleh bulan,bela yang merasa terpojok menyuruh para antek antek nya memegang tangan bulan
"gays pegangin tangan dia, gue mau kasih pejaran buat dia supaya ga ganggu hidup gue dan fano"ucap bela dengan senyum licik
cika dan rosa memegng kedua tangan bulan bulan hanya melihat bela di depannya dengan tatapan datar, bela mengambil air dari kamar mandi hendak menyiramkan nya ke muka bulan tapi dengan segera bulan menendang ember tersebut,hingga mengenai baju bela
"sialan lo beraninyaa" geram bela menjabambak rambut bulan ,bulan tentu saja tak tinggal diam dia juga menjambak rambut bela,dan
plakkk
bulan menampar bela lalu ia berkata
"gausah ganggu gue lagi atau gue buat hidup lo menderita"ucap bulan dingin dengan meninggalkan bela dkk di toilet
bela yang mendengar ancaman bulan menjadi marah
"emng siapa dia berani ngancam gue kayak gitu, lihat saja siapa yang akan menderita"ucap bela sambil tersenyum licik
__ADS_1
di sisilain bulab berjalab menuju teman temannya,
teman teman bulan yang melihat bulan kesal,menanyainya
"kenapa lo lan muka lo kek kesel gitu" tanya misa.
"gue gapapa yuk kekelas" ucap bulan berjalan duluan meninggalkan taman temanya yang bengong melihat bulan
skip pulang sekolah
"bareng gue ya lan"ucap fano
"yaudah kalo maksa"ucap bulan
"kapan gue maksanya"ucap fano
bulan dan fano pulang bareng di tengah perjalann fano membuka suara
"lan nanti malam gue jemput ya jam 7" ucap fano
"mau kemana?" tanya bulan smabil fokus ke henphonya
"pokoknya ikut aja gue jemput jam 7 titik gaada penolakan"ucap fano tegas
"ck. iya iya maksa amat"ucap bulan smabil memutar bola matnya malas
fano yang melihat itu tersenyum mengacak rambut bulan gemas
"iss rambut gue yang indah ini jadi rusak kan "ucap bulab cemberut
"indah apaanya palingan juga bauk"ledek fano sambil fokus menyetir
"enak aja lo bilang rambut gue bau,nih coba aja cium wangi kok"ucap bulan sambil mencium rambut nya
"mana coba sini"ucap fano
bulan mendekat kearah fano,fano malah mencium kening bulan,bulan yang mendpaat kecupan di keningnya jantung nya berdetak kencang,fano yang melihat bulan terkejut tersenyum
"apansih kok tegang banget,kita kan udah pacaran lan" ucap fano gemas sambil menarik hidung bulan
bulan yang di kerjai oleh fano cemberut
"lo ngerjai gue ya iss dasar"ucap bulan sambil mencubit lengan fano
"aww sakit syang" ucap fano
"heleh lebay"ucap bulan
tak lama kemudian bulan sampai di halaman rumahnya, bulan melambikan tangan kearah fano dan mengucapkan makasih
bulab berjalab masuk kerumahanya,di ruang tengah sudah ada mamah papah dan bang tino.
bulan mencium pipi kedua orang tuanya
"mamah sama papah kok cepet banget pulangnya? "tabya bulab smabil duduk di tengah mamah papahnya
"kumat manja nya ck"ucap tino
"sirik aja sih bang"ucap bulan
__ADS_1