Suami Pilihan Ku

Suami Pilihan Ku
Gosip.


__ADS_3

Sore itu ayah Shyeiraa baru saja pulang dari tempat bekerja,hari ini beliau sengaja pulang jalan kaki dan menitipkan mobil pada petugas di bank untuk membawa mobilnya kerumah,entahlah apa yang ia sedang coba lakukan.Saat di perjalanan pulang ia melewati toko kue langganan Shyeiraa,ayah mampir ke toko tersebut dan membeli sekotak tiramisu favorit putrinya.


Seusai membeli ayah melanjutkan perjalanan pulangnya,saat memasuki daerah tempat tinggalnya ayah melihat beberapa orang berkumpul dan saling mengobrol.Awalnya ayah hanya berniat memberi salam sebentar kepada para tetangga yang sudah lama tak berjumpa dengannya.Tapi saat berjalan mendekat perbincangan mereka terdengar oleh ayah,mereka sedang bergosip,lontaran kata bak pisau yang menusuk jantung dengan kuat itu terlontar tanpa pikir-pikir dari mulut mereka.Ayah syok tapi lebih dari itu ayah lebih terlihat marah karena yang menjadi topik hangat gosip mereka hari ini adalah Shyeiraa putrinya.


Ahhh tentu saja ini topik yang terbaik untuk gosip.Gadis semenawan Shyeiraa,yang apabila tersenyum lesung pipinya terlihat menggemaskan dan dengan kehidupan yang jauh dari kata miskin belum juga menikah diusia yang sudah sepantasnya.Tentu saja ini seru,rasa penasaran menggebu saat memperbingkankan ini,hingga banyak sekali rumor buruk tentangnya yang tidak pernah ia ketahui tersebar luas tanpa tahu kebenaran dan fakta sesungguhnya dijadikan hal yang pasti tanpa sebab.


Ayah mengernyitkan wajah,melintas di hadapan para penggosip itu,membuat mereka dengan refleks terkejut dan memasang raut ketakutan yang tampak jelas.Sudah pasti mereka menciut,siapa yang tidak tahu sikap ayah.Pria yang terlihat baik dan lembut itu hanya terjadi sewaktu bersama istrinya saat masih hidup dulu dan hanya saat bersama putrinya sekarang,tapi kalau dengan orang lain sikap itu berubah 180 derajat,dengan otomatis ia menjadi orang yang anggkuh dan menyeramkan karena tatapan dingin yang penuh akan ketidak tertarikan.


Semuanya terdiam dan tertunduk dalam,ayah menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah para penggosip itu,menyeringai tajam.


"Ketika kalian menghina seseorang dan mengganggap bahwa itu nggak memberikan pengaruh apapun,kalian salah besar!mental tiap orang beda.Karena satu kata saja bisa membuat seseorang terdorong kepada kematian.Hanya satu kata,satu kata yang tidak pasti benar itu menjadikan kalian pembunuh secara nggak langsung.Saya harap kedepannya kalian semua berpikir terlebih dahulu sebelum mengatakan sesuatu,"kata ayah.


"Dan.Jika sampai saya mendengar hal seperti ini lagi jangan pernah mengharapkan belas kasihan apapun saat masalah ini sampai kepada pihak berwajib atas pencemaran nama baik,"lanjutnya.Wajah semua orang yang terlibat disana berubah pias.Tubuh mereka bergetar sudah seperti mendapat kabar kematian untuk diri sendiri.

__ADS_1


Tentu saja ayah tidak perduli akan hal yang terjadi kepada mereka ia hanya melanjutkan perjalanannya yang sebentar lagi sampai ke rumah.Sesampainya di rumah seperti biasa Shyeiraa menyambutnya dengan senyuman.


"Selamat datang ayah,"sapa Shyeiraa.


"Iya,"


"Ayah bawa apa?"


"Tiramisu,"


"Nih,"


"Aku akan siapkan makan malam,ayah bisa bersih-bersih dan istirahat dulu sembari menunggu makanannya siap,"

__ADS_1


"Baiklah,"


Ayah berjalan menuju kamarnya,sementara Shyeiraa bergegas menuju dapur dan mulai memasak.Hari ini menu utamanya adalah makanan kesukaan mendiam ibunda tercintanya karena hari ini adalah hari ulang tahun beliau.Ia memasaknya dengan bersemangat dengan penuh kegembiaraan,hari spesial ini adalah hari dimana ia bisa memjumpai ibunya setelah sekian lama.


Makan malam selesai disipakan dan telah disajikan di atas meja,Shyeiraa mengetuk pintu kamar ayahnya dan memanggil ayahnya untuk makan malam.Sekarang mereka sedang menyantap makan malam yang lezat itu,sepanjang makan malam Shyeiraa melihat keanehan dari ayahnya,hari ini mood ayahnya terlihat sangat buruk.


"Kamu usia berapa sekarang?"tanya ayah.


"Hmmm,tiga bulan lalu aku masuk 25 tahun.Kenapa ayah tanya?"ucap Shyeiraa.


"Tidak apa-apa,"


"Oke,"

__ADS_1


Seharusnya ia sudah bisa menebak saat itu,tidak seharusnya ia mencoba untuk mengetahui apa yang ada di balik pertanyaan ayahnya saat itu,tapi dengan bodohnya gadis itu mengabaikan dan sekali lagi hidup tanpa mengetahui apapun.Tanpa tahu apa yang akan ayahnya rencanakan untuknya,dan apa yang menantinya di kemudian hari.


__ADS_2