
1
Kenalin nama gue Hanna Devara Irvandre. Gue sekolah di SMA Venus kelas 11 IPA-1. Gue punya 2 kakak laki-laki, namanya bang Arka sama bang Reyhan.
Gue Arkaeno Rasyif Irvandre. Gue kakak pertama Hanna, gue udh kuliah jurusan ekonomi buat nerusin perusahaan papa.
Kenalin, gue Reyhan Edgar Irvandre. Kakaknya Hanna. Kelas 12 IPS-1 Venus.
Author POV
Hanna Devara Irvandre, satu-satunya anak perempuan dari Irvandre dan Diana, orang terkaya ke 2 di dunia. Ia mempunyai tubuh ideal, tidak gemuk, dan tidak terlalu tinggi, memiliki pipi chubby, kulitnya putih dan halus. Ia pintar, tapi suka telat berangkat sekolah_-
Arkaeno Rasyif Irvandre, anak pertama dari Irvandre dan Diana. Dia orang yang receh, sangat perhatian dan peduli kepada adik-adiknya. Memiliki perawakan tinggi seperti ayahnya, dan tubuh atletis.
Reyhan Edgar Irvandre, anak kedua dari Irvandre dan Diana. Dia sangat crewet, jail, gila, tapi pinter. Suka bolos sekolah juga kayak Hanna (nurun ke adiknya anjaii). Ia juga memiliki perawakan seperti kakaknya, tinggi dan memiliki tubuh atletis.
...🐢🐢🐢...
Pagi ini, hari pertama Hanna masuk SMA Venus, sekolah milik keluarga Irvandre karena sebelumnya ia sekolah di Belanda, ikut orangtuanya yang mengurus bisnisnya disana. Tetapi ia masih bergelut dengan selimut di kasur ukuran king size nya, dasar kebo. Sementara yang lain sudah siap untuk sarapan di bawah.
"Reyhan, bangunin adekmu sana!" perintah Diana sambil menyiapkan sarapan.
"Siap bun, laksanakan" kata Reyhan sampil berdiri dengan hormat lalu segera lari ke atas, ke kamar Hanna.
Tanpa mengetuk pintu, Reyhan langsung masuk ke kamar Hanna. Melihat adiknya yang masih tidur dengan sangat nyenyak, muncullah otak jailnya.
"Wah, enak banget pagi-pagi gini masih molor, kerjain ah." Lalu Reyhan masuk ke kamar mandi di kamar Hanna mengambil segayung air dingin lalu kembali ke samping tempat tidur Hanna.
"Guyur aja ni anak, 1,2,3"
Byurrrr
"WOYY, APAAN BANGSAT!!" Teriak Hanna
Yaps, Reyhan mengguyur Hanna dengan segayung air dingin, sampai wajah dan baju Hanna basah kuyup.
Reyhan lalu segera lari ke bawah agar tidak kena amukan Hanna.
Dengan sangat kesal, Hanna lalu segera mandi lantas memakai seragam lalu turun untuk sarapan.
Tuk
Tuk
Tuk
Ayah, bunda, kak Arka dan si bangsat Reyhan menengok ke arahku yang sedang berjalan ke meja makan, aku hanya diam saja karena masih sebal.
"Na, tumben kamu diem aja, biasanya crewet." Bunda akhirnya buka suara.
"Ga papa, bun."
"Rey, kamu apain Hanna?" Kak Arka mulai peka denganku.
"Ooh, tadi cuma kusiram pake air dingin, kok." Jawab Reyhan dengan sangat santai.
"Hah!? Gila lu tong." Kak Arka protes.
"Astaghfirullahalazim, Reyhan..." Ucap Ayah dan bunda bersamaan.
"Cepet kamu minta maaf ke adek kamu." Bunda menambahi.
"Alah bun, cuma di guyur air aja masa harus minta maaf." Reyhan menjawab.
"Reyhan, kamu itu sudah besar, jangan ke kanak-kanakan, kamu bisa bangunin Hanna baik-baik kan? Kenapa harus pake guyur-guyuran segala?astaga!" Bunda terlihat marah.
"Sekarang kamu minta maaf ke adek kamu, atau uang jajan kamu bunda potong plus, motor kamu bunda sita 1 bulan." Bunda menambahi.
__ADS_1
Ayah menatap tajam Reyhan.
"Iya, iya. Hanna sayang yang cantik dan baik hati, maafin abang ya??? Abang minta maaf, nanti abang beliin es krim deh." Reyhan memohon.
Aku menatap reyhan tajam, "Hemm, anter gue sekarang plus nanti pulang bareng."
Aku segera berpamitan dengan Kak Arka, ayah, dan bunda. Diikuti bang Reyhan.
"Hanna berangkat dulu Kak, yah, bun. Assalamualaikum."
"Reyhan juga, Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam." Jawab Kak Arka, Ayah, dan bunda bersamaan.
Kak Arka lalu mengambil motor ninja merahnya di garasi, dan gue nunggu dia di depan gerbang rumah.
"Yuk, dek."
Aku segera naik ke motor ninja bang Reyhan lalu mengenakan helm.
Selama di perjalanan, tidak ada yang membuka suara, Hanna dan Reyhan sibuk dengan pikiran masing-masing, sesekali Reyhan mencuri pandang lewat spion motornya, apakah adiknya itu masih marah padanya atau tidak.
"Dek, maafin gue ya??gue tadi cuma iseng." Reyhan membuka suara.
"Ya kalo mau bangunin tu pake cara baik-baik kan bisa, gausah pake guyur-guyuran segala, sebel deh gue."
Reyhan lega, akhirnya adeknya mau bicara denganya lagi, kan ngeri kalo diem diem bae.
"Iya, iya maaf, nanti pulsek mampir ke cafe deh..." Bujuk Reyhan.
"Janji loh ya?? awas lo kalo boong!"
"Iya janjiii"
"..."
"Siapp, emm btw, ini dah di depan halte dek."
"Eh, yaudah makasi bang."
"Ongkosnya mana neng?"
"Hahaha, garing lu. Yaudah babayy abang." Ucap Hanna sambil berlari menuju gerbang sekolah. Reyhan lalu segera melajukan motornya.
Hanna POV
Anjai, ni sekolah gede bener, ruang guru dimana yak? Batin gue
Ada adkel lewat di depan gue, penampilanya, dia pake kacamata tebel, bawa buku banyak banget, sama tas dia yang kelihatan berat benget. Gue samperin aja.
"Eh dek, nama lo siapa?"
"E eh, kak, nama gue Fitri, a a ada apa ya kak?" Tanyanya gugup, emang gue nyeremin?
"Oh Fitri, lo tau ruang guru ada di mana?" Gue langsung to the point, gaperlu basa-basi, bentar lagi masuk soalnya.
"Kakak nanti tinggal lurus aja, nanti belok ke barat terus ada lorong kan, nah di sepanjang lorong itu ruang guru, kalo ruang kepala sekolah, nanti ada di ujung lorong." Fitri menjelaskan.
"Owh, gitu, makasi ya dek."
"Sama sama kak, yaudah aku duluan."
"Iyaa"
Gue jalan sesuai apa yang diomongin sama Fitri, dan gue udah sampe di depan pintu ruang guru.
"Assalamualaikum, permisi."
__ADS_1
"Eh, Waalaikumsalam, kamu Hanna, anaknya Bapak Irvandre ya?" Ucap guru berbadan ideal, ia terlihat galak tapi sebenarnya sangat ramah.
"Iya buk, saya nanti masuk ke kelas apa ya?"
"Sebentar, saya lihat dulu," kata ibu itu sambil membuka buku, kayaknya buku absensi.
"Oh, kamu masuk kelas 11 IPA-1, mari ikut saya, eh perkenalkan dulu, nama ibu, ibu Suryanti, panggil aja Bu Sur."
"Kalau nama saya, Hanna Devara, ibuk bisa panggil saya Hanna aja."
"Siap Hanna aja." Ucap Bu Sur tertawa, lalu mempersilakan gue buat ngikutin dia.
"Ga gitu juga bu, hahaha. Eh buk, tolong rahasiain identitas saya sebagai anaknya Bapak Irvandre ya? Saya gak mau nanti kalau ada temen yang cuma maanfatin saya aja, nggak tulus buat temenan sama saya." Ucapku sambil berjalan mengikuti Bu Sur.
"Iya tenang aja, ibu ngerti kok." Ucap Bu Sur sambil tersenyum tulus.
Btw, posisi kelas gue ada di lantai 3 paling ujung dan deket tangga rooftop, gue seneng banget dong, karena, apapun bangunannya, tempat favorit gue cuma rooftop.
Bu Sur masuk ke kelas, gue ngikutin di belakangnya. Saat gue masuk, kelas jadi rame banget, banyak sorakan.
Kok cantik banget neng
Minta nomornya dong
Imut banget sih neng
Senyumnya berapa sendok sih, kok manis banget, abang jadi diabetes kan
Alay lu tong
Temenan yuk
Jadi lacar abang aja yuk
Dih sok imut
Cabe
Aku hanya tersenyum mendengar tanggapan mereka
"Sudah, sudah. Kalian sudah tahu kan kalau kita kedatangan murid baru dari belanda?"
"Sudah bukkk" Jawab mereka bersamaan.
"Bagus, Hanna perkenalkan dirimu."
"Hai, nama gue Hanna Devara I, kalian bisa panggil gue Hanna, gue pindahan dari Belanda, tabi sebenernya gue asli Jogja. Salken yak, semoga kita bisa temenan."
"Buk, gaada sesi QnA nih?" Usul laki-laki ber name tag Randy.
"Gaada, nanti kalian bisa tanya sendiri ke Hanna."
"Oke, Hanna, kamu bisa duduk di samping tempat duduknya Nessie. Nessie coba angkat tangan kamu."
Lalu siswi yang bernama Nessie mengangkat tangan, dan gue duduk disebelahnya.
"Hai, gue Nessie Fransisca Geotra, panggil aja Nessie, salken yak." Ucapnya sambil tersenyum.
Lalu siswi di depanku, kayaknya temen deketnya Nessie, juga berkenalan.
"Hello kitty, gue Nerin Chelsea, panggil aja Nerin atau NC, terserah, bebas asal jangan anjing, tai, babi dan sebagainya." Kami tertawa.
"Hi, gue Nabilla Alfia Syifa , panggil Syifa aja." Ucap siswi teman sebangku Nerin.
"Sebenernya, kita ada temen deket satu lagi, namanya Viola Galicia Iyanna, biasa di panggil Viola atau Vio, tapi orangnya lagi gak berangkat." Ucap Nessie, teman sebangku ku.
"Sebenernya, gue mau tanya banyak tentang lo, tapi nanti di kantin aja." Bisik Nessie ke gue. Gue ngangguk aja.
__ADS_1
Lalu, Bu Sur memulai pelajaran biologi.