Story Of School

Story Of School
Nicholas Cristian Prakasa


__ADS_3

7


Yeyy, hari ini kelas gue jamkos lagi, kata anak-anak kelas, jamkos itu adalah surga dunia, gue sebenernya heran, kenapa sih? apa epik nya?itu pertanyaan gue Dulu, karena, waktu gue masih SD, gue termasuk orang kepercayaan guru gitu, gatau kenapa, paling karena gue pinter terus galak kali ya? Jadi, waktu SD itu, setiap jamkos, pasti di kasih tugas----minimal cuma suruh baca buku, paling sering ya, ngerjain soal-soal----gue pasti nurut banget apa yang di perintahin guru. Disuruh nyatet yang pada rame gue catet, di suruh nulis di papan tulis, gue lakuin. Apa sih yang enggak? Bagi gue dulu, kalo gue di kasih kepercayaan, jangan sampe lo kecewain-----karena itu juga termasuk tanggung jawab-----. Dan temen-temen gue terima aja gitu. Kenapa ya, mungkin karena gue dulu orangnya sangar kalik?, alias di takutin temen satu kelas (but, gue sangar-sangar pinter ye!). Ada yang bergerak dikit, gue pelototin, ada yang mau kencing, kudu izin gue dulu. Untungnya gue selalu di hargai. Gaada yang berani sama gue. Preman sekolah aja takut. Kok malah ngomongin preman sekolah sih? Kadi inget mantan:((. Udah ah cerita tentang masa-masa SD-nya. Kadang kadang hati gue ga kuat kalo nginget masa lalu, wkwkwk.


Beda banget sama gue yang sekarang. Kalo jamkos, tetep di kasi tugas-----tapi gimana ya? gue anggep tugas itu PR,jadi ga gue kerjain, kecuali kalo tugasnya harus di kumpul hari ini juga, mampus deh----- btw, gue yang sekarang itu, lebih santuy, apalah itu, kata kids jaman now yang kebanyakan gado micin. Di SMA, gue gak di kasih tanggung jawab buat mengkondisikan kelas. Jadi, gue bisa bebas deh.


Btw, beruntungnya jamkos gini. Temen temen gue beberapa ada yang bawa laptop. Jadi, sebagian dari mereka ada yang nonton film, drakor, nerror, jurnalrisa, nontonin oppa-oppa korea, dan masih banyak lagi.


Kebetulan banget hari ini Alfi bawa laptop. Dia bingung mau nonton apa, nah terus si Rendy usul 'dua garis biru aja fi!!!' gituu, gue gak tau apa yang di otaknya Rendy itu, gak jelas banget. Ehhh, di iyain dong sama Alfi. Pas film nya mulai, cowok-cowok di kelas sampe anak kelas sebelah seketika pada ngerumunin laptop Alfi-----emang laptop Alfi permen kali ya?Dikerumuni buaya----eh, maksudnya semut merah.


Gue akhirnya memilih pergi, daripada di kerumuni buaya-----btw, kalo Alfi dah pasrah dari tadi sama laptopnya, dia emang anti cowok-cowok klub. Save kontak cowok aja dia ga berani. Mana mungkin dia bakalan betah dikerumuni buaya, bukan mahromnya kalik🙄.


Oke, sekarang gue gabut, gue bingung mau ngapain, berasa gapunya tujuan hidup. Kalo gue keluar, entar ketemu preman sekolah, kan berabe. Mau ke kantin, Nessie malah molor, gaada yang nemenin. Ntar kalo gaada yang nemenin, gue nya di culik, kan orang-orang pada nyap-nyap nyariin gue, ga lucu deh. Akhirnya gue memutuskan buat rebahan nonton film Annabelle di laptopnya Dina bersama keluarga pinus-----tanpa Revan-----katanya dia mau ke kelas sebelah nyari bapaknya-----niat banget tu anak-----gue iyain aja sih, yang penting jangan malu-maluin nama baik gue.


Gue ikut rebahan diantara Raka ama Dina, dan Nevada-----cewek di kelas gue yang lumayan berisi alias gendut-----sebagai bantalnya. Karena tempat rebahannya ga cukup, sebagian ada yang naek almari. Kurang kerjaan banget sih. Apa boleh buat juga, orang tempatnya ga cukup. Soalnya kita nontonnya pake laptop kecil, terus di tarih di atas kursi di belakang kelas. Gak mojok loh yaa, di tengah-tengah lebih tepatnya.


Ketika film berlangsung...


"Hahaha anjir...wajahnya si anabel kayak tante tante girang anjir. HAHAHAHAAA." Sompral banget ni anak, di ikutin baru tau rasa. Dan yang lainnya menyahuti dengan kata-kata yang lebih sompral lagi. Author ga berani nulisnya guysಥ‿ಥ


Tiba-tiba....


Brakk


Ada yang mendobrak pintu kelas. Siapa lagi kalau bukan Revan si bocah tengil. Dan rupanya dia tak sendiri, Revan membawa siswa yang tidak dikenal oleh Hanna, Revan tidak membawa masuk siswa tersebut, ia hanya membawanga sampai di depan pintu kelas Hanna. Ternyata siswa tersebut adalah anak kelas sebelah-----11 IPA-2-----berarti manusia tak bersalah tersebut satu kelas dengan Nico alias doinya Hanna. Parasnya lumayan enak di pandang. Tapi, tampangnya seperti tampang **** boy.

__ADS_1


"Naa!!!, dia orang yang lo sukain kan? Katanya anak sebelah bener kaga??" Revan menarik anak IPA-2 tersebut untuk memasuki kelas IPA-1 sambil berteriak pada Hanna yang sedang menatap Revan dengan perasaan menahan marah bercampur malu. Dan Revan hanya memasang wajah sangat sangat menyebalkan sampai Hanna ingin membunuh Revan saat itu juga.


"Heh bambang! Bukan dia orangnya, lo jangan sok tau deh. Malu-maluin tau ga?! Bener sih anak sebelah, tapi bukan dia! Cepetan balikin tu anak ke habitatnya. Anak orang lu main colong aja. Kasian emaknya nyariin." Hanna mencoba bersabar untuk tingkah anaknya yang sangat bar-bar.


Lalu Revan pergi meninggalkan kelasnya menuju kelas IPA-2, mungkin sedang mencari bapaknya yang sebenarnya. Sepertinya, ia tidak akan balik ke kelas sebelum menemukan orang yang membuat emaknya jatuh hati. Sinting memang.


Author pov


Lalu mereka melanjutkan menonton film Annabelle yang tertunda karena keributan kecil yang di buat oleh si perkedel Revan.


Setelah mereka selesai menonton film grene horor yang tiba-tiba beralih menjadi grene humor karena, dari tadi mereka selalu tertawa ketika film itu berlangsung, entah menertawakan apa, yang jelas film Annabelle itu bergrene horor. Meski banyak yang tidak tahu dimana letak lucunya, mereka tetap tertawa sepanjang film berlangsung.


Tingg tingg tingg tingg.... (anggep aja bel istirahat)


Bel istirahat sudah berbunyi. Saatnya mengisi cacing-cacing di perut mereka yang sudah berdemo. Raka lalu menyudahi mononton filmnya, lalu membereskan laptop dan speaker yang tadi digunakan untuk menonton.


"Yok!" Di iyakan oleh Hanna, Revan, Raka-----Revan sudah pulang ke kelas, ia merasa putus asa karena belum menemukan bapaknya-----Lalu mereka keluar kelas untuk menuju kantin yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan kelas mereka. Ketika baru berjalan beberapa langkah dari pintu kelas, Hanna melihat Nico berjalan menuju kelasnya, lebih tepatnya, kelas di sebelah kelas Hanna. Hanna lalu memerintahkan Nessie, Revan, dan Raka untuk berhenti sebentar. Lalu memberi tahu jika ada Nico alias orang yang disukai Hanna saat ini.


"Eh! Berhenti bentar. Ness, itu Nico-Nico!" Tunjuk Hanna pada pria berambut jambul yang sedang berjalan di belokan koridor.


"Eh iya, Pan! Samperin sono bapak lo, tanyain namanya siapa. Nanti salah nama kan berabe."


"Serius nih beneran dia??!! Alhamdulillah ya Allah!! Gue harus samperin, usaha gue ga sia-sia ternyata." Ucap Revan yang tadi sudah putus asa kembali bersemangat lagi. Revan lalu menghampiri orang yang di maksud


__ADS_1


instagram update @hannvara





Disukai oleh ribuan orang lainnya


hannvara dah kayak mbak-mbak blm guys?


Lihat semua 90.783 komentar


revanando Bochillllll


rendrendy_____ @revanando 2in


nessiegtra masih kayak anak TK🤣, tapi udah mbak mbak dikit


rakandikap @revanando elu juga bochil


hannvara @revanando ngaca bro,,,, @rendrendy_____ inget ya, gue lebih tua dari lo,,, @nessiegtra padahal gue dah pake lipstick


syvien usaha terus ya na


nrnchlsea make up lo harus lebih tebel, pake lipstik merah


nabilaifa masi bayikkk, tapi cangtip

__ADS_1


hannvara @syvien iya, gue bakal selalu usaha,,,@nrnchlsea ogah, ntar jdi kyk tante",,,,, @nabilaifa :)),,makasih Alpii🤗


..._________________________...


__ADS_2