
2
Author pov
Setelah pelajaran biologi selesai, Hanna and the gengs berjalan ke kantin dan segera mencari tempat duduk yang kosong, dan sialnya hanya tersisa meja di samping meja tongkrongan para bad boy+most wanted sekolah.
"Eh, itu kosong, duduk sana aja." Gue nunjuk ke meja kosong.
"Lo yakin, Na?" Nessie meyakinkan.
"Yaa, yakin-yakin aja, emang knp?"
"Bodoamat lah, skuy" NC berjalan menuju meja kosong dan yang lain mengikuti.
"Kalian mau pesen apa?biar gue yang pesenin." Tawar Alfi.
"NC siomay yang pedes banget, sama es jeruk manissss kayak gue."
"Hanna sama kayak NC."
"Nessie sama kayak NC tapi ga pedes siomaynya."
"Gapunya kaki lu pada." Protes NC.
"Gapunya kaki maksudnya?" Alfi bingung.
"Gapunya pendirian" Jawab Hanna malas.
"Dark." Tambah Nessie.
"Pinter juga lu, Na."
"Emang elu!" Jawab Nessie, Hanna, dan Alfi bersamaan.
"Dah lah, gue mau pesen dulu, babay, jangan rindu!"
.
.
.
"Eh, Ness, lu tadi mau tanya apa sama gue?"
"Owhh, gue tadi li-"
Ucapan Nessie terpotong karena NC tiba-tiba berteriak sangat keras dan diikuti teriakkan siswi lain di kantin.
"GUYSS, MOST WANTED KITA DATENGG, ANJAY GANTENG BANGET!!!" NC berteriak dan diikuti yang lainnya.
Lalu Hanna dan Nessie melihat ke arah pandang NC.
__ADS_1
Datanglah segerombolan cogan alias most wanted SMA Venus. Hanna melihat abangnya disana.
Dih abang, sok ganteng banget, muka pas-pasan aja di pamerin. Batin Hanna
"Eh gila, bang Reyhan senyumnya manis banget."
"Ness, lo suka sama bang Reyhan?" Hanna terkejut, tetapi ia tetap bersikap normal.
"Iyaa, abis bang Reyhan ganteng banget, senyumnya tu loh, kyaaaa. Eh, lo tau bang Reyhan?"
"Emm, lah kan tadi lo nyebut namanya, gimana sih." Ucap Hanna gugup, takut ketauan.
"Owhh, nah gue kasih tau, yang jalan di depan sendiri, namanya Reyhan Edgar Irvandre. Dia gans, senyumnya manis banget, dia anak volly pluss, dia juga anak dari pemilik sekolah ini."
"Nessie kan emang suka Reyhan" NC memperjelas.
"Apaan sih." Pipinya memerah menahan malu.
"Terus, yang di samping kanannya namanya Angga Horison Artana. Dia itu dingin banget sifatnya, selama ini dia ga pernah deket² sama cewek, sampe orang-orang pada nyangka dia homo, tapi tetep banyak yang suka, soalnya dia ganteng, abas plus keluarganya orang terkaya ke 3 di dunia. Dann bokapnya Angga temenan sama bokapnya Reyhan."
Nessie memperjelas dengan panjang lebar.
"Terus yang di samping kirinya Reyhan, namanya Akbar Derano Sanjaya, sifatnya kalem, dewasa, friendly, ganteng lagi. Keluarga Sanjaya, orang terkaya ke 4, setelah keluarga Artana."
"Terus, belakangnya mereka yang tampangnya paling keliatan goblok sendiri kayak NC, nam-"
"Woy, gue gaada mirip-miripnya sama tu bocah ya, dan gue lebih pinter dari dia." NC memotong penjelasan Nessie. Hanna dan Nessie hanya tertawa.
"Iye iyee, lanjut yak, namanya Faldo Yusuf Iskandar. Namanya sih alim, ada Yusuf nya, tapi kelakuannya tuh ya, na'udzubillah dah, dia paling o'on diantara mereka, tapi agak gans dikit lah. Keluarga Iskandar, keluarga terkaya setelah keluarga Sanjaya."
"HAI GUYSS, ALFI COMEBACK!!!" Alfi berteriak sambil membawa pesanan.
"Hayo, kalian habis ghibah apa aja tadi, dosa loh." Alfi yang alim itu mengingatkan.
"Sok alim lu Fi" Ucap NC.
"Eh, eh. Angga CS ngehampirin kitaa!!" Nessie heboh.
"Ness, santai kalik, kan meja yang kosong tinggal meja deket kita_-" Hanna akhirnya mulai bicara.
"Iya si, hehehe"
Lalu Hanna dan teman-temannya sibuk dengan makanannya.
"Kalian gue traktir ya? Itung-itung gue siswi baru disini." Tawar Hanna.
"Makasih ya na, kan gue jadi enak." Ucap NC sambil menyengir.
"Yaudah kalian duluan aja, ntar gue nyusul. Gue mau bayar dulu."
Hanna beranjak dari meja kantin, tanpa ia sadari, Reyhan dari tadi mengawasinya.
__ADS_1
"Woy, Re. Nagapin lo dari tadi liatin cewek cantik belakang meja kita? Naksir lo ya?" Faldo sedari tadi mengamati Reyhan yang sedang mengawasi adik kelasnya itu.
"Iya, kenapa?" Ucap Reyhan ngawur, padahal dia sedang mengawasi adeknya sendiri.
"Wihh, gilak Rey, Ngga temen lo suka cewe tuh, lo nya kapan??" Tanya Faldo kepada Angga.
Angga lalu melirik Faldo lalu Reyhan, lanjut ke arah pandang Reyhan, Hanna. Angga tetap memasang muka datar, lalu lanjut memakan makanan persanannya tadi.
"Aelah lu ngga, cuma lirik-lirik doang. Dedek sebel loh bang."
Faldo yang hanya di tanggapi seperti itu oleh Angga, sebal laly memasang wajah cemberut. Tapi malah terlihat seperti orang yang menahan berak.
"Jijik gue, Do. Ekspresi lo kayak orang kebelet berak tau ga." Ucap Akbar jijik melihat ekspresi Faldo.
"Diem, brisik." Ucap Angga dingin.
"Noh, Angga marah tuh, makanya diem aja lu pada, gausah banyak bacot." Reyhan menengahi.
Kringgg
Lalu tak lama kemudian bel masuk berbunyi.
"Rooftop" Angga berbicara sambil melangkahkan kakinya menuju rooftop.
"Lah, malah ngajak bolos ni anak, gue rindu Pak Anto nih." Rengek Faldo.
"Alay lu" ucap Reyhan.
Lalu Reyhan, Akbar, dan Faldo berjalan mengikuti Angga yang sudah berjalan duluan.
Rooftop
Angga lalu berjalan ke arah sofa dan berbaring lalu memejamkan matanya.
"Astaghfirullahalazim, kita disini cuma disuruh nemenin dia tidur??" Ucap Faldo lebay.
"Sok alim lu do, tapi seneng kan lo, bolos pelajaran." Balas Reyhan.
"Hehehe, iya sih." Tutur Faldo sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.