
Seseorang bernama Akari berada di sebuah Atap pada malam hari memandangi gelapnya malam sambil termenung memikirkan takdir menyedihkanya
Teleponnya berdering namun dia tidak menghiraukan itu dia berjalan menuju tepi di atap tersebut
"inikah ?"
"aku tidak bisa hidup seperti ini akan lebih baik jika aku mati ! Bila maaf aku terlalu malu untuk menemuimu"
Akari yang merasa kehilangan harapan menjatuhkan diri dari atap sekolah
".."
"seluruh tubuhku tidak bisa bergerak dan rasanya sakit sekali !"
Akari yang tergeletak dengan darah dikepalanya melihat seorang perempuan berlari kearahnya dan berusaha menolongnya
"hey ?!"
"tolong !!"
"tolong !, disini ada yang terluka " ucap Livia menghubungi polisi
"Gimana ini ,!"
beberapa saat kemudian ambulan datang begitupula polisi langsung mengangkat Akari dan memasukan nya ke mobil ambulan ,Saat Livia berencana masuk untuk ikut tiba tiba polisi menarik Livia
"sebentar !"
"ada yang ingin kami tanyakan "ucap seorang polisi
"nanti saja !"
"keselamatannya harus diutamakan !"
tutur Livia yang langsung menolak polisi tersebut
"duhh"
"kenapa harus bunuh diri sih ,!apa sebegitu menderitanya kamu hah?"
Livia tidak berhenti menangis sambil menatap Akari yang tidak sadarkan diri saat dalam perjalanannya menuju rumah sakit
...
Setelah selesai Akari menjalani operasi keajaiban terjadi padanya dan membuatnya tidak kehilangan nyawa pada percobaan bunuh dirinya
Sebenarnya Jiwa Akari sudah pergi akan tetapi Jiwa lain lah yang merasuki tubuh Akari menggantikannya sehingga membuat Akari kembali hidup
"Akari !!! "
"Akari !!!"
teriak Nabila memanggilnya sambil menangis setelah operasi Akari selesai Akari koma selama seminggu ,tiba tiba tangan Akari bergerak dan diapun sadar
"arghhh ,"
"dimana aku apa yang terjadi ?"
"kenapa aku ada disini "
Melihat Akari yang sadar Nabila langsung memeluknya dengan derai air mata yang tidak tertahankan
"hiks"
"kenapa kamu mencoba bunuh diri ?"
"kenapa meninggalkan aku begitu saja?"
Rintih Nabila dengan kesedihan yang tidak tertahankan ,bagi Nabila Akari adalah sahabat paling berharga yang dia miliki
Saat Akari mencoba mengingat apa yang terjadi tiba tiba kepalanya terasa sakit dan dalam sekejap ingatannya bercampur dan terlihat dengan jelas namun Akari tetap tenang dan berusaha mengendalikan situasi
"Cring !"
"Selamat Skill reinkarnasi telah diaktifkan"
"Player terhormat !"
"anda player pertama yang mengaktifkan skill dan awakening world akan diaktifkan setelah 2 Minggu kedepan"
°Status°
Level : (0/100)
Kekuatan : 0
Daya tahan : 0
Kelincahan : 0
Mana :(100/100)
life :(100/100)
Skill : none
__ADS_1
Skill special : none
"hahh"
"lagi lagi papan Game !"
"tapi apa yang terjadi?"
Akari heran karena melihat papan Game didepannya mengingatkan apa yang terjadi dulu ,meski begitu dia menghiraukannya karena melihat orang disekitarnya yang menangisi dirinya
(1 Minggu kemudian)
"Akari kamu baik baik saja kan?"
"kamu ingat akukan ?"
"ini berapa ?"
ucap Nabila sambil menunjukan beberapa jarinya karena masih khawatir akan ingatan Akari
".."
"Siapa dia?"
"Akari ?"
"siapa Akari?"
Pikiran Akari dipenuhi dengan banyak pertanyaan terlebih lagi Akari tidak mengenali Nabila
"aku baik baik saja" tutur Akari
"syukurlah ,ayo pulang !" ucap Nabila
"pulang ?"
"kemana?"
Akari merasa heran meski dia tidak mengenalinya dengan pasti dan mencoba berperan bahwa dia Akari tetap saja Nabila menyadarinya
"kamu ga ingat tempat tinggal kamu sendiri ?"
tanya Nabila heran dengan jawaban Akari
"itu "
"haahhh"
"iya ,ingatanku tercerai berai sebagian aku mengingatnya sebagian lagi tidak "ucap Akari
"jadi Aku kembali hidup dalam tubuh orang lain "
"dan ingatan orang ini begitu jelas bahwa orang ini dekat dengan perempuan tersebut ?"
",haaa kenapa aku harus berada ditubuh orang lain dan juga bagaimana keadaan dunia ini ?"
".."
"Diablo apakah dia sudah mati tapi siapa yang membunuhnya?"
"sudahlah "
"akan aku cari tau apa yang terjadi nanti!"
ya ,pikirin Akari tentu saja masih bingung karena sulit baginya untuk mencerna apa yang terjadi padanya terlebih lagi dia berinkarnasi kedalam tubuh yang telah mati
keesokan harinya Nabila mengunjungi Akari dan mengetuk pintu untuk mengajaknya pergi berangkat menuju sekolah
"tok "
"tok tok tok"
"Akari"
" ayo kita berangkat !" ucap Nabila
Akari membukakan pintu tanpa bersiap siap karena Akari tidak tau bahwa dirinya adalah seorang pelajar SMA
"berangkat kemana ?"
"kenapa pake seragam sekolah?" Akari heran
"hah?"
"Kamu!!"
"bahkan ga ingat bahwa kamu seorang siswa?"
"cepet ganti baju ! kita berangkat sekarang!"
Nabila kembali menutup pintu dan menyuruh Akari ganti baju
".."
"baiklah ! tunggu sebentar"
__ADS_1
Akari mengikuti Nabila tanpa pikir panjang dan sesampainya disekolah Akari dan Nabila bertemu dengan geng yang selalu merisak Akari
"huu"
"lihat siapa yang datang "
"nampaknya pencundang kita disini guys"
ucap Sang perundung Gilman dan anak buahnya
Akari yang tidak mengenalinya langsung duduk dan mengabaikan Gilman ,melihat sikap Akari seperti itu kepadanya Gilman merasa kesal lalu memukulnya sehingga membuat Akari tersungkur
brakkk...
"cihh lu apa apaan ?"
tanya Akari sambil berusaha bangun
"huuh"
"waw"
"si brengsek cupu ini berani sekali bicara seperti itu !"
ucap Zily
Saat Gilman hendak memukul kembali Akari ,Akari menghindar dan menendang lutut Gilmansehingga membuat posisinya seperti berlutut dihadapan Akari
Akari mengambil buku tebal dan memukulkannya sekuat tenaga tepat mengenai Hidung Gilman,
brakkk.
"Aku tidak tau apa masalahmu tapi aku sarankah berhenti menggangguku !"
Nabila dan seisi kelas heran melihat sifat Akari yang tiba tiba berubah dan berani menentang Gilman bahkan melukainya terlebih lagi Gilman adalah anak terpandang dari keluarga kaya sehingga selalu dilindungi oleh sekolah
".."
"Kau !"
"brengsekkk...!!! "
teriak Daeng yang kembali berdiri sambil mengambil bangku dan melemparkan ke arah Akari namun dengan sigap Akari menepisnya dan melakukan lompatan
kaki Akari tepat mengenai muka Gilman dan membuatnya terkapar
"(bruk)"
"dasar tolol !"
"berhenti !"
"Akari !ikut bapak ke kantor !" ucap pak Furi seorang guru
"baiklah"
Sesampainya diruang Guru Akari di marahi habis habisan prihal sikapnya terhadap Gilman
"Kamu mau saya keluarkan?" ucap Furi merasa kesal
"?!"
"saya ?"
"kenapa dikeluarkan ?"
" kan orang tolol itu yang memulai !"
Akari membela diri karena dia tidak merasa memulai perkelahian terlebih lagi justru Akari merasa bahwa dia adalah korban
"Kamu !"
"Kamu saya skors! "
"selama satu Minggu kamu dilarang masuk sekolah"
Pak puri sebagai guru merasa kesal karena Akari membantah perkataannya terlebih lagi sebelum Akari bunuh diri dia selalu menurut kepadanya
"!?"
"baiklah ,!"
Akari yang merasa bahagia karena tidak perlu repot repot bersekolah langsung pergi meninggalkan kantor guru
"dia pikir gw enak apa !"
"tcih!"
"syukurlah ga usah repot repot bangun pagi untuk ke tempat ini!"
"Aku harus melihat papan layar lagi ,dilihat dari waktu awakening sepertinya akan terjadi hal yang tidak diduga"
"pertama Tama aku harus mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya kepadaku dan dunia yang aku tinggali sekarang seperti apa?"
Akari mulai mencari informasi terkait dunia yang ia tempati karena dia merasa dunia sekarang terlalu damai baginya jika dibandingkan dulu
__ADS_1