
melihat itu bulan tertawa sambil menaiki tangga
sadar sudah di kerjai oleh adiknya tino merasa kesal
"awas aja lo dek"teriak tino kesal
orang tua mereka hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan anak nya
sampai di kamar bulan segera mandi,karna lelah.
selesai mandi bulan merebahkan dirinya ke kasur kesayangn nya.bulan hendak memejamkan matanya ketika ada bunyi notif dari hanphonnya
fano kutub
Aslamualikum calon pacar.
melihat notifikasi dari fano bulan segera melihat
setelah melihat isi pesan fano bulan tersenyum tipis
lalu ia membalas pesan fano
Bulanqueenca
Halu ae sono luu
Fano kutub
gue ga halu,liat aja lo bagal jatuh ke peseno gue
BulanQuenca
Dalam mimpi!
bulan segera menyudahi chatnya dnegan fano
sedangkan di sisi lain fano tersenyum sambil membanyakan senyum manis bulan
"gue gatau knp kalo gue di dekat lo,slalu merasa nyaman"ucap fano sambil menatap langit langit kamarnya kemudian dia tertidur
pagi harinya bulan masih tertidur pulas di kamar nya sampai tidak mendengar ketukan pintu
"woyy dek bangonn loo" teriak tino dari luar kamar
__ADS_1
karna merasa ga ada jawaban tino langsung masuk mendapati adiknya masih tertidur dengan slimut membungkus badanya
"woyy dek bangun, lo tidur apa mati sih"teriak tino lagi
"eemm 5 menit lagi mah"ucap bulan sambil menggeliat
"5 menit lagi 5 menit lagi,tu liat udah jam setngah 7"ucap tino kesal
"Abang kenapaa ga banguni bulan dari tadi kan jadinya bulan telat" teriak bulan
"lo nya aja yang budek udah di bangunin ga Bangun bangun,lo tidur apa latihan meninggal"sewot tino
"tau ah minggir gue mau cuci muka" ucap bulan sambil turun dari ranjang
"ga mandi lo dek"tanya tino
"gausah udah telat, lagian masih cantik kok"ucap bulan narsis
"cih cantik apanya noh iler lu masih nempel" ledek tino,smabil lari keluar kamar bulan
"abangggg"teriak bulan dari kamar mandi
setalh rapi bulan turun,sambil membenarkan dasi nya karna dia udah telat dia tidak sarapan
"bulan kamu ga sarapan dulu" ucap mamah bulan
"aslamaualikum mah pah"pamit bulan smabil berlali orang tua bulan hanya tersenyum melihat kelakuan anak nya
skip sampai di sekolhan gerbang udah di tutup,
"oh shit gimana ini,gerbang udah di tutup"ucap bulan
"telat juga" ucap fano dari belakang
" lu kira gue ngapain di luar sekolah kalo ga telat"ucap bulan ngegas
"oh kirain gantiin mang udin jadi satpam"ucap fano
"diem atau gue jitak lu"ucap bulan sambil mentap tajam fano
lalu ketua osis menghampiri mereka ya arif
lalu bertanya kepada bulan dan fano
__ADS_1
"kalian telat"ucap arif sambil menyilang kan tangan nya di dada
"menurut lo"ucap bulan dan fano bareng
"yaudah ikut gue" ucap arif sambil mendahului mereka berdua
mereka berdua mengikuti arif dari belakang,mereka langsung menuju lapangan
"keliling lapangn 5" ucap arif dingin,tapi menatap bulan lembut
"lo gila ya lapangan segini besarnya lo suruh kita lari"ucap fano
"tau ni orang pagi pagi udah di suruh olahraga ginian"ucap bulan
"masih untung kalian gue hukum ginian dari pada ke ruang bk"ucap arif
"ya mending keruang bk lah dari pada harus capek capek,paling juga di bk di caramahin" ucap bulan sambil menatap arif tajam
"lo kira cuman di caramahim, nanti hukumannya juga lebih berat kalik"ucap arif santai smabil mentap lembut bulan
"yaudah yok lan,kita lari dari pada nanti panas, yang penting gue bisa berduan sama lo"ucap fano menggoda bulan
"di hukum kok lo seneng dasar manusia aneh"ucap bulan
mereka memutari lapangan baru sampai putaran ke3 kepala bulan terasa pusing, fano yang melihat bulan berhenti dia mendekati bulan dan memgang pundak nya
"lan lu kenapa" ucap fano kuatir
"kok mukaa lo pucet amat sih"sambung fano
"gue gapa--" belum sempat melanjutkan kata katanya bulan udah pingsan dengan sigap fano menggendong bulan ala bridal stayl,
membawa nya ke UKS
sampai di uks bulan segera di priksa oleh petugas kesehatan
"bulan kenapa dok" ucap fano kuatir
"oh dia hanya pusing karna belum sarapan"ucap dokter
tak selang berapa menit bulan sadar
"kok gue di sini"ucap bulan smabil memijat pelipis nya karna masih pusing
__ADS_1
"lo kenapa lan kok lo bisa pingsan"ucap fano
"tadi gue brngkat ga sarapan"ucap bulan